Dapur MBG: Bagaimana Santri Yatim Ini Berhasil Topang Ekonomi Keluarga?
Muhammad Zainuddin Alwi, santri yatim dari Purwodadi, merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bekerja di SPPG Klodran, ia kini menopang ekonomi keluarga dan mengembangkan keterampilan baru. Kisah Alwi menunjukkan MBG tidak hanya penuhi gizi, tetapi juga membuka peluang kerja serta memperkuat ekonomi keluarga di daerah.
Jembatan Gantung Garuda: Pembuka Akses Vital 1.500 Keluarga Klaten, Dorong Harapan Baru Petani dan Pelajar
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dukuh Kedungkiri, Desa Karangpakel, Klaten, dimulai. Warga dan personel TNI bergotong royong dalam tahap awal. Bantuan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membuka akses bagi sekitar 1.500 KK, meningkatkan mobilitas masyarakat serta ekonomi lokal yang sebelumnya terisolasi.
Bukan Sekadar Janji: Program Konkret Pemprov Jateng Perkuat Pembangunan Keluarga
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui program Bangga Kencana. Rakorda di Semarang membahas implementasi program ini. Tujuannya menciptakan sumber daya manusia unggul. Inisiatif seperti Genting, Sidaya, GATI, dan Tamasya diimplementasikan untuk mendukung keluarga.
Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
Di balik dapur MBG, menyimpan kisah perjuangan seorang kepala rumah tangga. Agus Yusuf Widodo (53) pekerja di bagian area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi, menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan dan melunasi utangnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Ngawi, Idola 92.6 FM-Pagi itu, Agus Yusuf Widodo (53) sudah sibuk membersihkan area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi. Dengan gerakan cekatan, ia menyapu dan merapikan ruang kerja, memastikan area dalam dan luar dapur tetap bersih untuk aktivitas memasak.
Di balik rutinitas itu, Agus menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan.
“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan (tidak memijat),” curhatnya, ditulis Minggu (12/4).
Keterbatasan fisik tak menghalangi langkah Agus untuk terus bekerja. Sejak kecil, ia mengalami gangguan pendengaran akibat sakit panas, dan baru lima tahun terakhir menggunakan alat bantu dengar.
“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” katanya.
Kesempatan bekerja di dapur MBG datang dari informasi seorang teman. Tanpa ragu, Agus mencoba melamar, dan kini sudah lebih dari satu tahun ia menjadi bagian dari program tersebut.
Bagi Agus, lingkungan kerja yang menerima kondisinya menjadi salah satu hal yang membuatnya betah. Ia mengaku senang dan semakin bersemangat menjalani pekerjaan setiap hari.
“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja (di dapur MBG). Teman-teman juga menerima kondisi saya,” ucapnya.
Menurut Agus, penghasilan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di dapur MBG menjadi penopang utama kebutuhan keluarga. Gaji yang diterima setiap dua minggu sekali ia manfaatkan dengan penuh perhitungan.
“Hasilnya (gaji) cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan,” katanya.
Utang yang ia cicil bukan tanpa alasan. Agus menggunakannya untuk membiayai pendidikan anaknya, sebuah prioritas yang ia perjuangkan di tengah keterbatasan.
“Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” imbuhnya.
Program MBG pun menjadi titik terang dalam kehidupannya. Dari pekerjaan sederhana di dapur, Agus kini bisa perlahan menata kembali kondisi keuangannya.
Jika diberi kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto, Agus hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” tuturnya. (her/dav)
Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Berantas Tambang Ilegal: Enggak Ada Kasihan Biarpun Kawan atau Keluarga
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengevaluasi dan menindak tegas praktik tambang ilegal di Indonesia. Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan pejabat kementerian/lembaga di Istana Negara, Rabu (8/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengevaluasi dan menindak tegas praktik tambang ilegal di Indonesia. Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan pejabat kementerian/lembaga di Istana Negara, Rabu (8/4).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan telah menerima laporan terkait ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah di hutan lindung yang perlu ditertibkan. Ia kemudian melakukan verifikasi data tersebut ke Kementerian Kehutanan dan menemukan bahwa tambang tersebut juga belum mengantongi izin penebangan kayu.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki waktu untuk bersikap lunak terhadap izin tambang tersebut, termasuk yang melibatkan pihak-pihak dekat atau kelompok tertentu.
“Segera evaluasi. Kalau enggak jelas, cabut semua itu. Kita sudah enggak ada waktu untuk terlalu kasihan. Enggak ada kasihan sekarang. Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menekankan bahwa kepentingan pribadi, kelompok, maupun relasi tidak boleh menghambat upaya penertiban sektor pertambangan. “Kepentingan kawan, kepentingan konco, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok nomor berapa?” ujarnya.
Ia pun meminta evaluasi dilakukan dalam waktu cepat. Pada kesempatan itu, Prabowo menanyakan kepada Bahlil terkait tenggat waktu hasil evaluasi izin tersebut. Bahlil kemudian menjawab dua minggu. Namun, menurut Prabowo, tenggat waktu itu terlalu lama.
“Evaluasi segera. Berapa hari laporan kembali ke saya? Dua minggu? Enak aja dua minggu. Satu minggu kita cabut semua IUP, prinsip-prinsip yang enggak beres,” katanya.
Prabowo menegaskan bahwa pencabutan izin tambang bermasalah bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam kembali berpihak kepada negara dan rakyat. “Harus di tangan negara. Dan kita bisa nanti memperkuat institusi-institusi kita,” tambahnya. (her/dav)
Vonis Arief Pramuhanto Diperberat Tanpa Bukti Aliran Dana, Keluarga Minta DPR Turun Tangan
Istri Arief Pramuhanto, Shakuntala Dewi, melayangkan pengaduan resmi ke Komisi III DPR RI pada 31 Maret 2026. Pengaduan terkait vonis korupsi pengadaan alat kesehatan yang menjerat mantan Direktur Utama Indofarma tersebut. Dewi menyoroti kejanggalan proses hukum dan lemahnya pembuktian kerugian negara.
Presiden Prabowo di Tengah Duka: Kunjungan Haru untuk Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Presiden Prabowo Subianto menyalami keluarga tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Didampingi mantan Presiden SBY, Prabowo memberi penghormatan setelah jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026). Ketiga prajurit gugur pascaserangan di Lebanon.
Belasungkawa Prabowo untuk Pahlawan Bangsa: Presiden Temui Keluarga 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Prosesi persemayaman militer berlangsung di VIP Room Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Presiden Prabowo memberikan penghormatan dan menyalami satu per satu keluarga, didampingi Kapolri, Panglima TNI, serta Menteri Pertahanan.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan prajurit TNI di Lebanon menjalankan SOP ketat, menenangkan keluarga di tengah eskalasi konflik. Prajurit dibekali kemampuan hadapi kondisi lapangan. TNI akan menelusuri kronologi gugurnya 3 prajurit UNIFIL, termasuk Kopda Anumerta Farizal Rhomadon pada 29 Maret. Upacara pelepasan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta.
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Ketua TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, berkolaborasi dengan BKKBN Jawa Tengah. Sinergi ini memperkuat program pembangunan keluarga berkualitas, fokus pada pencegahan stunting, penurunan AKI/AKB, dan layanan kesehatan mental. Kolaborasi ini mengintegrasikan berbagai inisiatif untuk dampak lebih luas di masyarakat Jawa Tengah.