Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
loading…
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengaku kementeriannya masih menghadapi tantangan fiskal yang serius untuk tahun 2027. Saat ini, pagu indikatif yang diterima untuk tahun anggaran tersebut baru mencapai Rp1,9 triliun.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menyebut jumlah Rp1.945.764.141.000 ini belum cukup untuk mendukung aktivitas inti (core business) terkait pelayanan jemaah.
Anggaran sebesar Rp1,9 triliun tersebut saat ini hanya dialokasikan untuk belanja pegawai, biaya operasional dasar perkantoran, serta pembangunan infrastruktur melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Di situ belum ada besaran anggaran untuk teknis penyelenggara ibadah haji dan umrah yang ditempatkan pada unit teknis Direktorat Jenderal dan Inspektorat Jenderal,” kata Menhaj saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Rapat Kerja Komisi VIII DPR bersama sejumlah mitra termasuk Kemenhaj di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Foto/Felldy Utama
Menurut Gus Irfan, ruang fiskal yang tersedia belum sepenuhnya mampu mendukung aktivitas inti atau core business penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
loading…
Kemenhaj menyatakan di hari ke-59 operasional haji atau Kamis (18/6/2026), tercatat separuh lebih jemaah haji Indonesia telah tiba kembali di kampung halaman. Foto/Nur Wijaya Kesuma
MADINAH – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mencatatkan progres yang sangat positif dan berjalan sesuai jadwal. Memasuki hari ke-59 operasional haji atau Kamis (18/6/2026), tercatat lebih dari separuh total jemaah haji telah tiba di kampung halaman.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan sebanyak 114.236 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas telah sukses mendarat di Indonesia. Angka tersebut merepresentasikan 55 persen dari total keseluruhan kuota jemaah haji nasional tahun ini.
Kelancaran operasional pemulangan maraton ini tidak lepas dari peran krusial para jemaah itu sendiri. Tingginya tingkat kedisiplinan jemaah dalam mematuhi aturan penerbangan menjadi kunci utama kelancaran arus kepulangan massal.
Sikap kooperatif jemaah terlihat nyata dari minimnya temuan pelanggaran barang bawaan bagasi di bandara debarkasi Arab Saudi. Pemeriksaan sinar-X berjalan sangat cepat karena tidak ada lagi insiden pembongkaran koper akibat temuan selundupan air zamzam.
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
loading…
Kemenhaj berbicara terkait biaya haji tahun 2027. Untuk membuat biaya haji terjangkau akan banyak tantangan, mulai dari fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga avtur, hingga kondisi ekonomi global. Foto: Dok Sindonews
BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berbicara terkait biaya haji tahun 2027. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, pihaknya bakal membahas hal tersebut dengan DPR.
Untuk membuat biaya haji yang terjangkau pada tahun depan akan banyak tantangan, mulai dari fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga avtur, hingga kondisi ekonomi global yang belum jelas.
“Nanti akan dibahas lagi. Kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang belum jelas,” ujar Irfan di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, pemerintahan Arab Saudi juga menaikkan berbagai layanan haji yang membuat biaya haji bisa naik. “Kemudian, pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Ini juga nanti kita bicarakan dengan teman-teman DPR,” katanya.
Pemerintah juga akan mengoptimalkan kampung haji untuk menekan biaya haji. “Beliau ingin kampung haji sebagai bagian upaya peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus menekan biaya haji,” ucap Gus Irfan.
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
loading…
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan aket daging dam jemaah haji Indonesia yang disalurkan dalam program adhahi untuk rakyat Palestina, di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026). Foto/Kemenhaj
JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyerahkan paket daging dam jemaah haji Indonesia yang disalurkan dalam program adhahi untuk rakyat Palestina. Penyerahan itu dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kantor Perwakilan Negara Palestina di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Dahnil menyampaikan bahwa penyaluran daging dam jemaah haji Indonesia kepada rakyat Palestina merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurut Dahnil, Indonesia menginginkan pelaksanaan ibadah haji Indonesia memberikan manfaat sosial khususnya untuk masyarakat Palestina.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang besar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina. Beliau mengamanatkan agar manfaat dam jemaah haji Indonesia dapat diperluas untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Puncak Haji Kian Dekat: Kemenhaj RI Beberkan Kesiapan Makanan dan Tim Khusus
Jelang puncak haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah memberi perhatian pada penyiapan konsumsi hingga pembentukan Tim Khusus Mina. Puncak haji akan berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau pada 25 hingga 30 Mei 2026. Hal itu dikatakan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff, dikutip Selasa (19/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Jelang puncak haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah memberi perhatian pada penyiapan konsumsi hingga pembentukan Tim Khusus Mina.
Puncak haji akan berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau pada 25 hingga 30 Mei 2026.
Puncak haji di Armuzna menjadi fase terpenting dan terberat dalam ibadah haji. Di fase ini jemaah melakukan wukuf (berdiam diri di Arafah), mabit (bermalam di Muzdalifah dan Mina), dan melempar jumrah (di Mina).
Konsumsi siap santap
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Maria Assegaff mengatakan konsumsi menjadi salah satu yang menjadi perhatian jelang puncak haji.
Maria menjelaskan, fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah.
“Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria, dikutip Selasa (19/5).
Pemerintah menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca-puncak haji. Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Bentuk Tim Khusus Mina
Jelang puncak haji, pemerintah juga membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina. Tim yang dibentuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini bertugas mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jemaah haji, khususnya lansia dan yang sakit.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan tim ini beranggotakan personel Pelindungan Jemaah (Linjam) yang berpengalaman karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.
“Rekan-rekan ini diberangkatkan pada 8 Dzulhijjah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba,” ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5).
Harun memaparkan, tugas pokok Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
Selain itu, mereka juga bersiap menyambut jemaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.
Jaga kesehatan dan atur tenaga
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras fisik.
“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Dahnil juga memastikan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah.
“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” kata dia. (her/dav)
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan tidak ada penyelenggaraan Haji Furoda pada musim haji 2026. Keputusan ini merujuk kebijakan Arab Saudi yang tidak akan menerbitkan visa haji Furoda. Kemenhaj menegaskan hanya visa haji yang diakui legal. Pihaknya akan mencegah masyarakat tertipu tawaran ilegal dan berpeluang menggandeng aparat penegak hukum.
Kemenhaj Sebut Kenaikan Harga Avtur untuk Haji 2026 Ditanggung APBN
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menginformasikan kenaikan harga avtur penerbangan jemaah haji Indonesia ditanggung pemerintah. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo Subianto memutuskan biaya tidak dibebankan. Kenaikan avtur maskapai Garuda dan Saudia Airlines, dengan total Rp1,77 triliun, akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan Haji Saudi Makin Ketat, Kemenhaj Waspadai Modus Ilegal yang Mengintai
Kemenhaj dan KJRI Jeddah bekerja sama memperketat pengawasan haji. Masyarakat diimbau waspada penipuan dan modus keberangkatan haji ilegal, seiring kebijakan ketat Arab Saudi. Hanya visa haji resmi yang diakui. Edukasi publik digencarkan demi melindungi jemaah dari praktik haji non-prosedural.