Yusril Tegas: Fungsi Pengawasan Komnas HAM Mutlak, Tak Bisa Diambil Pemerintah.
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bertemu Ketua Komnas HAM membahas Rancangan Perubahan UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Yusril menekankan penguatan kelembagaan HAM, menegaskan fungsi pengawasan dan penegakan HAM tidak bisa diambil alih pemerintah.
Vonis 13 Tahun Eks Dirut Indofarma Disorot: Kuasa Hukum Pertanyakan Tak Ada Bukti Aliran Dana
Vonis 13 tahun penjara Arief Pramuhanto, mantan Dirut PT Indofarma, disorot kuasa hukum. Mereka menilai putusan kasus korupsi ini berlebihan karena tidak ada bukti aliran dana ke rekening pribadi atau indikasi memperkaya diri. Arief juga dihukum membayar uang pengganti Rp 222,7 miliar.
Mengungkap Tabir Korupsi Kemnaker: Fakta Tak Terduga Terkuak di Persidangan
Sidang korupsi Kemnaker mengungkap praktik pungutan nonteknis telah berlangsung sejak 2012. Kuasa hukum Irvian Bobby Mahendro menyatakan kliennya hanya menjalankan sistem yang menjadi budaya. Terdakwa level bawah tidak menentukan besaran pungutan. Pihak penyedia jasa sudah mengetahui nominal yang harus dibayarkan dalam kasus Kemnaker ini.
Di Balik Gemerlap Apartemen: 4 Kekurangan Tersembunyi yang Tak Dicantumkan dalam Iklan.
Dari berbagai bentuk hunian, bisa kita bilang bahwa apartemen selalu dibayangkan sebagai hunian yang paling mewah sekaligus praktis. Apartemen ibarat tempat tinggal di gedung tinggi yang dilengkapi dengan segala fasilitas yang luks. Memang ada pula apartemen yang dirancang untuk bersaing di pasar dengan harga yang lebih murah, tapi bayangan kita akan tempat tinggal satu ini masih saja tentang kemewahan, kan?
Apartemen belakangan ini juga jadi pilihan orang-orang yang tinggal dan bekerja di kota besar. Kedua fenomena ini nggak cuma terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di negara lain, salah duanya yang saya ketahui adalah Korea Selatan dan Turki.
Tahun 2022 lalu, artikel serupa pernah ditulis dengan judul 4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan. Nah, empat tahun setelahnya, saya mau menambahkan beberapa kekurangan tinggal di apartemen yang nggak akan kita temukan di brosur.
#1 Tinggal di apartemen bikin ketergantungan pada segala hal
Menurut pengakuan banyak penghuni, tinggal di apartemen akan membuat kita super-mandiri karena kita berada di lingkungan yang individualis. Kebanyakan penghuni nggak kenal dengan tetangganya sendiri, bahkan yang berada di lantai yang sama.
Akan tetapi, jangan dikira tinggal di apartemen bisa benar-benar membuat kita mandiri. Iya, “mandiri” dalam hal hubungan dan interaksi sosial. Padahal yang sebenarnya terjadi, penghuni itu ketergantungan pada segala hal. Mereka over-dependence pada sistem.
Di apartemen, air dan listrik itu sudah termasuk dalam fasilitas bulanan. Bayangkan kalau air dan listrik itu mati, bahkan beberapa jam saja. Pasti suasana di dalamnya sudah chaos. Kalau tinggal di rumah, mungkin kita masih bisa numpang di rumah tetangga untuk mandi atau menyalakan lilin.
Akan tetapi, di apartemen, mana bisa ketok-ketok pintu tetangga dan numpang mandi. Semua penghuni akan merasakan kekacauan yang sama. Apalagi kalau listrik mati, otomatis lift juga ikut nggak berfungsi. Langsung bingung kan penghuni yang menempati lantai atas.
#2 Tinggal di apartemen justru nggak bebas sama sekali
Memilih tinggal di apartemen artinya siap menaati semua peraturan, sebesar dan sekecil apapun itu, dari awal hingga akhir masa tinggal. Mulai dari jam tamu, aturan parkir, sampai larangan dari A sampai Z, semuanya pasti bisa kita temukan di apartemen.
Memang, peraturan tersebut dibentuk untuk menciptakan kenyamanan antara setiap penghuni. Tapi, buat orang yang berjiwa bebas, tinggal di apartemen malah terasa seperti mengekang. Aturan sekecil apapun bisa dengan mudah bikin stres.
Ya, ibaratnya tinggal di apartemen itu kayak hidup di dalam daftar peraturan yang nggak kita buat lah.
#3 Sepi sekaligus hampa jadi teman sehari-hari
Interaksi sosial di apartemen memang cenderung individualis dengan para penghuninya mengurus urusan masing-masing. Kalau nggak kepepet banget, hampir nggak ada gotong royong atau saling membantu antarpenghuni di sana. Buat para introvert atau yang baterai sosialnya lemah, tinggal di hunian macam ini bisa menjadi pilihan terbaik karena nggak perlu berinteraksi dengan orang lain.
Akan tetap, kalau kita lihat dari perspektif yang lebih luas, sebenarnya sepinya apartemen itu bukan sekadar sepi. Di sana, hampir nggak ada suara kehidupan dari aktivitas organik.
Bayangin deh, kalau tinggal di kampung kita masih bisa mendengar suara masyarakat saling berinteraksi, mulai dari ibu-ibu ngobrol sambil beli sayur, bapak-bapak kerja bakti di Minggu pagi, sampai anak-anak yang heboh jajan cilok sepulang sekolah. Tanpa kita sadari, suara-suara ini yang membuat hidup kita berwarna.
Sebaliknya, di apartemen semua suara itu “dikontrol”. Kebisingan itu dilarang di hampir semua apartemen dengan alasan kenyamanan. Introvert mentok pun kadang masih butuh suara dan interaksi nggak sih? Tapi, di apartemen, kehampaan ini membuat kehidupan jadi nggak hidup lagi.
#4 Makin tinggi lantai, makin jauh penghuninya dari bumi
Tinggal di apartemen artinya tinggal di gedung berlantai tinggi dengan keterbatasan ruang. Seluas-luasnya hunian ini, tetap kalah dengan rumah di desa sekalipun, khususnya dalam hal hubungan dengan alam.
Di artikel terdahulu sudah dibahas keterbatasan ruang di apartemen seperti soal susahnya mengadakan acara besar, memelihara hewan peliharaan, dan mencuci kendaraan. Ada hal lain nih yang belum disebut dari segi alam.
Di apartemen, nggak ada tanah dan halaman yang bisa membuat kita terkoneksi dengan alam. Coba bayangkan kalau kita tinggal di lantai 10, misalnya. Letak tempat tinggal kita saja sudah jauh dari pucuk tertinggi pohon. Kita mungkin nggak akan pernah mendengar lagi cuitan burung di pagi hari, apalagi dengar ayam jantan berkokok.
Selain itu, nggak adanya halaman membuat kita nggak bisa leluasa menjemur pakaian. Alhasil, ketergantungan dengan mesin pengering atau laundry. Kita juga nggak bisa menanam tanaman secara bebas maupun memegang rumput, sebagaimana yang dikatakan netizen, “Touch some grass!”.
Tinggal di apartemen memang tampak mewah dan berkelas. Namun, banyak juga sisi kekurangannya yang harus dipikirkan ulang, terutama jika kamu adalah seseorang yang bebas, nggak suka dikekang aturan, dan suka ruang yang luas.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk: Simbol Perjuangan Buruh yang Tak Lekang Waktu
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mendukung perjuangan buruh. Ia berencana meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, dalam waktu dekat. Pada Hari Buruh Internasional di Monas, Prabowo juga meneken Perpres perlindungan pekerja transportasi online dan meratifikasi Konvensi ILO 188 untuk awak kapal.
May Day 2026 di Monas Bakal Dihadiri Presiden, KSPSI Pastikan Tak Pakai Anggaran Negara
loading…
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam konferensi persnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026). Foto: Felldy Utama
JAKARTA – Elemen buruh menegaskan bahwa tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk pelaksanaan perayaan hari buruh atau May Day yang digelar di Monas, pada Jumat (1/5/2026) lusa. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah dikonfirmasi akan hadir dalam perayaan tersebut.
“Saya tegaskan, biaya May Day tahun ini tidak menggunakan APBN kementerian mana pun. Tidak ada, tidak ada dana negara dipakai sepeser pun saya tahu persis. Tidak ada, baik kaos, payung dari Presiden, pendirian panggung, konsumsi semuanya,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam konferensi persnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).
Oleh karena itu, dia menyampaikan kembali tidak ada anggaran negara baik di Kementerian atau lembaga tertentu. Dia menyebut, terselenggarannya perayaan May Day 2026 di Monas ini berkat uluran tangan orang-orang baik yang sayang pada pergerakan buruh Indonesia.
Pengangkatan Jumhur Hidayat, Pengamat: Tak Ada Dendam Politik dalam Kamus Prabowo
Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (27/4) kemarin. Pengangkatan Jumhur mendapat apresiasi dari kalangan pengamat. Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, melihat langkah Presiden RI Prabowo mengangkat Jumhur murni karena melihat kapabilitas. Hal itu dikatakan Bawono, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah.
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup diapresiasi. Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, melihat langkah Presiden RI Prabowo Subianto mengangkat Jumhur murni karena melihat kapabilitas.
“Pesan politik dari pengangkatan Jumhur, tidak ada istilah dendam politik di dalam kamus politik Presiden Prabowo,” kata Bawono, Selasa (28/4).
Menurutnya, Prabowo tak memandang latar belakang politik seseorang ketika dianggap layak.
“Demi menempatkan figur tepat dan kompeten sesuai bidang dan keahlian, maka semua diabaikan oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.
Pengangkatan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq menjadi salah satu yang menyita perhatian publik pada Senin (27/4) siang di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pasalnya, latar belakang politik Jumhur saat masa Pemilihan Presiden 2024 berseberangan dengan Prabowo. Jumhur saat itu menjabat sebagai Co-Captain atau orang nomor dua dalam Tim Nasional Pemenangan pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar.
Selain itu, Jumhur juga masih menjabat ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Organisasi itu menyokong penuh pasangan berakronim ‘Amin’ tersebut.
Jadi, kata Bawono, Jumhur bukanlah termasuk orang yang ‘berkeringat’ bagi pasangan Prabowo – Gibran di Pilpres 2024.
“Tapi fakta politik itu tidak lantas menutup keterbukaan hati serta pemikiran dari Presiden Prabowo untuk menunjuk Jumhur sebagai menteri di kabinet yang beliau pimpin,” kata dia. (her/dav)
Sanggahan Ade Armando: JK Tak Menista Agama, Namun Jejak Digital Bicara Lain?
Akademisi Ade Armando menegaskan tidak menuduh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan penistaan agama. Ade menyatakan kalimat JK pada ceramah UGM bermasalah, bukan kategori penistaan agama. Pernyataan Ade Armando tersebut disampaikan dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa malam. Laporan terkait datang dari koalisi advokat, bukan JK.
CEO DeepMind Ungkap Rutinitas Tak Biasa, Kerja Dini Hari dan Tidur Pagi
Foto: Google
Teknologi.id– Rutinitas kerja CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, terbilang tidak biasa dan secara tegas diakuinya tidak untuk ditiru. Berbeda dengan petinggi perusahaan teknologi lain seperti Sundar Pichai, Tim Cook, dan Mark Zuckerberg yang dikenal memiliki jadwal tidur relatif teratur pada malam hari, Hassabis justru tidur sekitar enam jam per hari yang baru dimulai setelah waktu subuh.
Dalam wawancara terbarunya bersama Fortune, Hassabis membenarkan pola hidupnya yang di luar kebiasaan umum tersebut.
“Saya mencoba tidur enam jam, tetapi kebiasaan tidur saya tidak biasa. Saya mengaturnya (tidur) di siang hari,” kata Hassabis.
Pola Kerja ‘Dua Sif’
Dalam menjalankan kesehariannya, Hassabis membagi hari kerjanya ke dalam dua fase atau sif yang terpisah.
Pada hari kerja pertama, ia beraktivitas layaknya eksekutif pada umumnya. Ia berada di kantor untuk menyelesaikan berbagai agenda rapat dan aktivitas operasional perusahaan. Setelah jam kantor selesai, ia pulang ke rumah, makan malam, dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Namun, aktivitas kerjanya belum selesai. Setelah fase jeda tersebut, Hassabis memulai “hari kerja kedua” yang berlangsung dari pukul 22.00 malam hingga 04.00 pagi. Rentang waktu dini hari ini ia dedikasikan secara khusus untuk fokus berpikir, melakukan riset, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat kreatif.
Mengenai pilihan waktu tersebut, Hassabis menyebut bahwa dirinya memang bukan tipe orang yang produktif jika harus bekerja penuh pada pagi atau siang hari. Berdasarkan pengalamannya, ia merasa bisa bekerja secara lebih optimal pada waktu dini hari. Baru setelah aktivitas sif keduanya selesai sekitar pukul 04.00 pagi, Hassabis pergi tidur hingga pukul 10.00 pagi, lalu kembali bersiap menuju kantor.
Pola kerja ekstrem ini bukan hal baru bagi Hassabis. Ia telah menjalankannya selama sekitar satu dekade, tepatnya sejak ia memimpin DeepMind. Laboratorium kecerdasan buatan (AI) tersebut didirikan pada tahun 2010, sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada 2014.
Pada tahun 2023, Google mengambil langkah strategis dengan menggabungkan DeepMind dan Google Brain untuk membentuk divisi baru bernama Google DeepMind. Divisi gabungan inilah yang kini bertanggung jawab mengembangkan berbagai produk AI milik Google, termasuk pengembangan model bahasa besar (LLM) Gemini.
Meski pola kerja tersebut telah dijalaninya bertahun-tahun, Hassabis menyadari bahwa kebiasaan tidurnya sama sekali tidak ideal. Ia secara terbuka mengakui rutinitas ini berpotensi membawa dampak kurang baik bagi otak. Hal ini sejalan dengan anjuran medis secara umum yang menyarankan orang dewasa untuk memiliki waktu tidur berkisar antara 7 hingga 9 jam per hari.
Di industri teknologi, pola kerja ekstrem yang memotong jam tidur memang kerap diungkap oleh petinggi perusahaan, terutama saat mereka berada di fase awal membangun bisnis. CEO Tesla, Elon Musk, adalah salah satu contohnya.
Dalam wawancara dengan Bloomberg pada 2018, Musk mengaku hanya tidur sekitar enam jam demi menjaga produktivitas kerjanya. Bahkan, Musk menyatakan pernah harus tidur di lantai pabrik Tesla selama periode produksi tertentu.
Kendati fenomena ini kerap terjadi di kalangan pemimpin industri teknologi, pengakuan Hassabis kembali menegaskan satu hal: pola kerja intens dan jam tidur minim bukanlah sebuah kebiasaan yang direkomendasikan untuk diikuti oleh publik.
DPR Soroti: Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Justru Tak Perlu Naik?
Anggota Komisi VII DPR, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi langkah pemerintah menyikapi kenaikan harga avtur. Pemerintah menaikkan fuel surcharge serta memangkas PPN tiket pesawat dan meniadakan bea masuk suku cadang. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban maskapai dan dinilai mampu mengimbangi kenaikan biaya avtur.