Wisuda Mahad Abu Bakar UMS: Generasi Baru Ahli Bahasa Arab Terlahir

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Wisuda Ma’had Abu Bakar As-Siddiq. Acara ini mencetak lulusan mumpuni Bahasa Arab, siap berdakwah global dan memperkuat pendidikan keislaman. Penguasaan Bahasa Arab menjadi bekal penting untuk diplomasi, dakwah, serta peluang karier di era Kecerdasan Buatan. UMS menegaskan visi World Class University.

1,182
Wisuda Ma'had Abu Bakar UMS: Mencetak Generasi Ahli Bahasa Arab Baru

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Ma’had Abu Bakar As-Siddiq pada Rabu, 14 Januari 2026, mewisuda lulusan yang diklaim “mumpuni Bahasa Arab” untuk misi “dakwah global”. Acara yang digelar di Auditorium Moh Djazman Kampus I UMS, Solo, ini memaksakan klaim mencetak “kader pencerah” dan “daya saing global” di tengah tantangan era Kecerdasan Buatan (AI), tanpa penjelasan konkret bagaimana kurikulum ma’had tersebut benar-benar membekali alumni menghadapi kompleksitas global modern dan teknologi.

Fokus Tradisional di Tengah Revolusi AI

Acara wisuda tersebut diwarnai muhadharah ilmiah oleh Syaikh Rasyid Mansur Ash-Shabahi, yang mengangkat tema “Bahasa Arab antara Tanggung Jawab Umat Islam dan Tantangan Era Kecerdasan Buatan (AI)”. Pengakuan terhadap AI ini ironisnya tidak diimbangi dengan detail program studi yang adaptif, melainkan justru mempertegas fokus pada penguatan pendidikan keislaman tradisional.

Ma’had Abu Bakar As-Siddiq, di bawah naungan UMS, mengklaim terus berupaya melahirkan “kader-kader terbaik umat” yang siap menjadi pendidik, dai, dan mubaligh. Program unggulan yang digalakkan sejak tahun ini meliputi khutbah Jumat berbahasa Arab serta kajian kitab turats, rutin diikuti mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan-kegiatan ini, meski bernilai keagamaan, belum menjamin relevansi dan daya saing di kancah global yang serba cepat dan digital.

Direktur Ma’had, Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., juga menyampaikan lima wasiat kepada wisudawan: menjaga ketakwaan, melanjutkan pembelajaran bahasa Arab, istiqamah menuntut ilmu syar’i, mengamalkan ilmu dengan mengajar dan berdakwah, serta mencintai almamater. Wasiat ini jelas menekankan penguatan internal keislaman, tetapi gagal menyentuh aspek strategis bagaimana lulusan akan benar-benar “mencerahkan masyarakat” atau bersaing di panggung global yang jauh lebih sekuler dan beragam.

Klaim Ambisius, Bekal Minim

“Terima kasih setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pimpinan UMS atas naungan, bimbingan, dan dukungan yang selama ini diberikan, sehingga Ma’had Abu Bakar As-Siddiq tetap eksis melahirkan generasi yang berkontribusi dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” ujar Hakimuddin di Auditorium Moh Djazman. Pernyataan ini menunjukkan ketergantungan ma’had pada dukungan institusi induk, sekaligus menegaskan fokus internal pada “amar ma’ruf nahi mungkar” yang berpotensi membatasi perspektif global.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., berdalih keberadaan Ma’had sejalan dengan visi UMS menuju “World Class University” yang mengintegrasikan keilmuan dan keislaman. Ia secara lugas menyatakan, “Bahasa Arab adalah salah satu bahasa resmi PBB. Dengan penguasaan bahasa Arab, alumni akan memiliki daya saing global sekaligus memperkuat identitas keislaman.” Klaim ini terkesan menyederhanakan kompleksitas “daya saing global” menjadi sekadar penguasaan bahasa, mengabaikan kebutuhan akan kompetensi lintas budaya, teknologi, dan pemikiran kritis yang lebih luas.

Slogan Tanpa Substansi Jelas

UMS kini mengusung slogan “IM UMS” – Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable. Salah satu alumni terbaik, Wafiq Nana Alifia dari Sragen, mengaku langsung mengajar bahasa Arab di SMPIT An-Nur Gemolong setelah lulus, menegaskan bahwa “semuanya diajarkan dari nol.” Meskipun ini menunjukkan keberhasilan dalam pengajaran dasar bahasa Arab, hal ini justru menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana model pendidikan yang berfokus pada dasar bahasa Arab tersebut akan benar-benar mewujudkan ambisi “Unggul,” “Mendunia,” dan menghadapi “tantangan era AI” yang digembar-gemborkan UMS.

More like this