Pakar: Transportasi Umum Gratis Jakarta Saat WFH ASN, Akankah Jadi Kebijakan Baru?
Jakarta menggratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT pada Hari Transportasi Nasional (24/4). Kebijakan transportasi umum ini, bertepatan WFH ASN, sejalan agenda efisiensi energi nasional. Tujuannya mendorong penggunaan transportasi publik, mengurangi kemacetan, dan menekan emisi. Pakar melihat ini strategi terintegrasi untuk mobilitas berkelanjutan.
Huawei Watch Fit 5 Series: Smartwatch 10 Hari Baterai, Pelatih Panda Jadi Sorotan Utama
Huawei Watch Fit 5 dan Watch Fit 5 Pro resmi diluncurkan pada 20 April 2026. Smartwatch ini membawa peningkatan desain, teknologi layar AMOLED, serta kapabilitas pelacakan kesehatan. Varian Pro unggulkan fitur ECG dan freediving hingga 40 meter. Harga mulai Rp2,7 jutaan, tersedia di China mulai 29 April 2026.
Di Balik Kemeriahan Festival Jondang Desa Kawak: Mengapa Bola dan Perang Api Jadi Magnet Utama?
Festival Jondang Desa Kawak, Jepara, sukses digelar Selasa (21/4/2026) malam. Tradisi tahunan ke-12 ini menampilkan atraksi bola api dan perang api. Pemerintah Kabupaten Jepara mendukung pelestarian budaya ini sebagai potensi pengembangan pariwisata dan penggerak ekonomi desa. Ini memperkuat identitas lokal.
Huawei AI Glasses Resmi Dirilis, Kamera 12MP hingga Terjemahan Real-Time Jadi Andalan
Huawei secara resmi meluncurkan AI Glasses, kacamata pintar yang dirancang menyaingi Meta Ray-Ban. Perangkat sandang ini mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke gaya hidup pengguna. Fitur unggulan meliputi sistem audio open-ear, peredam bising AI, dan kamera resolusi tinggi untuk identifikasi objek serta terjemahan teks real-time. Didukung HarmonyOS, AI Glasses menantang dominasi pasar global dan Indonesia.
Terungkap: Bagaimana MBG Mengubah Kios Buah Laweyan Jadi Pendorong Ekonomi Petani Lokal
Santi, warga Solo, bangkit setelah usaha restorannya terdampak pandemi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberinya peluang sebagai pemasok buah lokal. Kini, 30 dapur MBG disuplai, memberdayakan petani lokal dari Tuban, Lampung, Ngawi, serta menciptakan lapangan kerja bagi 20 warga sekitar.
Sampah Jadi Listrik: Terobosan Pemerintah Ungkap Formula Percepatan
Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui Perpres 109 Tahun 2025. Beleid ini memberikan jaminan investasi kuat, termasuk harga listrik tetap dan kontrak 30 tahun. Targetnya, 30 lokasi PSEL akan dibangun di 61 Kabupaten/Kota, mengolah 33.000 ton sampah per hari menjadi energi terbarukan.
Agenda Besar 2029: Pemerintah Pacu Olah Sampah, Bidik 33.000 Ton Limbah Jadi Energi Harian
Pemerintah mempercepat pembangunan PSEL (Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik) di perkotaan. Proyek ini bertujuan mengatasi krisis sampah, mengubahnya menjadi energi listrik. Target 2029, PSEL diharapkan mengurangi timbulan sampah 33.000 ton per hari, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lokasi awal meliputi Bekasi dan Yogyakarta.
Determinasi Sutarti: Dapur MBG Jadi Benteng Biayai Perang Anak Lawan Kanker Tulang & Cuci Darah
Sutarti (56), warga Klaten, terbantu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini memungkinkannya membiayai pengobatan anak yang berjuang melawan kanker tulang dan gagal ginjal. Penghasilan pasti dari dapur MBG dekat rumah, sehingga Sutarti bisa merawat anaknya. Program ini sangat berarti bagi keluarga.
Pemerintah Kebut Pembangunan Pengolah Sampah Jadi Listrik di Bekasi, Bogor, hingga Denpasar
Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL di tiga wilayah, yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya. Penandatanganan ini menandai penguatan tahap implementasi proyek, setelah proses lelang BUPP PSEL di ketiga wilayah tersebut diselesaikan. Hal itu dikatakan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Selasa (21/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL di tiga wilayah, yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.
Penandatanganan ini menandai penguatan tahap implementasi proyek, setelah proses lelang BUPP PSEL di ketiga wilayah tersebut diselesaikan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari percepatan nasional dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan terintegrasi.
“Penandatanganan PKS ini adalah langkah nyata. Kita tidak lagi berbicara perencanaan, tetapi sudah masuk pada tahap memastikan implementasi berjalan, khususnya dalam menjamin suplai sampah minimal 1.000 ton per hari sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025,” kata Hanif di Jakarta, Selasa (21/4).
Adapun cakupan kerja sama meliputi PSEL Kota Bekasi yang melibatkan Pemerintah Kota Bekasi, PSEL Bogor Raya yang mencakup Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, serta PSEL Denpasar Raya yang melibatkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai satu kesatuan aglomerasi dalam penyediaan pasokan sampah.
PKS menjadi instrumen utama untuk memastikan kepastian pasokan sampah sebagai bahan baku, sekaligus mengatur komitmen kerja sama antar daerah dalam satu kawasan aglomerasi dan BUPP agar kebutuhan operasional PSEL dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menambahkan bahwa percepatan ini akan terus dilanjutkan pada aglomerasi lainnya. “Pada hari ini kita lakukan tiga. Untuk ke depan, akan segera dilakukan pada 12 aglomerasi lainnya, yang tidak akan lebih dari tujuh minggu akan kita selesaikan agar semua bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Pembangunan PSEL direncanakan di 31 aglomerasi yang mencakup 86 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Percepatan melalui penandatanganan PKS menjadi langkah krusial untuk memastikan proyek-proyek yang telah selesai lelang dapat segera direalisasikan.
Selain itu, pemerintah terus mendorong penyelesaian aspek teknis lainnya, seperti kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung, agar tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai target.
Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan dokumen kesiapan pemerintah daerah kepada Daya Anagata Nusantara (Danantara), sekaligus menjadi bukti konkret percepatan pembangunan PSEL di berbagai wilayah.
Ke depan, penandatanganan PKS serupa akan terus dilanjutkan pada aglomerasi lainnya, sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk memastikan seluruh proyek PSEL segera masuk tahap implementasi. (her/dav)
Rosan Lapor ke Prabowo: Indonesia Masih Jadi Primadona Investor Asing
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa minat investor global terhadap Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia. Hal itu disampaikan Rosan usai memenuhi panggilan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melaporkan perkembangan realisasi investasi nasional pada kuartal I tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa minat investor global terhadap Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.
Hal itu disampaikan Rosan usai memenuhi panggilan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melaporkan perkembangan realisasi investasi nasional pada kuartal I tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4).
Rosan menegaskan bahwa dinamika global seperti konflik dan ketidakpastian ekonomi sama sekali tidak menyurutkan ketertarikan investor terhadap Indonesia.
“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, optimisme tersebut terlihat dari hasil rangkaian kunjungan kerja dan pertemuan dengan para pelaku usaha global di berbagai negara, termasuk Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Dalam setiap agenda kunjungan kerja tersebut, baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas bersama Prabowo, dijelaskan bahwa Indonesia masih jadi primadona investasi mereka.
Rosan memaparkan bahwa sejumlah komitmen investasi yang dihimpun menunjukkan angka signifikan. Dari Jepang, potensi investasi yang tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan mencapai sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.
Rosan menambahkan bahwa tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.
Jika dalam periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” imbuhnya. (her/dav)