Fakta Properti: Bukan Horor Hantu, Rumah Dekat Kuburan Dihantui Sulit Laku dan Harga Anjlok
Rumah dekat kuburan sering diidentikkan dengan horor. Padahal, tantangan utamanya justru rasa sepi, sulit bersosialisasi, dan ketidaknyamanan mengadakan acara. Nilai jual properti dekat pemakaman juga cenderung rendah serta sulit laku. Faktor-faktor rasional ini lebih dominan daripada kesan mistis semata.
Jawa Tengah Tuan Rumah MTQ Nasional 2026: Gelombang Dukungan Berbagai Pihak Memastikan Kesiapan
Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, 11-20 September. JQHNU Jateng mendukung penuh, mempersiapkan seleksi hafiz/hafizah. Pembukaan 12 September di Simpanglima, dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. Acara melibatkan 7.000 peserta dari 37 provinsi. Logo dan maskot MTQ Nasional 2026 menggunakan ikon Tugumuda.
Sragen Berbenah: 20 Rumah Warga Diperbaiki, Sinergi TP PKK dan Pemkab Jadi Contoh Kolaborasi Efektif
Pemerintah Kabupaten Sragen dan TP PKK menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 20 warga Sragen. Setiap penerima memperoleh Rp10 juta untuk perbaikan hunian. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui rumah layak dan sehat. Penyerahan dilakukan di Gedung Sasana Budaya Sukowati pada Kamis, 16 April 2026.
Pemerintah Rampingkan Aturan dan Siapkan Banyak Insentif, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah
Pemerintah terus melakukan berbagai perbaikan dan percepatan dalam merealisasikan program 3 Juta Rumah. Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau miskin mempunyai rumah layak huni. Qodari dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Jakarta, Rabu (15/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus melakukan berbagai perbaikan dan percepatan dalam merealisasikan program 3 Juta Rumah. Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau miskin mempunyai rumah layak huni.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari mengatakan program 3 Juta Rumah sangat penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan masyarakat miskin bisa mempunyai rumah layak, sekaligus mengatasi backlog perumahan untuk sekitar 9,9 juta keluarga.
Tak hanya memastikan masyarakat mendapatkan tempat berlindung, program ini juga akan dijalankan bersama dengan renovasi sekitar 26,9 juta rumah tidak layak huni.
“Bapak Presiden melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berencana memanfaatkan aset negara serta tanah yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan rakyat, khususnya dalam mendukung penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Qodari dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Jakarta, Rabu (15/4).
Untuk mempermudah masyarakat miskin memiliki rumah, pemerintah berupaya merampingkan aturan dan memperbanyak insentif. Salah satunya menghapus retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR dan Percepatan perizinan PBG dari maksimal 28 hari menjadi hanya 10 hari.
Sementara, untuk insentif, pemerintah memutuskan untuk menggratiskan Bea Perolehan Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR.
Pemerintah juga kembali memberikan paket kebijakan ekonomi berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada 2026 dan 2027.
Tak berhenti di situ, kebijakan moneter juga ikut mendukung melalui pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) oleh Bank Indonesia dari 5 persen menjadi 4 persen melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang didukung alokasi likuiditas hingga Rp80 triliun untuk 100.000 unit rumah komersial.
Prabowo juga memastikan agar masyarakat bisa mendapatkan bunga pembiayaan yang murah melalui KUR Perumahan/Kredit Program Perumahan (KPP). Pemerintah menyiapkan anggaran untuk program ini sebesar Rp130 triliun, dengan subsidi bunga 5 persen.
“Seluruh langkah ini merupakan wujud nyata arahan Presiden agar kebijakan berpihak pada rakyat kecil, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik dan mempermudah akses masyarakat terhadap perumahan layak,” terangnya.
Dengan berbagai langkah yang dijalankan, sepanjang 2025 penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 278.868 unit rumah bagi MBR di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, Prabowo memerintahkan untuk menambah kuota masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan murah ini.
Prabowo memerintahkan penambahan kuota dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Ini merupakan kenaikan terbesar sepanjang sejarah.
“Penambahan kuota ini didukung skema KPR yang semakin terjangkau dengan DP 1% dan bunga tetap 5% guna memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi masyarakat,” kata Qodari. (her/dav)
Gandeng Swasta, Pemerintah Siapkan Rumah Susun Subsidi di Bekasi hingga Hunian Tetap di Lokasi Bencana
Pemerintah terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi terobosan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan, yang ditandai dengan groundbreaking pada 8 Maret 2026 di lahan sekitar 30 hektare yang telah clean and clear,” ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).
Qodari menegaskan pemerintah akan terus mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas kebutuhan perumahan di berbagai wilayah di Indonesia. Proyek ini memiliki potensi penyediaan hingga 141.000 unit hunian vertikal dengan penyelesaian secara bertahap.
Dalam pelaksanaannya, Qodari mengatakan pemerintah juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Danantara Indonesia.
Kolaborasi tersebut dinilai berperan penting dalam mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Selain fokus pada kawasan perkotaan, Qodari menyampaikan pemerintah juga menunjukkan komitmen dalam penanganan pascabencana melalui pembangunan hunian tetap (huntap) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
“Pemerintah membangun hunian tetap relokasi bagi masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.603 unit rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan gotong royong,” ucapnya.
Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan program penyediaan hunian tetap telah menunjukkan pencapaian melalui serah terima 120 unit rumah untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Penyerahan hunian tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat.
“Capaian terbaru berupa serah terima 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan pada akhir Maret 2026,” ujar dia. (her/dav)
3 Juta Rumah: Megaproyek Penggerak Ekonomi Nasional, Libatkan 185 Industri dan Buka Jutaan Lapangan Kerja
Pemerintah menyatakan program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto berikan efek berganda pada perekonomian. Program ini melibatkan 185 industri turunan, dari material dasar hingga furnitur, serta menyerap jutaan tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari sampaikan data ini dalam konferensi pers, Selasa (15/4).
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui kolaborasi lintas sektor. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan dukungan Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Pemanfaatan lahan BUMN dan partisipasi swasta, seperti PT Astra dengan komitmen 1.000 unit rusun, menjadi prioritas. Sinergi ini kunci percepatan pembangunan perumahan berkelanjutan.
Percepat Program 3 Juta Rumah, Prabowo Dorong Kampus Lakukan Riset Perumahan di Indonesia
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia melakukan riset dan kajian intensif terkait permasalahan perumahan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program tiga juta rumah untuk masyarakat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kampus-kampus segera melakukan penelitian untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Pak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, dan penanganan permasalahan perumahan,” ujar Brian usai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/4).
Terkait jalannya riset, Brian mengatakan pihaknya dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan terus berkoordinasi membantu terlaksananya penelitian.
“Jadi, nanti Bapak Menteri Perumahan, Pak Ara, akan mengoordinasikan. Kami dari sisi risetnya” ujar dia.
Selain itu, Brian mengatakan Prabowo juga menginstruksikan agar perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Planologi dapat membantu kepala daerah untuk membenahi tata ruang kota/kabupaten. Langkah ini bertujuan menciptakan kota/kabupaten yang berkelanjutan dan inklusif.
“Membantu kepala-kepala daerah sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota atau kabupaten, itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa,” ujar dia. (her/dav)
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Dalami Dugaan Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi
KPK geledah rumah Ono Surono, Anggota DPRD Jawa Barat dan Ketua DPD PDIP Jabar, Rabu (1/4/2026). Penggeledahan terkait dugaan suap proyek Pemkab Bekasi yang jerat Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang. KPK selidiki dugaan penerimaan uang oleh Ono Surono.
KPK menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi PDIP, Ono Surono, di Bandung. Penggeledahan ini terkait dugaan suap proyek Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Ono Surono atau perwakilannya turut menyaksikan proses penyitaan oleh KPK. Juru bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan hal tersebut.