280 Tumpeng Puncaki Kemeriahan Hari Jadi ke
Peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen pada 27 Mei 2026 digelar di Gedung SMS. Sebanyak 280 tumpeng disajikan sebagai simbol syukur dan kebersamaan pemerintah serta warga. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengajak menjadikan “Warisan Purba, Inspirasi Kemajuan” sebagai semangat membangun daerah. Acara ini bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.
Sragen merayakan Hari Jadi ke-280 pada Rabu (27/5/2026) di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), ditandai dengan penyajian 280 tumpeng. Perayaan ini, yang diklaim sebagai simbol syukur dan kebersamaan, justru menyoroti minimnya substansi konkret di balik retorika pembangunan daerah.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyerukan tema “Warisan Purba, Inspirasi Kemajuan”, namun gagal menjelaskan bagaimana warisan Kawasan Sangiran akan secara nyata mendorong kesejahteraan warga. Perayaan yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha ini menambah nuansa simbolis, mengaburkan fokus pada evaluasi kinerja pemerintah daerah.
Perayaan dengan hidangan tumpeng ini, meski digambarkan sebagai wujud kebersamaan, menimbulkan pertanyaan krusial: apakah simbolisme semata cukup untuk mengatasi tantangan riil yang dihadapi Sragen? Kesenjangan antara retorika dan realitas pembangunan masih menganga.
Bupati Sigit berulang kali menekankan Kawasan Sangiran sebagai pengingat warisan besar. Namun, pernyataan tersebut terasa hampa tanpa peta jalan jelas mengenai bagaimana warisan purba ini akan diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang meningkatkan ekonomi atau kualitas hidup masyarakat. Ini lebih mirip slogan daripada strategi.
Seruan untuk menghargai perjuangan pendahulu dan melanjutkan pembangunan “Sragen yang semakin maju dan merata” terdengar ambisius. Namun, pemerintah daerah belum memaparkan indikator kemajuan dan pemerataan yang dimaksud, membuat janji-janji ini sulit diukur dan dipertanggungjawabkan.
Penyesuaian perayaan dengan Iduladha, yang diklaim untuk menjaga kekhidmatan, justru dapat dilihat sebagai manuver strategis. Ini berpotensi menggalang dukungan publik melalui sentimen keagamaan, mengalihkan perhatian dari kebutuhan mendesak akan transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan daerah.
Retorika Tanpa Aksi Nyata
Bupati Sigit Pamungkas menyatakan, “Warisan peradaban yang dimiliki Sragen harus mampu menjadi energi untuk
