Diplomasi Pertahanan: Kunci Korsel Mengukir Pengaruh Diplomatik Global
Professor Choi Jae-duk menjelaskan krisis geopolitik dunia meningkatkan permintaan aset pertahanan. Industri pertahanan Korea Selatan, dengan performa tinggi dan efisiensi biaya, menjadi pilar diplomasi penting. Kerja sama pertahanan memperluas pengaruh diplomatik serta menciptakan kemitraan keamanan jangka panjang, memperkuat posisi Korea Selatan di pasar internasional global.
Kebangkitan Nasional: Menguatkan Kohesi Sosial, Mengukir Sejarah Baru
loading…
Ramdansyah, Praktisi Hukum. Foto: Istimewa
Ramdansyah Praktisi Hukum
SETIAP 20 Mei, bangsa ini kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Upacara digelar, pidato persatuan dikumandangkan, dan optimisme tentang masa depan Indonesia kembali diulang. Namun, di tengah seluruh seremoni itu, tersimpan pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah masyarakat Indonesia hari ini masih memiliki kemampuan untuk hidup bersama sebagai sesama warga negara di tengah krisis kepercayaan yang terus membesar?
Pertanyaan tersebut penting diajukan karena persatuan tidak pernah lahir semata-mata dari slogan kebangsaan. Persatuan hanya dapat bertahan apabila ditopang oleh keadilan sosial, kepercayaan publik, dan ruang demokrasi yang sehat. Tanpa fondasi itu, persatuan mudah berubah menjadi retorika politik yang terdengar indah di permukaan, tetapi rapuh dalam kenyataan sosial.
Dalam Social Cohesion Contested (2024), Dan Swain dan Petr Urban mengingatkan bahwa istilah “kohesi sosial” kerap digunakan negara sebagai bahasa politik untuk menutupi ketimpangan ekonomi dan melemahnya institusi sosial. Masyarakat mungkin tampak tenang, tetapi di bawah permukaan tersimpan kecemasan, ketidakpercayaan, dan kemarahan kolektif yang terus bertumbuh. Ketika ketidakadilan dibiarkan berlarut, solidaritas sosial perlahan terkikis dan hubungan antarwarga menjadi semakin rapuh.
Gejala tersebut semakin terlihat di ruang publik Indonesia. Ketimpangan ekonomi, kekecewaan sosial, dan merosotnya kepercayaan terhadap elite politik dengan mudah berubah menjadi ledakan emosi kolektif. Peristiwa penyerangan kantor kepolisian dan penjarahan rumah anggota DPR menunjukkan bagaimana krisis kepercayaan sosial dapat melahirkan tindakan destruktif yang mengancam tatanan demokrasi.
Tindakan kekerasan tentu harus dikutuk sebagai tindak pidana. Namun, pada saat yang sama, kritik terhadap wakil rakyat dalam bentuk aksi damai tidak boleh diperlakukan sebagai ancaman terhadap negara.
Perpindahan penanganan perkara melalui penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru dari Ditreskrimum pada September 2025 ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Mei 2026 memunculkan pertanyaan publik mengenai kepastian hukum dan jaminan kebebasan berpendapat.
Jepangpakis: Desa Terbaik Nasional Jaga Desa Awards, Mengukir Prestasi dari Jawa Tengah
Desa Jepangpakis, Kudus, meraih juara nasional Abpednas Jaga Desa Awards 2026 kategori kepatuhan entry data. Bupati Kudus mengapresiasi prestasi ini sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas pengelolaan data desa. Capaian ini diharapkan memotivasi desa lain meningkatkan tata kelola pemerintahan. Jepangpakis menjadi role model pengelolaan data desa di Indonesia.
Sekolah Rakyat: Melampaui Asrama Gratis, Mengukir Bakat Siswa Miskin Lewat Taekwondo dan Seni Tari
Siswa Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi mencatat prestasi dari berbagai bidang. Mereka meraih 2 emas, 1 perak, 1 perunggu di Taekwondo Bekasi Open III 2026. Grup pencak silat dan seni tari juga memperoleh medali. Sekolah Rakyat mengembangkan minat bakat serta menyediakan pendidikan gratis bagi siswa.
Pesta Siaga Sragen 2026: Ajang Ratusan Pramuka Mengukir Bakat, Menuju Generasi Emas
SRAGEN — Sebanyak 460 Pramuka Siaga dari seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Sragen mengikuti Pesta Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Sragen Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Gesi, Kamis (16/4/2026), menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengasah keterampilan, keberanian, dan jiwa sosial sejak dini.
Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti beragam aktivitas edukatif yang dikemas dalam bentuk permainan di berbagai “taman kegiatan”. Materi yang diberikan meliputi nilai ketakwaan, keterampilan kepramukaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, hadir dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh Pramuka Siaga mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai Dwi Dharma dalam kehidupan sehari-hari, seperti patuh kepada orang tua serta berani dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, bupati menegaska, kegiatan kepramukaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tangguh, memiliki solidaritas, empati sosial, serta kecintaan terhadap budaya.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana belajar yang positif, tempat anak-anak mengembangkan potensi diri melalui permainan yang edukatif. Kepada para pembina dan pemangku kebijakan, mari kita terus dorong kegiatan Pramuka agar semakin inovatif dan menyenangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Gesi yang juga Kamabiran, Dion Henry Wibowo, menyampaikan, Pesta Siaga merupakan wadah penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga saling mengenal, menambah pengalaman, serta memupuk semangat kebersamaan. Ini juga menjadi ajang seleksi untuk mewakili Kabupaten Sragen di Pesta Siaga tingkat provinsi,” ujarnya.
Manuver Prabowo: Dari Moskow ke Paris, Mengukir Arah Baru Poros Diplomasi Strategis
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia. Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Paris, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Dari Moskow, Prabowo langsung bertolak menuju Paris dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, dan tiba menjelang tengah malam waktu setempat.
Selama berada di Paris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée. Pertemuan tersebut akan membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Indonesia dan Prancis selama ini telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang, antara lain pertahanan, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan; energi dan transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan; serta infrastruktur dan transportasi.
Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan riset, ekonomi kreatif, serta penanganan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Prancis juga menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa dalam mendorong investasi dan perdagangan.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia. (her/dav)
Presiden Prabowo Dianugerahi Grand Order of Mugunghwa, Penghargaan Tertinggi Korea Selatan yang Mengukir Sejarah
Presiden Prabowo Subianto menerima The Grand Order of Mugunghwa, penghargaan kehormatan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan. Presiden Korsel Lee Jae Myung menganugerahkan langsung dalam kunjungan kenegaraan. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi Prabowo memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Korsel dan meningkatkan kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
Dugderan 2026: Wali Kota Agustina Mengukir Akulturasi Barongsai
Pemerintah Kota Semarang pastikan Dugderan 2026 lebih megah. Karnaval tahunan ini mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” memperkuat Semarang sebagai kota toleran. Dugderan adalah panggung inklusivitas masyarakat menyambut Ramadan. Acara ini melibatkan Pawai Budaya Dugder dan Kirab Dugder Anak.
Inovasi Budaya: Tari Mengukir Asa Baru untuk Caping Kalo Khas Kudus
Kerajinan tradisional caping kalo khas Kudus diupayakan pelestariannya lewat seni. “Tari Caping Kalo” diluncurkan, menjaga penutup kepala hampir punah ini. Upaya kolaboratif seniman dan pihak swasta ini penting untuk melestarikan budaya Kudus, Jawa Tengah.
FTIK UIN Walisongo Semarang Ganti Nama: Siap Mengukir Era Baru Pendidikan Tinggi
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang resmi berganti nama menjadi FTIK. Perubahan ini berdasarkan PMA RI Nomor 49 Tahun 2025, berlaku efektif Januari 2026. Fokusnya kini Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, memperkuat kompetensi pendidik. Ijazah mulai Januari 2026 akan memakai nama baru FTIK UIN Walisongo Semarang. Ini penguatan branding tanpa dampak negatif.