Empat ratus enam puluh Pramuka Siaga dari seluruh Kwartir Ranting se-Kabupaten Sragen membanjiri SMP Negeri 1 Gesi pada Kamis, 16 April 2026. Mereka mengikuti Pesta Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Sragen Tahun 2026, sebuah ajang yang diklaim sebagai ruang belajar menyenangkan sekaligus medan penempaan karakter dini.
Acara ini, yang secara resmi dibuka Bupati Sragen Sigit Pamungkas, menjadi panggung bagi narasi pembentukan generasi tangguh, berjiwa sosial, dan berakhlak. Namun, di balik kemasan permainan edukatif, tersimpan agenda besar pemerintah daerah dalam mencetak bibit-bibit unggul yang patuh dan bertanggung jawab.
Agenda Pembentukan Karakter
Para peserta, anak-anak usia Siaga, disibukkan dengan beragam aktivitas di “taman kegiatan” yang dirancang khusus. Materi yang dijejalkan meliputi nilai ketakwaan, keterampilan kepramukaan dasar, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Semua dikemas dalam format permainan, namun esensinya adalah transfer nilai-nilai yang telah ditetapkan.
Bupati Sigit Pamungkas, dalam amanatnya, tidak hanya mengajak peserta bergembira, tetapi juga secara tegas mengingatkan pentingnya penerapan nilai Dwi Dharma: patuh kepada orang tua serta berani dan bertanggung jawab. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan penekanan pada fondasi kepribadian yang diharapkan.
Sigit Pamungkas lebih lanjut menggarisbawahi peran strategis kepramukaan dalam membentuk generasi yang tangguh, memiliki solidaritas, empati sosial, serta kecintaan terhadap budaya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Pesta Siaga bukan hanya rekreasi, melainkan instrumen vital dalam proyeksi masa depan daerah.
Di sisi lain, acara ini juga berfungsi sebagai saringan. Camat Gesi, Dion Henry Wibowo, secara terbuka menyebut Pesta Siaga sebagai ajang seleksi untuk mencari perwakilan Kabupaten Sragen di



Leave a Reply