Eks Kapolri Rilis Buku Politik Hukum Kepolisian: Masukan Krusial Penentu Arah RUU Polri
loading…
Mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Chairuddin Ismail bakal meluncurkan buku berjudul Politik Hukum Kepolisian. Foto/istimewa
JAKARTA – Mantan Kapolri Jenderal Pol Purn. Chairuddin Ismail bersama pengamat kepolisian Edi Saputra Hasibuan, dan pemerhati hukum sekaligus dosen Kurniawan Tri Wibowo dalam waktu dekat bakal meluncurkan buku berjudul Politik Hukum Kepolisian. Buku setebal 200 halaman itu mengulas tentang dinamika politik hukum dalam sistem kepolisian Indonesia.
Chairuddin Ismail mengatakan, buku yang diterbitkan oleh penerbit Papas Sinar Sinanti berisi pandangannya tentang dinamika politik hukum dalam sistem kepolisian Indonesia, termasuk sorotan yang tajam akhir akhir ini terhadap kinerja kepolisian dan kedudukan Polri yang menurutnya lebih baik tetap berada di bawah Presiden.Buku ini sudah beredar luas di toko buku terkemuka dan belanja daring,
“Demi menjaga profesionalisme dan kemandirian Polri, kedudukan Polri tetap lebih baik berada di bawah Presiden dan Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden atas persetujuan DPR,” kata Ketua Pembina Brata Bhakti ini, Kamis (14/5/2026).
Menurut Chairuddin Ismail, buku Politik Hukum Kepolisian yang ditulisnya juga memberikan gambaran bahwa kinerja polisi kerap mengalami dilema. Saat polisi menertibkan, polisi kerap disebut sebagai pengusik, dan ketika polisi menindak pelanggar demo anarkis, maka polisi kerap dituding sebagai penindas.
Jawa Tengah Buka SPMB SMAN/SMKN: Ini Tahapan Pendaftaran Krusial yang Tak Boleh Anda Lewatkan!
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Pendaftaran online serentak dimulai 3 Juni 2026. Tahapan meliputi pembuatan akun, verifikasi, dan pemilihan sekolah. Pengumuman hasil seleksi 21 Juni 2026. Akses informasi lengkap melalui spmb.jatengprov.go.id. Total daya tampung 231.399 kursi.
Sagara Ungkap Rahasia: Skill Krusial Hadapi Era AI, Amankan Karir Sebelum Otomatisasi Menguasai
Foto: Small Business UK
Teknologi.id -Diskusi tentang kecerdasan buatan yang akan menggantikan pekerjaan manusia sudah terlalu banyak mengisi ruang publik. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih penting dan jarang dijawab dengan konkret: skill spesifik apa yang membuat seorang talenta digital tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang di era Artificial Intelligence ini?
Ketakutan terhadap AI hanya menjadi nyata bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan tepat. Bagi talenta yang memiliki kompetensi yang relevan dengan era AI, kondisi ini justru membuka peluang yang lebih besar dari sebelumnya. Pertanyaannya bukan apakah Anda harus upskill, melainkan upskill ke arah mana dan dengan cara bagaimana.
Jebakan yang Tidak Disadari
Banyak developer dan talenta digital yang merasa aman karena sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. Namun ancaman sesungguhnya bukan datang dari AI yang menggantikan pekerjaan mereka secara langsung, melainkan dari developer lain yang menggunakan AI sebagai multiplier dan menghasilkan output sepuluh kali lipat lebih banyak dengan kualitas yang sama atau lebih baik.
Di sisi lain, ada skill gap yang semakin kritis: kemampuan untuk bekerja alongside AI, mengintegrasikan solusi AI ke dalam produk, memahami arsitektur sistem AI-powered, dan mengelola proyek yang melibatkan machine learning pipeline. Ini adalah domain yang belum dikuasai oleh mayoritas talenta digital Indonesia, dan gap ini menciptakan peluang besar bagi mereka yang bergerak lebih cepat.
Perusahaan-perusahaan teknologi Indonesia saat ini sedang berlomba mengintegrasikan AI ke dalam produk dan layanan mereka. Kebutuhan akan talenta yang memahami AI secara praktis, bukan hanya teoritis, sangat tinggi dan belum terpenuhi. Namun window ini tidak akan terbuka selamanya: semakin banyak talenta yang mengisi skill gap ini, semakin kompetitif pasar dan semakin tinggi standar yang diharapkan.
Mereka yang bergerak sekarang akan menjadi yang pertama mengisi posisi-posisi strategis di era AI ini. Mereka yang menunggu akan menemukan diri mereka dalam posisi yang jauh lebih sulit di masa depan.
Foto: Universitas Ciputra
Program Upskilling yang Berorientasi Praktik
Program upskilling yang efektif untuk era AI bukan sekadar kursus teori tentang cara kerja neural network. Yang dibutuhkan adalah program yang mengajarkan bagaimana mengintegrasikan tools AI dalam alur kerja nyata, bagaimana membangun produk yang memanfaatkan kapabilitas AI secara efektif, dan bagaimana mengelola proyek yang melibatkan komponen AI secara profesional.
Program Upskilling Relevan untuk Era AI
Sagara Technology menghadirkan program sertifikasi dan upskilling yang dirancang khusus untuk mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi era AI. Kurikulum program ini dikembangkan bersama praktisi industri yang sudah aktif mengintegrasikan AI dalam pekerjaan mereka sehari-hari, sehingga setiap modul yang dipelajari langsung relevan dengan kebutuhan industri yang sesungguhnya.
Program upskilling Sagara mencakup pemahaman mendalam tentang AI development tools, integrasi Large Language Models dalam pengembangan produk, arsitektur sistem cloud-native yang mendukung beban kerja AI, data engineering untuk mendukung model AI, dan MLOps untuk mengelola siklus hidup model AI secara profesional.
Yang membedakan program Sagara adalah pendekatannya yang project-based, peserta tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung menerapkannya dalam proyek nyata di bawah bimbingan mentor berpengalaman. Hasilnya bukan hanya sertifikat, melainkan kompetensi yang bisa langsung didemonstrasikan kepada employer.
Manfaat Mengikuti Program Upskilling Sagara
Kompetensi AI yang relevan dan siap pakai di industri, bukan sekadar teori
Sertifikasi yang diakui dan divalidasi oleh ekosistem industri teknologi Indonesia
Portofolio proyek AI yang membuktikan kemampuan secara konkret
Akses ke tools dan platform AI terbaru yang digunakan di industri
Mentoring dari praktisi yang sudah berpengalaman mengintegrasikan AI di produk nyata
Peningkatan nilai pasar dan daya saing di tengah gelombang transformasi AI
“Sebelum mengikuti program Sagara, saya tahu tentang AI hanya dari membaca artikel. Setelah program, saya bisa membangun dan men-deploy model machine learning yang sebenarnya, mengintegrasikan AI API ke dalam aplikasi production, dan yang paling penting, saya tahu cara berbicara dengan klien tentang potensi dan limitasi AI secara realistis. Itu skill yang tidak banyak orang miliki.” – Perspektif dari peserta program upskilling AI Sagara.
Daftarkan Diri dalam Program Upskilling Sagara Sekarang
Jangan biarkan era AI berlalu tanpa memposisikan diri Anda di sisi yang benar dari perubahan ini. Program upskilling Sagara Technology adalah investasi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk karir digital Anda di 2026 dan seterusnya. Hubungi tim Sagara dan mulai perjalanan upskilling Anda hari ini.
Hantavirus Mengancam? Kemenkes Laporkan 23 Kasus, Ini Gejala Krusial yang Wajib Anda Pahami Segera!
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi 23 kasus hantavirus di Indonesia periode 2024-2026. Dari jumlah tersebut, 20 pasien sembuh dan 3 meninggal. Varian hantavirus di Indonesia adalah Seoul Virus, penyebab tipe HFRS, berbeda dengan Andes Virus di kasus kapal pesiar MV Hondius. Waspadai gejala.
Hantavirus: Kupas Tuntas Fakta Krusial yang Tak Boleh Anda Abaikan
Kalian sudah dengar? Lagi ramai berita soal Hantavirus yang menyebabkan 3 orang di kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia. Kapal tersebut sempat ditolak beberapa negara untuk pemeriksaan dan karantina karena ada kekhawatiran penularan. Ngeri, ya?
Kalau kalian ketinggalan beritanya, biar saya ceritakan sedikit. Jadi, ada suami istri naik kapal pesiar, singgah di pulau-pulau terpencil, termasuk South Georgia dan Nightingale Island.
Ndilalah, di dua pulau ini, ada banyak banget satwa liar. Nah, ada kemungkinan, pasutri ini terkena Hantavirus pas lagi di sana. Meski, ada kemungkinan juga sudah kena sejak sebelum boarding. Soalnya, masa inkubasi virus ini cukup lama. Rata-rata 2-4 minggu, bahkan sampai 8 minggu.
Yang jelas, menurut kabar yang beredar, gejala awal infeksi Hantavirus pada pasutri ini sudah mulai terlihat 5 hari setelah kapal berangkat dari dari Ushuaia, Argentina, pada tanggal 1 April. Kemudian, pada tanggal 11 April, sang suami meninggal dan istrinya menyusul beberapa hari setelahnya.
Yang membuat keadaan semakin chaos adalah, ada penumpang lain yang terkonfirmasi tertular. Sampai saat ini di kapal pesiar tersebut, dengan 147 penumpang yang ada, dikabarkan ada 8 kasus Hantavirus.
Dan muncullah ketakutan itu. Ketakutan akan penularan antar manusia di kapal pesiar. Dalam skala yang lebih besar, ketakutan akan adanya pandemi jilid dua.
Apa sebenarnya Hantavirus?
Sebenarnya, Hantavirus bukan virus baru. Virus ini pertama kali ditemukan ketika Perang Korea tahun 1950-an. Setelah berbagai penelitian, barulah diketahui bahwa virus tersebut berasal dari tikus.
Kalau kalian pikir Hantavirus ini sama dengan Leptospirosis karena sama-sama disebabkan oleh tikus, nggak, ya. Keduanya berbeda.
Kalau Leptospirosis, disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira. Bakteri ini hidup di dalam ginjal hewan yang terinfeksi (seperti tikus, anjing, sapi, atau babi) dan dikeluarkan melalui urine mereka ke lingkungan. Gejala khas dari Leptospirosis ini adalah nyeri otot yang parah, terutama pada bagian betis dan punggung bawah.
Sedangkan Hantavirus disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus. Penularan Hantavirus bisa lewat kotoran, urine atau air liur tikus yang terinveksi. Gejalanya mulai dari demam tinggi, mual, lalu bisa cepat jadi sesak napas parah, hingga komplikasi pada ginjal. Pokoknya, perkembangan gejala dari awal ke kritis ini bisa sangat cepat.
Risiko global Hantavirus kabarnya masih rendah
Karena perkembangan gejala yang sangat cepat inilah, publik jadi resah dan gelisah. Mereka khawatir akan terjadi penularan ketika para penumpang sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Ya, saat ini WHO memang memberikan instruksi agar para penumpang kapal pesiar tersebut diisolasi selama 45 hari untuk dipantau perkembangannya.
Namun, apakah itu artinya Hantavirus ini tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi pandemi? Semoga tidak. Pasalnya, sejauh ini, kemungkinan Hantavirus menjadi pandemi masih tergolong kecil. Hal ini disebabkan oleh jendela penularan yang sempit, masa awal gejala yang singkat, serta perburukan kondisi ke gagal napas (ARDS) yang terjadi sangat cepat.
Sederhananya, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, virus ini bekerja cepat, bahkan terlalu cepat. Sehingga, penderitanya bisa langsung tumbang sebelum sempat jalan-jalan dan menularkan ke banyak orang. Umumnya, pasien Hantavirus biasanya sudah harus masuk rumah sakit atau menjalani isolasi karena kondisinya yang drop seketika.
Ibarat kata, Covid-19 itu seperti bara api dalam sekam yang asapnya tidak kelihatan tapi tau-tau sudah membakar seisi pasar. Sedangkan Hantavirus itu seperti ledakan petasan yang suaranya sangat keras dan dampaknya langsung terlihat. Itu sebabnya, WHO menilai risiko global dari event ini adalah rendah.
Tetap tenang, jangan panik
Nah, karena WHO sudah menilai bahwa risiko global dari event ini adalah rendah, maka, please, jangan panik. Ingat, dolar sudah nembus 17ribu. Kalau terjadi kepanikan, tentu tidak menguntungkan dari sisi ekonomi karena bisa menimbulkan panic buying.
Takutnya, situasi ekonomi jadi semakin sulit, dolar makin melejit. Jangan sampai ketakutan kolektif malah mengundang kebijakan ekstrem seperti lockdown jilid dua, yang akhirnya bikin tagar #dirumahsaja jadi kembali ramai. Duh, amit-amit. Nggak kebayang kalau setiap hari harus diisi lagi dengan mengaduk Dalgona.
Langkah terbaik saat ini adalah tetap tenang sambil terus memantau informasi tentang Hantavirus. Yang lebih penting, menjaga kebersihan diri, kebersihan rumah, dan tentu saja lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.
Jika menemukan ada kotoran atau air kencing tikus di rumah, sebaiknya jangan langsung kamu sapu dalam keadaan kering. Siram terlebih dahulu dengan disinfektan dan selalu gunakan masker saat bersih-bersih untuk mencegah terhirupnya partikel berbahaya.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu berdoa supaya kita dihindarkan dari segala marabahaya. Stay safe, ya, Guys!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Fahira Idris Paparkan 7 Strategi Krusial untuk Transformasi Posyandu
Anggota DPD RI Fahira Idris mengusulkan tujuh rekomendasi transformasi Posyandu. Tujuannya adalah memperkuat peran Posyandu sebagai fondasi layanan kesehatan primer di tengah tantangan stunting, penyakit tidak menular, dan kesehatan ibu-anak. Posyandu dinilai strategis sebagai simpul layanan terdekat masyarakat untuk promotif, preventif, dan deteksi dini.
Backend: Bukan Biaya, Melainkan Strategi Krusial Talenta Digital untuk Mengungguli Bisnis.
Foto: Unsplash
Teknologi.id – Di tengah pesatnya transformasi digital Indonesia, banyak perusahaan berlomba menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Aplikasi baru bermunculan, layanan digital berkembang, dan investasi di sektor teknologi terus meningkat. Namun dibalik pertumbuhan tersebut, muncul satu masalah mendasar yang mulai disadari oleh pelaku industri. Backend masih dianggap sebagai biaya, bukan sebagai aset strategis.
Sebagian besar perusahaan masih berfokus pada hal-hal yang terlihat oleh pengguna:
tampilan aplikasi, fitur interaktif, dan strategi marketing digital. Sementara itu, sistem backend yang menjadi fondasi operasional sering kali dibangun tanpa perencanaan matang.
“Banyak perusahaan ingin cepat launch, tapi melupakan kesiapan sistem mereka,” ujar seorang praktisi teknologi di Jakarta.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan talenta backend berkualitas di Indonesia. Meskipun jumlah developer meningkat, tidak semuanya memiliki pengalaman dalam membangun sistem berskala besar. Akibatnya, banyak bisnis yang tampak berkembang pesat di permukaan, tetapi memiliki fondasi teknologi yang rapuh.
Para pelaku industri mulai merasakan dampak dari pendekatan yang kurang tepat terhadap backend. Salah satu dampak paling umum adalah ketidakstabilan sistem saat jumlah pengguna meningkat. Banyak aplikasi mengalami penurunan performa, bahkan tidak dapat diakses saat traffic tinggi.
Selain itu, biaya operasional juga meningkat secara signifikan. Tim IT harus terus melakukan perbaikan, maintenance, dan debugging yang berulang.
“Sekitar 50–60% anggaran IT kami habis hanya untuk menjaga sistem tetap berjalan,” ungkap seorang CTO startup logistik.
Dampak lainnya adalah menurunnya kepercayaan pengguna. Dalam dunia digital, pengalaman buruk dapat membuat pelanggan berpindah ke kompetitor dalam hitungan detik. Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini juga mempengaruhi persepsi investor. Sistem yang tidak scalable dianggap sebagai risiko dalam investasi.
Perubahan Mindset di Kalangan CEO dan Investor
Perubahan mulai terlihat dalam cara berpikir para pemimpin bisnis dan investor. Jika sebelumnya fokus utama adalah pertumbuhan cepat, kini perhatian mulai bergeser ke arah kualitas fondasi teknologi.
Menurut Mike Maples Jr., investor dari Floodgate:
“Perusahaan harus membangun value terlebih dahulu sebelum mengejar growth.”
Artinya, backend bukan lagi sekadar komponen teknis melainkan faktor utama dalam menentukan keberhasilan bisnis.
Solusi Umum: Antara Kecepatan dan Kualitas
Dalam menghadapi tantangan ini, perusahaan biasanya menggunakan dua pendekatan utama.
Outsourcing Konvensional: Pendekatan ini menawarkan kecepatan dan efisiensi biaya di awal, namun sering kali tidak memberikan solusi jangka panjang.
Membangun Tim Internal: Memberikan kontrol penuh, tetapi membutuhkan investasi besar dan waktu yang lama untuk mendapatkan talenta berkualitas.
Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan masing-masing, namun belum tentu mampu menjawab kebutuhan akan sistem backend yang scalable dan reliable.
Pendekatan Backend Intelligence
Seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem yang lebih kuat, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai Backend Intelligence.Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan sistem, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara menyeluruh. Salah satu perusahaan yang mengadopsi pendekatan ini adalah Sagara Technology.
Untuk mendukung pendekatan tersebut, digunakan berbagai teknologi modern seperti:
Node.js, Golang, Laravel, Kubernetes, dan Docker. Teknologi ini memungkinkan perusahaan membangun sistem yang:
fleksibel, scalable, dan efisien.
Para pelaku industri mulai menyadari bahwa backend bukan lagi sekadar biaya operasional.
Sebaliknya, backend menjadi:
pendorong efisiensi, penjamin stabilitas, dan fondasi pertumbuhan. Dengan backend yang kuat, perusahaan dapat:
meningkatkan performa sistem, mengurangi biaya operasional, dan mempercepat inovasi.
Di era di mana data menjadi komoditas paling berharga, ketangguhan sistem di balik layar menentukan seberapa jauh sebuah perusahaan dapat melangkah. Sagara Technology hadir untuk memastikan bahwa ambisi besar Anda tidak terbentur oleh batasan teknis yang usang.
Dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir dan arsitektur yang adaptif, perusahaan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu mendikte arah pasar.
Transformasi dari backend sebagai biaya menjadi aset strategis adalah kunci untuk memenangkan kepercayaan pengguna dan investor secara permanen. Jangan biarkan fondasi yang rapuh menghambat potensi besar bisnis Anda. Saatnya beralih ke solusi yang memberikan ketenangan pikiran dan ruang tanpa batas untuk berinovasi di masa depan.
Terobosan Prabowo: 21 RSUD Naik Kelas Kini Siap dengan 7 Dokter Spesialis Krusial
Pemerintah akan meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang telah ditingkatkan kualitasnya pada Mei 2026. Peresmian RSUD ini direncanakan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Peningkatan kualitas RSUD tipe D menjadi tipe C ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat, terutama di daerah tertinggal.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi menyeluruh 1.800 perlintasan sebidang kereta api. Pembenahan difokuskan pada wilayah padat penduduk seperti Bekasi guna mencegah kecelakaan lalu lintas. Pemerintah akan membangun flyover di Bekasi dengan bantuan presiden. Anggaran sekitar Rp 4 triliun disiapkan untuk proyek peningkatan keselamatan ini.
Mahfud MD Ungkap Krusial Kasus Andrie Yunus: Peradilan Militer Sah, Tapi Indikasi Sipil Jadi Penentu
Mahfud MD menyatakan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus ini secara resmi ditangani peradilan militer, sebab empat tersangka semua militer. Namun, ada indikasi keterlibatan sipil dan pelaku lain. Mahfud menyarankan peradilan koneksitas sesuai Pasal 170 KUHAP bila terbukti ada campuran militer dan sipil.