Indonesia Kecam Keras Rencana Israel Perluas Pendudukan Gaza: Sikap Tegas Jakarta
Indonesia mengecam rencana Israel memperluas pendudukan hingga 70% wilayah Gaza. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan ini tindakan ilegal, bertentangan dengan upaya perdamaian dan solusi dua negara bagi Palestina. Isu tersebut dibahas Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Hambalang. Indonesia berkomitmen advokasi kemerdekaan Palestina.
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
loading…
Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang sempat ditahan Israel tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto/SindoNews
TANGERANG – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore. Berdasarkan pantauan, rombongan tampak tiba melalui Terminal 3 Gate 2 kedatangan internasional pada pukul 16.37 WIB.
Sejumlah relawan dan sanak keluarga tampak lebih dulu memadati area Terminal 3 untuk menyambut kedatangan sembilan aktivis tersebut. Mereka membawa sejumlah atribut, seperti bendera Palestina, poster, serta banner yang salah satunya bertuliskan Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan.
Pekikan Free, free Palestine dari relawan terdengar begitu kesembilan WNI terlihat memasuki area terminal bandara. Rombongan tampak dalam kondisi sehat dan berjalan kaki menghampiri awak media yang telah menunggu.
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
loading…
Momen haru bocah 9 tahun membawa poster untuk menyambut ayahnya dan 8 WNI lainnya anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang pulang ke Tanah Air usai ditahan Israel, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Foto/Yuwan
JAKARTA – Momen haru mewarnai kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang pulang ke Tanah Air usai ditahan Israel, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Seorang bocah bernama Hanan (9) tampak setia menunggu kepulangan sang ayah, Ronggo Wirasanu sejak sore di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Di tengah kerumunan relawan dan keluarga yang memadati area kedatangan internasional, Hanan rela berdiri berdiri berdesak-desakan sambil membawa poster bertuliskan “Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku”. Dia sengaja mengincar posisi paling depan agar ayahnya bisa membawa poster itu. Adapaun poster itu dibuat khusus dengan gambar wajah sang ayah hasil karyanya sendiri.
Sesekali Hanan tampak menatap ke arah pintu kedatangan internasional, menanti sosok ayahnya muncul bersama rombongan sembilan WNI yang baru tiba dari luar negeri.
Saat ditanya bagaimana perasaannya menjelang bertemu sang ayah setelah berpisah sekitar satu bulan, bocah itu menjawab singkat.
Kesaksian Pilu WNI: Trauma Fisik Akibat Kekejaman Militer Israel Terungkap
Sembilan WNI misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dicegat militer Israel di perairan internasional saat menuju Gaza, Palestina. Mereka mengalami trauma dan cedera fisik akibat penahanan paksa. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut kepulangan mereka, memastikan pendampingan pemerintah. Relawan mengungkap perlakuan tidak manusiawi selama insiden tersebut.
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Menlu: Terima Kasih kepada Turki hingga Yordania
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, Minggu (24/5), menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel.
Dalam penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat yang membantu proses penjemputan para aktivis GSF yang ditahan di Pelabuhan Ashdod oleh otoritas Israel, termasuk para relawan asal Indonesia.
“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang telah membantu. Secara khusus, pemerintah Turki juga membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod,” kata Sugiono.
Menteri Luar Negeri juga mengapresiasi para aktivis GSF 2.0 atas upaya mereka memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan menyerukan perdamaian.
Pemerintah Indonesia kembali mengecam tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan WNI GSF 2.0 oleh otoritas Israel. Menurut Sugiono, intersepsi dan penahanan terhadap para aktivis tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
“Kami juga telah menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu. Ini merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan,” imbuh Sugiono.
Tak Terbukti Langgar Aturan
Panitia Pusat GSF sekaligus Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, menegaskan bahwa para aktivis GSF tidak terbukti melanggar aturan apa pun.
Maimon menjelaskan bahwa proses penjemputan dan pemulangan para WNI dilakukan secara bertahap oleh GPCI bersama panitia GSF sejak para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod. Para aktivis terlebih dahulu menjalani proses registrasi serta pendampingan hukum sebelum dipindahkan ke Penjara Ketziot.
Pendampingan hukum terhadap para relawan terus dilakukan oleh tim Adalah Legal Center hingga mereka kemudian dibawa menggunakan bus menuju Bandara Ramon di Eilat. Dari bandara tersebut, para aktivis dipulangkan menggunakan tiga pesawat yang telah disiapkan pemerintah Turki.
“Saya berterima kasih kepada Kemenlu yang sudah memberikan tiket pulang. Alhamdulillah, terima kasih Kemenlu, hatur nuhun, dan juga telah membantu proses di bandara,” ujar Maimon.
Maimon juga mengatakan bahwa Global Sumud Flotilla saat ini tengah membangun kasus hukum internasional terkait penangkapan para aktivis tersebut karena adanya dugaan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh otoritas Israel.
Pencegatan terhadap armada kemanusiaan GSF di perairan internasional oleh otoritas Israel pada Senin (18/5) berujung pada penangkapan sekitar 430 aktivis dari 44 negara, termasuk sembilan WNI.
Selama masa penahanan, para aktivis dilaporkan mengalami sejumlah tindakan kekerasan serta perlakuan tidak manusiawi oleh otoritas militer Israel.
Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran yang dilakukan secara intensif oleh Pemerintah RI bersama berbagai pihak, termasuk GSF dan GPCI, kesembilan WNI akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki, sebelum kembali ke Tanah Air. (her/dav)
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
loading…
Aktivis kemanusiaan, Herman Budianto yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menceritakan saat ditangkap tentara Israel hingga mengalami penganiayaan brutal. Foto/Yuwantoro Winduajie
JAKARTA – Misi kemanusiaan yang bertujuan mengirimkan bantuan ke Gaza, Palestina justru berujung pada penangkapan dan penyiksaan oleh tentara Israel. Hal itu dialami sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Mereka sebelumnya berlayar membawa bantuan menuju Gaza sebelum akhirnya ditangkap militer Israel saat masih berada di tengah laut. Salah satu aktivis kemanusiaan, Herman Budianto, mengaku bersyukur bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.
Namun, dia menyebut selama penahanan, para peserta misi kemanusiaan mengalami tindakan penyiksaan yang brutal.
“Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IDF itu nyata, sangat keji, sangat brutal. Dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang sekitar empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi,” kata Herman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
loading…
Menlu Sugiono mengecam tindakan Israel yang mencegat dan menahan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Foto/Isra Triansyah
JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam tindakan Israel yang mencegat dan menahan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Sugiono menyebut perlakuan terhadap para WNI tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional.
“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan dan perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudara kita, jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional,” kata Sugiono saat menyambut kepulangan sembilan WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).
Alumni Jurnalistik UIN Bandung Kutuk Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Israel
loading…
Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengecam keras penangkapan sejumlah jurnalis Indonesia oleh tentara Israel. Foto/Isra Triansyah
JAKARTA – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengecam keras penangkapan sejumlah jurnalis Indonesia oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Penangkapan yang terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 itu dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Ketua IKA Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kelik Nursetiyo Widianto mengatakan, para jurnalis tersebut tengah bertugas dalam misi kemanusiaan kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Sehingga bukan terlibat dalam aktivitas militer.
“Para jurnalis yang ditangkap sedang menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, sehingga status mereka tetap sebagai warga sipil yang wajib dilindungi,” ujar Kelik dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
loading…
Ketua MUI Bidang Infokomdigi Masduki Baidlowi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menyelamatkan lima WNI yang ditangkap oleh tentara Israel. Foto/SINDONEWS TV
JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi, Komunikasi dan Digital (Infokomdigi) Masduki Baidlowi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelamatkan lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh tentara Israel.
Masduki menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus memberikan atensi dan afirmasi penuh karena para WNI tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan yang mulia.
“Saya mengharapkan pemerintah, apakah itu Presiden atau di bawahnya seperti Menteri Luar Negeri, bisa memberikan bantuan dan langkah-langkah yang konkret bagaimana menyelamatkan mereka. Terkait Presiden atau Menlu, warga negara Indonesia memang harus diselamatkan,” ujar Masduki dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Masduki menilai penangkapan ini menyalahi dua hukum internasional yakni Internasional dan Konvensi Jenewa serta Hukum Humaniter Internasional. Sebab, tiga dari lima WNI yang ditangkap merupakan seorang jurnalis. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai serta Andre Prasetyo Nugroho.
Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang
loading…
Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy saat konferensi pers di Jakarta Selatan. Foto/Nur Khabibi
JAKARTA – Tentara Israel kembali melakukan penculikan terhadap Warga Negara Indonesia ( WNI ) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyatakan, kali ini Israel menculik dua WNI pada Selasa (19/5/2026).
“Dua WNI kembali diculik oleh zionis Israel ,” kata Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy saat konferensi pers di Jakarta Selatan.
Dua WNI yang dimaksud ialah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu. Keduanya berlayar menuju Gaza dengan Kapal Zapyro.
Total, Israel telah menculik tujuh dari sembilan WNI yang ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0. Dengan demikian, hanya tersisa dua WNI yang masih berlayar, yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.