TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
loading…
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti pelibatan prajurit TNI dalam mengatasi tindak kriminal seperti begal. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti pelibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) dalam mengatasi tindak kriminal seperti begal. Dave menegaskan, pelibatan militer itu harus terukur dan punya dasar hukum yang jelas.
Dave mengatakan, keamanan dan rasa aman masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan, negara memang memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa rasa takut.
“Dalam konteks pelibatan TNI, tentu perlu dilihat secara proporsional dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dave dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Prinsipnya, kata dia, TNI memiliki tugas utama di bidang pertahanan negara, sementara penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat berada dalam ranah kepolisian. Untuk itu, ia menilai, penanganan tindak kriminal seperti begal pada dasarnya merupakan kewenangan aparat kepolisian.
Bertemu Macron, Prabowo: Indonesia Jadi Negara Asia Pertama yang Ikut Defile di Eropa
loading…
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang ikut parade defile di Eropa. Foto/SindoNews
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang ikut parade defile di Eropa. Menurut Prabowo, hal tersebut menjadi suatu kehormatan yang diberikan pemerintah Prancis.
Hal itu disampaikan Prabowo saat Joint Press Statement bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5/2026). Mulanya, Prabowo mengapresiasi atas sambutan Prancis saat kehadirannya itu.
“Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, penghargaan yang setinggi-tingginya atas penerimaan yang begitu besar, yang begitu baik, penuh kehormatan untuk saya dan delegasi saya,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Kemudian, Prabowo mengungkapkan, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang ikut parade defile di Eropa. Menurutnya, hal tersebut menjadi suatu kehormatan yang diberikan pemerintah Prancis.
“Tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Perancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang Defile di benua Eropa,” ujarnya.
Di sisi lain, hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis selama ini memang tergolong baik. Prabowo mengaku, di tahun ini saja, ia sudah 3 kali berkunjung ke negara ini. “Hubungan Indonesia dan Perancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini,” ujar dia.
Prabowo dan Diaspora Prancis: Menguak Sosok Pejuang Modern yang Tak Gentar
Diaspora Indonesia di Prancis, Ida Digong, menyebut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai sosok pejuang modern yang memiliki semangat kerja tinggi dan tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. Hal itu dikatakan Ida usai salat Iduladha 1447 H bersama Presiden Prabowo di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Paris, Idola 92.6 FM-Diaspora Indonesia di Prancis, Ida Digong, menyebut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai sosok pejuang modern yang memiliki semangat kerja tinggi dan tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan kepentingan bangsa.
“Sosok Prabowo bagi saya, dia itu keras. Karena harus ada orang yang bisa disiplin, mengarahkan kepada masyarakat,” ujar Ida usai salat Iduladha 1447 H bersama Presiden Prabowo di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5).
Menurutnya, karakter tegas Presiden Prabowo dibutuhkan untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan disiplin.
“Jadi dia memberi contoh. Dia itu kerja keras banget, enggak kenal capek. Padahal perjalanan itu kan enggak gampang kalau ke Eropa,” katanya.
Ida mengaku kagum melihat semangat Presiden Prabowo yang dinilainya tetap penuh energi di tengah padatnya agenda internasional. Ia berharap kepemimpinan Prabowo mampu membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Dia itu wajahnya selalu berseri. Memancarkan bahwa dia itu semangat 45. Pejuang yang benar-benar pahlawan modern, Harapan kita Indonesia Jaya 2045 akan tercapai berkat Prabowo,” katanya.
Ida menegaskan dirinya bersama komunitas diaspora Indonesia siap mendukung promosi Indonesia di tingkat internasional, khususnya di sektor pertanian dan kopi nasional.
“Jadi kita Insyaallah dari diaspora di Perancis akan membantu juga. Saya cinta petani di Indonesia ya. Karena petani kita juga canggih sekarang,” ujarnya.
Ida mengungkapkan, dirinya mengelola yayasan pertanian melalui Alko Cafe Blockchain yang membina petani di Indonesia. Ia juga aktif mempromosikan produk pertanian Indonesia di Eropa melalui berbagai pameran internasional.
“Saya punya yayasan pertanian di Indonesia dengan Alko Cafe Blockchain. Insyaallah saya akan keliling Eropa demi petani kopi Indonesia,” ujarnya.
Menurut Ida, kopi Indonesia memiliki kualitas unggul yang layak dikenal dunia internasional. “Karena kopi Indonesia nomor satu di dunia. Terima kasih Pak Prabowo untuk segala hal tentang petani,” katanya.
Ia turut mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Ida menilai kemampuan diplomasi Presiden Prabowo menjadi salah satu kekuatan penting Indonesia di mata dunia.
“Memperkuat kerja sama dengan Prancis. Dia itu pandai sekali berdiplomasi, menjaring relasi internasional,” katanya.
Selain itu, Ida juga menyampaikan apresiasi kepada Didit Hediprasetyo (anak kandung Presiden Prabowo) yang dinilainya berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia fesyen internasional.
“Mas Didit juga saya bangga banget. Dia sebagai desainer internasional yang kerja keras,” ujarnya.
Ida menyampaikan doa dan dukungan diaspora Indonesia di Prancis untuk Presiden Prabowo dan seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya sangat bangga dengan Pak Prabowo. Tapi dia harus sehat, saya doakan. Salam diaspora, salam dari seluruh warga Indonesia yang ada di Prancis,” pungkasnya. (her/dav)
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
loading…
Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang sempat ditahan Israel tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto/SindoNews
TANGERANG – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore. Berdasarkan pantauan, rombongan tampak tiba melalui Terminal 3 Gate 2 kedatangan internasional pada pukul 16.37 WIB.
Sejumlah relawan dan sanak keluarga tampak lebih dulu memadati area Terminal 3 untuk menyambut kedatangan sembilan aktivis tersebut. Mereka membawa sejumlah atribut, seperti bendera Palestina, poster, serta banner yang salah satunya bertuliskan Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan.
Pekikan Free, free Palestine dari relawan terdengar begitu kesembilan WNI terlihat memasuki area terminal bandara. Rombongan tampak dalam kondisi sehat dan berjalan kaki menghampiri awak media yang telah menunggu.
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
loading…
Momen haru bocah 9 tahun membawa poster untuk menyambut ayahnya dan 8 WNI lainnya anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang pulang ke Tanah Air usai ditahan Israel, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Foto/Yuwan
JAKARTA – Momen haru mewarnai kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang pulang ke Tanah Air usai ditahan Israel, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Seorang bocah bernama Hanan (9) tampak setia menunggu kepulangan sang ayah, Ronggo Wirasanu sejak sore di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Di tengah kerumunan relawan dan keluarga yang memadati area kedatangan internasional, Hanan rela berdiri berdiri berdesak-desakan sambil membawa poster bertuliskan “Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku”. Dia sengaja mengincar posisi paling depan agar ayahnya bisa membawa poster itu. Adapaun poster itu dibuat khusus dengan gambar wajah sang ayah hasil karyanya sendiri.
Sesekali Hanan tampak menatap ke arah pintu kedatangan internasional, menanti sosok ayahnya muncul bersama rombongan sembilan WNI yang baru tiba dari luar negeri.
Saat ditanya bagaimana perasaannya menjelang bertemu sang ayah setelah berpisah sekitar satu bulan, bocah itu menjawab singkat.
Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif
loading…
Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan kepada TNI dan Polri untuk menciptakan lulusan dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, bijaksana, dan adaptif. Foto/BPMI Setpres
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan kepada TNI dan Polri untuk menciptakan lulusan dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, bijaksana, dan adaptif untuk menghadapi berbagai dinamika hingga tantangan.
Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat kepada 1.000 perwira siswa dari berbagai lembaga pendidikan pengembangan TNI dan Polri di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (25/5/2026).
“Pembekalan yang diberikan Presiden juga merupakan bentuk dukungan bagi TNI dan Polri dalam menciptakan kepemimpinan yang kuat, bijaksana, dan adaptif untuk menghadapi berbagai dinamika hingga tantangan,” tulis akun media sosial @presidenrepublikindonesia.
Diketahui, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Udara, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.
Manasik Haji: Penemuan Terbesar yang Menguak Dimensi Baru
loading…
Fahmi Salim, Direktur Al-Fahmu Institute, Penulis Buku Haji dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan. Foto/SindoNews
Fahmi Salim Direktur Al-Fahmu Institute Penulis Buku “Haji dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan”
DI SEPANJANG sejarah manusia, para ilmuwan dan sejarawan sering berbicara tentang penemuan-penemuan besar yang mengubah arah peradaban. Roda memudahkan mobilitas manusia. Api mengubah cara bertahan hidup. Listrik melahirkan revolusi industri. Bahkan penemuan atom menggeser wajah politik dunia modern.
Namun di atas semua itu, ada satu “penemuan” yang jauh lebih besar dan lebih menentukan masa depan manusia: penemuan tentang jalan menuju Tuhan. Dan itulah yang diwariskan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam melalui manasik haji.
Sebagaimana ditulis Abbas Mahmud al-Aqqad (1889-1964), penulis prolifik asal Mesir, dalam bukunya Ibrahim Abu-l Anbiya’: “Penemuan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim merupakan penemuan manusia terbesar dan yang tak dapat diabaikan para ilmuwan atau sejarawan. Ia tak dapat dibandingkan dengan penemuan roda, api, listrik, atau rahasia-rahasia atom betapa pun besarnya pengaruh penemuan-penemuan tersebut.”
Karena itu, memahami haji tidak cukup hanya sebagai ritual tahunan umat Islam. Haji adalah rekonstruksi sejarah tauhid. Ia adalah museum hidup perjalanan Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menemukan Tuhan, membangun peradaban iman, dan melawan penyembahan terhadap dunia.
Allah berfirman: “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu ia menunaikannya.” (QS. Al-Baqarah: 124)
Ayat ini menunjukkan bahwa Ibrahim bukan sekadar nabi biasa. Ia adalah manusia yang berhasil melewati ujian-ujian besar kehidupan hingga layak menjadi imam bagi manusia. Dan seluruh manasik haji sesungguhnya adalah jejak-jejak perjalanan spiritual itu.
Ketika jamaah thawaf mengelilingi Ka’bah, mereka sedang mengingat pusat tauhid yang dibangun Ibrahim bersama Ismail: “Dan ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail…” (QS. Al-Baqarah: 127)
Ka’bah bukan sekadar bangunan batu hitam di tengah padang pasir. Ia adalah simbol revolusi spiritual terbesar dalam sejarah manusia: memindahkan pusat penghambaan manusia dari makhluk menuju Allah semata.
Begini Peran Mantan Anggota Ombudsman Yeka Hendra yang Jadi Tersangka Obstruction of Justice
loading…
Kejagung mengungkap peran mantan anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika (YHF) dalam kasus perintangan penyidikan (obstruction of justice) perkara korupsi CPO tahun 2022. Foto: Riyan Rizky
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap peran mantan anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika (YHF) dalam kasus perintangan penyidikan (obstruction of justice) perkara korupsi Crude Palm Oil (CPO) atau bahan mentah minyak goreng tahun 2022. Penetapan Yeka sebagai tersangka berawal dari kasus minyak goreng yang menyeret mantan Dirjen Daglu Kemendag Indra Sari Wisnu Wardhana.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, pada Februari 2022 Yeka menginisiasi Ombudsman untuk menginvestigasi maladministrasi dalam penyediaan dan stabilisasi harga minyak goreng oleh Kemendag.
Yeka kemudian mengubah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 418 tertanggal 15 Agustus 2022. “YHF mengubah materi laporan Ombudsman yang semula terkait dengan kelangkaan minyak goreng menjadi pencabutan DMO atau Domestic Market Obligation,” ujar Syarief dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, Yeka juga melanggar hukum karena menyebarkan LHP Ombudsman yang seharusnya hanya diberikan kepada Kemendag sebagai terlapor. LHP itu diterima advokat Marcella Santoso dan tim legal AALF.
Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
loading…
Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri Kombes Pol Muhammad Arsal Sahban bersama masyarakat. Foto/istimewa
JAKARTA – Nama Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri Kombes Pol Muhammad Arsal Sahban masuk dalam tiga besar diajang Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berintegritas. Kategori yang oleh para juri disebut sebagai yang paling sulit, berlapis verifikasinya, dan paling bergengsi dalam ajang ini.
Sebab dalam kategori ini, rekam jejak kandidta harus ditelusuri secara menyeluruh dan berlapis, mulai dari kewajaran laporan keuangan LHKPN, ada tidaknya konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas, gaya hidup, hingga konfirmasi silang dari berbagai sumber independen. Kategori ini, menurut para juri, akan menjadi wajah utama Polri di hadapan masyarakat.
Masuknya nama Kombes Pol Muhammad Arsal ini bukan tanpa alasan. Dia dinilai berhasil dalam menjalankan tugasnya selama menjabat sebagai Kapolres Lumajang.
Lumajang kala itu sudah dikenal luas di Jawa Timur sebagai “kota begal.” Angka kriminalitas tinggi, kepercayaan masyarakat pada aparat rendah, dan ketakutan berkendara malam hari sudah menjadi bagian keseharian warga.
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Menlu: Terima Kasih kepada Turki hingga Yordania
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, Minggu (24/5), menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sebelumnya mengalami penangkapan dan penahanan oleh otoritas Israel.
Dalam penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat yang membantu proses penjemputan para aktivis GSF yang ditahan di Pelabuhan Ashdod oleh otoritas Israel, termasuk para relawan asal Indonesia.
“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang telah membantu. Secara khusus, pemerintah Turki juga membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod,” kata Sugiono.
Menteri Luar Negeri juga mengapresiasi para aktivis GSF 2.0 atas upaya mereka memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan menyerukan perdamaian.
Pemerintah Indonesia kembali mengecam tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan WNI GSF 2.0 oleh otoritas Israel. Menurut Sugiono, intersepsi dan penahanan terhadap para aktivis tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.
“Kami juga telah menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu. Ini merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan,” imbuh Sugiono.
Tak Terbukti Langgar Aturan
Panitia Pusat GSF sekaligus Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, menegaskan bahwa para aktivis GSF tidak terbukti melanggar aturan apa pun.
Maimon menjelaskan bahwa proses penjemputan dan pemulangan para WNI dilakukan secara bertahap oleh GPCI bersama panitia GSF sejak para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod. Para aktivis terlebih dahulu menjalani proses registrasi serta pendampingan hukum sebelum dipindahkan ke Penjara Ketziot.
Pendampingan hukum terhadap para relawan terus dilakukan oleh tim Adalah Legal Center hingga mereka kemudian dibawa menggunakan bus menuju Bandara Ramon di Eilat. Dari bandara tersebut, para aktivis dipulangkan menggunakan tiga pesawat yang telah disiapkan pemerintah Turki.
“Saya berterima kasih kepada Kemenlu yang sudah memberikan tiket pulang. Alhamdulillah, terima kasih Kemenlu, hatur nuhun, dan juga telah membantu proses di bandara,” ujar Maimon.
Maimon juga mengatakan bahwa Global Sumud Flotilla saat ini tengah membangun kasus hukum internasional terkait penangkapan para aktivis tersebut karena adanya dugaan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh otoritas Israel.
Pencegatan terhadap armada kemanusiaan GSF di perairan internasional oleh otoritas Israel pada Senin (18/5) berujung pada penangkapan sekitar 430 aktivis dari 44 negara, termasuk sembilan WNI.
Selama masa penahanan, para aktivis dilaporkan mengalami sejumlah tindakan kekerasan serta perlakuan tidak manusiawi oleh otoritas militer Israel.
Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran yang dilakukan secara intensif oleh Pemerintah RI bersama berbagai pihak, termasuk GSF dan GPCI, kesembilan WNI akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki, sebelum kembali ke Tanah Air. (her/dav)