Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
loading…
Presiden Prabowo Subianto menaiki alat berat saat melakukan panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur. Foto/Biro Pers
TUBAN – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 10 gudang ketahanan pangan, SPPG, dan panen raya jagung yang dibina oleh Polri di Tuban, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Prabowo memimpin panen raya jagung.
Hadir mendampingi Prabowo antara lain, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Prabowo juga terlihat mengenakan topi kobil berwarna krem dan mengendarai alat berat corn reaper machine.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Polri sudah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seribuan SPPG itu dibangun untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Juartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Polri, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG,” kata Sigit.
Prabowo Terima Surat dari Anak Kelas 5 SD: Terima Kasih atas MBG
Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya. Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. (Foto Dok. Bakom RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya.
Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Dengan tulisan tangan dan bahasa yang polos, Marfen menyampaikan rasa terima kasihnya atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ia nikmati di sekolah.
Surat itu diterima Prabowo di sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Sabtu (16/5). Presiden siang tadi meresmikan Museum Ibu Marsinah, monumen penghormatan atas perjuangan aktivis buruh Pahlawan Nasional Marsinah, sekaligus meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi,” tulis Marfen dalam suratnya.
Di penghujung surat, Marfen menyisipkan satu permohonan sederhana yang mencerminkan impian banyak anak seusianya: ingin melihat langsung sang Presiden, bukan hanya lewat layar televisi.
“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.
Surat itu ditutup dengan doa yang tulus. “Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu,” demikian Marfen mengakhiri suratnya.
Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintahan Prabowo menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita) di seluruh Indonesia. Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya, program ini bukan sekadar menu makan siang, melainkan perhatian nyata negara yang terasa hingga ke bangku sekolah. (her/dav)
Prabowo: Tidak Ada Negara yang Bisa Bertahan Tanpa Produksi Pangan yang Berkesinambungan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman dan berkesinambungan. Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Tuban, Sabtu (16/5). (Foto: Tangkapanlayar YouTube Setpres)
Tuban, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman dan berkesinambungan.
Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Tuban, Sabtu (16/5).
“Aman, tertib, dan lancarnya suatu negara sangat ditentukan oleh pangan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo mengatakan pandangannya soal pentingnya pangan didapat dari pengalaman mempelajari sejarah dan tata kelola negara. Ia menilai produksi pangan tidak cukup hanya berhasil dalam satu musim panen, tetapi harus terus terjaga dalam jangka panjang.
“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok-besoknya tidak bagus,” jelasnya.
Prabowo juga mengungkap alasan dirinya merasa dekat dengan petani. Menurut dia, pengalamannya sebagai komandan pasukan tempur membuatnya memahami betapa pentingnya ketersediaan pangan dalam mendukung operasi militer.
“Kalau mau berangkat operasi tempur yang kita cek bukan peluru, tapi ada beras nggak,” katanya.
Prabowo menjelaskan setiap operasi militer selalu dihitung berdasarkan ketersediaan logistik pangan, terutama beras. Ketahanan pasukan, kata dia, sangat bergantung pada pasokan makanan.
Menurutnya, tanpa pasokan pangan yang cukup, tentara juga akan kesulitan menjalankan tugas di lapangan. Karena itu, prajurit sejak awal diajarkan untuk mampu bertahan hidup dan mencari makanan sendiri saat kondisi darurat.
“Kalau ada beras kita hitung berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya kuat untuk lima hari ya lima hari kita operasi, kalau 14 hari ya 14 hari kita operasi. Bayangkan saudara-saudara kalau nggak ada beras? Tentara itu juga susah dia beroperasi,” imbuhnya.
Prabowo kemudian mengenang perjuangan pahlawan kemerdekaan yang hidup dengan keterbatasan. Saat itu, kata dia, perjuangan para pahlawan tetap membara berkat para petani. Sebab, belum ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bisa membiayai.
“Sejarah bangsa mengajarkan kepada kita, waktu kita perang kemerdekaan dulu itu nggak ada APBN, tentara nggak ada gajinya, polisi nggak ada gajinya, nggak ada surat keputusan. Waktu itu para petani yang dukung tentara dan polisi. Rakyat desa keluar memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Mereka punya pisang dikasih, punya ubi dikasih, punya tiwul dikasih,” ucapnya.
Dari pengalaman tersebut, Prabowo mengaku semakin menyadari pentingnya peran petani dan nelayan bagi bangsa. Ia menilai kedua kelompok itu merupakan produsen pangan utama yang menopang kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
“Itulah sejarah bagaimana saya semakin sadar pentingnya para petani dan nelayan. (Mereka) adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” kata Prabowo. (her/dav)
Prabowo Takjub: Inovasi Polri Sulap Tongkol Jagung Jadi Briket, Kunci Ketahanan Pangan & Energi Baru
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman dan berkesinambungan. Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Tuban, Sabtu (16/5). (Foto: Tangkapanlayar YouTube Setpres)
Tuban, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto kagum dengan berbagai inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional, termasuk pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket arang.
Hal tersebut disampaikan Prabowo pada Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden mengaku terkesan dengan berbagai terobosan yang diperlihatkan Polri di tengah tantangan krisis energi global yang saat ini melanda banyak negara.
“Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak, tenang kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menilai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa limbah pertanian yang selama ini tidak bernilai kini dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Tadinya tongkol itu dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Terima kasih Kapolri, terima kasih Polisi RI,” katanya.
Prabowo menegaskan apresiasinya bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas inovasi dan kerja nyata yang dilakukan aparat di lapangan, termasuk di tengah tekanan publik yang kerap menerpa institusi Polri.
“Kalian sering dicaci maki, sedikit-sedikit Polri begini, Polri begitu. Tapi kalian sekarang buktikan,” ujarnya.
Menurutnya, kedekatan Polri dengan masyarakat, kampus, dan kalangan akademisi menjadi kunci lahirnya inovasi-inovasi strategis tersebut. “Karena kalian dekat sama rakyat, dekat sama kampus, dekat sama insinyur dan sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Selain briket dari tongkol jagung, Prabowo juga mengapresiasi inovasi pengembangan pupuk berbahan batu bara berkalori rendah yang dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. “Tadi juga pupuk dari batu bara ini juga luar biasa. Ini mukjizat juga menurut saya. Batu bara kalori rendah kita bisa bikin pupuk,” ujar Prabowo.
Jika inovasi ini berhasil diimplementasikan secara luas, kata Prabowo, Indonesia akan terbebas dari ketergantungan pupuk impor dan semakin berdaulat di sektor pangan. “Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk luar negeri, kita sangat-sangat kuat,” tegasnya.
Untuk mempercepat distribusi hasil inovasi tersebut kepada masyarakat, Presiden mengarahkan agar jaringan Koperasi Merah Putih yang baru saja diresmikan turut dilibatkan sebagai saluran utamanya.
“Tadi kita baru resmikan Koperasi Merah Putih. Nanti ini bisa dimanfaatkan, koperasi Merah Putih bisa menyalurkan briket dari tongkol, bisa juga menyalurkan pupuk dari batu bara dan sebagainya,” pungkasnya. (her/dav)
Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global. Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global.
Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026.
“Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya pada rakyat kita,” tegas Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat pada awal tahun. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, pengeluaran konsumsi pemerintah melonjak hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026.
Belanja negara yang dipercepat sejak awal tahun disebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. (her/dav)
Warga Nganjuk Menangis Haru Saat Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah
Suasana haru menyelimuti peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meresmikan museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan aktivis buruh Marsinah itu. Di antara ribuan hadirin, Nova dan Annisa, dua warga asli Nganjuk, tak kuasa menahan air mata. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Suasana haru menyelimuti peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meresmikan museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan aktivis buruh Marsinah itu.
Di antara ribuan hadirin, Nova dan Annisa, dua warga asli Nganjuk, tak kuasa menahan air mata. Keduanya mengaku tidak menyangka perjuangan Marsinah kini diabadikan dalam sebuah museum yang diresmikan langsung oleh kepala negara.
“Terharu campur aduklah, sangat terharu. Perjuangannya sampai kayak seperti ini,” ujar Annisa tak kuasa menahan air mata. “Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” timpal Nova.
Bagi keduanya, kehadiran Prabowo langsung di Nganjuk juga menjadi kebanggaan tersendiri sebagai warga setempat.
“Sangat bangga sekali Bapak Presiden sampai ke sini. Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” lanjut Annisa.
Mengakhiri perbincangan, keduanya menitipkan satu harapan sederhana untuk sang Presiden. “Semoga Pak Presiden sehat selalu pokoknya. Sehat selalu,” seru mereka.
Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tepat di tanah kelahiran sang pahlawan. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama: gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.
Di dalam museum, sejumlah koleksi pribadi Marsinah telah terpajang, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo. (her/dav)
Prabowo Ungkap Bukti Nyata: Rp10,8 Miliar Uang Beredar Dongkrak Ekonomi Desa
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan menciptakan perputaran uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan menciptakan perputaran uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.
Menurutnya, angka tersebut jauh lebih besar dibanding dana desa yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp1 miliar.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).
Menurut Presiden, dampak MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menghidupkan rantai ekonomi desa, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.
“Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” ujar Prabowo.
Dalam paparannya, Presiden menghitung potensi perputaran ekonomi dari pelaksanaan MBG di tingkat desa. Dengan asumsi 3.000 penerima manfaat dan nilai Rp15 ribu per porsi, uang yang beredar setiap hari dapat mencapai Rp45 juta. “Rp15.000 kali 3.000, Rp45 juta tiap hari,” katanya.
Prabowo menjelaskan, jika dihitung selama 20 hari dalam satu bulan, maka total uang yang beredar mencapai sekitar Rp900 juta per bulan atau Rp10,8 miliar dalam setahun.
“Sebelum ada MBG, kita kirim Rp1 miliar dana desa. Dengan MBG, kita tambah sekitar Rp10 miliar,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, perputaran ekonomi tersebut akan langsung dirasakan masyarakat desa karena kebutuhan pangan dipasok dari lingkungan sekitar.
“Di satu desa ada Rp10,8 miliar yang beredar. Artinya, peternak lele bisa menjual hasilnya, petani bawang merah bisa terjual, pembuat tempe mendapat pembeli, penjual telur juga hidup. Semua produsen di desa itu bergerak,” ujarnya.
Presiden menilai skema tersebut sekaligus mampu memangkas biaya logistik karena pasar tersedia langsung di desa masing-masing.
“Dan kita bisa memangkas biaya logistik. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar, karena pasarnya ada di desa sendiri. Ini adalah dampak dari MBG. Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan, kabupaten, ratusan triliun,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa kombinasi Program MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita. Sekarang saya kira secara jujur para kepala desa, para bupati, sudah mulai merasakan. Ke depan akan lebih merasakan,” tegasnya.
Meski demikian, Presiden mengakui pelaksanaan program berskala besar tentu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang harus terus dibenahi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan seluruh unsur pemerintahan agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
“Pemerintahan saya tidak ragu-ragu. Siapa pun yang melanggar, menyimpang, dan menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” pungkas Presiden. (her/dav)
Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan Sebuah Negara: Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya ketahanan pangan bagi sebuah bangsa saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya ketahanan pangan bagi sebuah bangsa saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat,” kata Prabowo.
Pernyataan Prabowo itu merujuk pada keseriusan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat. Salah satunya adalah dengan KDKMP yang bisa menjadi jawaban atas masalah ekonomi masyarakat di desa, seperti persoalan tengkulak, ketiadaan cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan, kelangkaan barang, akses pembiayaan, dan lain-lain.
Sebanyak 1.061 gerai KDKMP yang sudah beroperasi ini tersebar di dua provinsi, yakni 530 gerai di Jawa Timur dan 531 gerai di Jawa Tengah. Hingga 15 Mei 2026, sebanyak 9.182 gerai KDKMP sudah selesai dibangun.
Prabowo menargetkan pembangunan 80.000 gerai KDKMP di seluruh Indonesia. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa mulai dari penyediaan sistem logistik, offtaker hasil panen petani, distribusi barang subsidi dan nonsubsidi, pusat distribusi keuangan yang disubsidi negara, pemberdayaan UMKM desa, hingga penguatan rantai distribusi pangan nasional.
“Saya kira ini prestasi bangsa Indonesia. Sudah terlalu lama bangsa kita dianggap remeh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah,” kata Presiden.
Prabowo juga kerap menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar, negara kaya. Presiden ingin masyarakat Indonesia tidak inferior.
“Kitaterlalu lama mengidap semacam rasa rendah diri. Kita berprestasi, kita (malah) dihina. Perjuangan yang tidak ringan,” katanya.
Empati besar yang tumbuh dalam diri Prabowo ini juga lahir karena dia adalah mantan tentara. Berkali-kali menjadi komandan di kesatuan TNI.
Prabowo bercerita, sebagai mantan panglima dan komandan pasukan tempur, yang dia pikirkan tidak hanya peluru, tapi juga ketersediaan beras. “Kalau pasukan tidak makan,tidak bisa perang,” katanya.
Prabowo juga ingat betul rakyat selalu berada di belakang tentara di masa kemerdekaan Indonesia. Bahkan, kata Prabowo, rakyat yang memberi makantentara.
Oleh karena itu, program prioritas nasional yang digagas Prabowo selalu bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Seperti, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diciptakan agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan gizi yang cukup.
Lalu, KDKMP diproyeksikan untuk mengangkat ekonomi dari bawah. Ada juga Kampung Nelayan Merah Putih yang tujuan utamanya adalah menyejahterakan masyarakat pesisir, yakni nelayan.
“MBG ini sangat penting. Kita topang dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kita topang lagi, sebentar lagi, desa-desa nelayan. Di ujung semua itu hilirisasi industri,” kata Prabowo. (her/dav)
Prabowo Ungkap Jaminan KDKMP: Sembako, Pupuk, Kredit Murah Siap Sasar Warga di 1.061 Titik!
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Koperasi ini siap beroperasi penuh dengan infrastruktur dan sistem lengkap. Dirancang sebagai penggerak ekonomi rakyat, mendistribusikan sembako, pupuk, gas, logistik, kredit murah, dan menyerap gabah petani. Pembangunan selesai 7 bulan. Target 30.000 koperasi di Agustus.
Prabowo ‘Spill’ Ilmu Komandan untuk TNI-Polri yang Guyub dan Berkinerja Baik
Presiden RI Prabowo Subianto membagikan strategi kepemimpinan yang ia sebut sebagai “ilmu komandan”. Pernyataan itu dilontarkan untuk menjaga kekompakan sekaligus membangun semangat kompetisi untuk kinerja baik antara TNI dan Polri. Ilmu komandan ini disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membagikan strategi kepemimpinan yang ia sebut sebagai “ilmu komandan”. Pernyataan itu dilontarkan untuk menjaga kekompakan sekaligus membangun semangat kompetisi untuk kinerja baik antara TNI dan Polri.
Ilmu komandan ini disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Prabowo mengapresiasi peran semua pihak, termasuk TNI dan Polri, dalam mendukung berbagai program strategis nasional, mulai dari Swasembada Pangan hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengapresiasi soliditas TNI dan Polri yang dinilai berperan aktif dalam berbagai sektor pembangunan di Indonesia.
“Saya terima kasih kepada Panglima TNI juga turun membantu Polri. Saya terima kasih kepada polisi juga yang luar biasa mendukung proses ini. (Ikut menanam) jagung, (membangun) gudang-gudang, kemudian (mengoperasikan) dapur MBG,” ujar Prabowo.
Presiden bahkan menilai keterlibatan Polri dalam mendukung program-program pemerintah menunjukkan kinerja yang semakin baik dan profesional.
“Mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membagikan filosofi kepemimpinannya dalam menjaga hubungan harmonis atau guyub antar-institusi negara.
“Memang ilmu pemimpin tuh kalau ada dua anak buah, kita harus bikin bersaing,” kata Prabowo.
Menurutnya, persaingan sehat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kinerja tanpa menghilangkan semangat kebersamaan.
“Jadi kalau ada Panglima TNI saya puji-puji polisi, nanti kalau ada Kapolri saya puji-puji TNI,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Presiden mengatakan pendekatan serupa juga diterapkan kepada para menteri di kabinet agar seluruh pihak terpacu memberikan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara.
Prabowo kembali menegaskan pentingnya persatuan nasional serta politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi prinsip Indonesia di tengah situasi global yang penuh konflik.
“Kalau kita mau maju, kita ambil kekuatan dari semua pihak itu, dahsyat Indonesia itu. Makanya saudara-saudara, banyak kawasan sedang perang. Indonesia bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua,” kata Prabowo. (her/dav)