Oppo A6c Meluncur di Indonesia, Smartphone Rp2 Jutaan dengan Baterai Jumbo 7000 mAh


Foto: Oppo

Teknologi.id –Oppo resmi menghadirkan smartphone terbaru mereka di Indonesia melalui Oppo A6c. Perangkat ini menyasar pasar entry-level hingga menengah dengan mengandalkan baterai jumbo, layar refresh rate tinggi, serta desain modern yang terinspirasi dari ponsel flagship.

Kehadiran Oppo A6c menjadi pilihan baru bagi pengguna yang membutuhkan smartphone tahan lama untuk aktivitas harian seperti bekerja, bermain game, menonton video, hingga live streaming.

Oppo juga menonjolkan kombinasi desain stylish dan fitur fungsional sebagai nilai jual utama perangkat ini.

Menurut Jiang Linlin selaku Chief Marketing Officer Oppo Indonesia, Oppo A6c dirancang untuk pengguna aktif yang ingin tetap tampil modern tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Baca juga:OPPO Dirumorkan Siapkan Unit Bisnis Baru, Realme dan OnePlus Bakal Digabung

Desain Premium dengan Sentuhan Flagship

Dari sisi tampilan, Oppo A6c hadir dengan desain yang mengusung detail horizontal modern serta sudut melengkung agar nyaman digenggam dalam waktu lama. Bahasa desain tersebut dibuat menyerupai smartphone flagship masa kini sehingga terlihat lebih premium di kelas harganya.

Oppo menyediakan tiga pilihan warna menarik untuk perangkat ini, yaitu ungu, putih, dan coklat.

Seluruh varian warna menggunakan teknik Feather Textured Finish dan efek 3D Dynamic Glow yang memberikan kesan elegan sekaligus berbeda saat terkena cahaya.

Desain ini membuat Oppo A6c tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga penampilan untuk mendukung gaya hidup pengguna muda maupun profesional.

Baterai 7.000 mAh Jadi Andalan

Salah satu fitur paling mencolok dari Oppo A6c adalah kapasitas baterainya yang mencapai 7.000 mAh. Kapasitas tersebut menjadikannya salah satu smartphone dengan baterai terbesar di kelasnya saat ini.

Oppo mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 28 hari dalam mode siaga. Untuk penggunaan hiburan, baterai disebut dapat digunakan memutar video YouTube hingga 26,84 jam dan bermain Mobile Legends: Bang Bang selama 11,67 jam dalam satu kali pengisian daya.

Kapasitas besar ini ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi seperti content creator, driver online, hingga pelaku UMKM yang sering melakukan live streaming atau bekerja menggunakan smartphone sepanjang hari.

Menariknya, Oppo A6c juga mendukung fitur 5W Reverse Wired Charging. Fitur tersebut memungkinkan perangkat digunakan layaknya power bank untuk mengisi daya perangkat lain seperti smartwatch atau earbuds.

Untuk pengisian daya, Oppo membekali perangkat ini dengan dukungan fast charging 15W. Pengisian daya dari 1 persen ke 21 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sedangkan pengisian penuh memakan waktu kurang lebih 2 jam 52 menit.Oppo juga menyebut baterai pada A6c dirancang memiliki usia penggunaan hingga enam tahun agar tetap optimal untuk pemakaian jangka panjang.

Layar 120Hz dan Performa Stabil

Di sektor performa, Oppo A6c menggunakan chipset Unisoc T7250 octa-core yang dipadukan dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal hingga 128GB. Smartphone ini juga memakai teknologi storage UFS 2.2 untuk meningkatkan kecepatan baca dan tulis data.

Kombinasi tersebut diklaim mampu menjaga performa tetap lancar untuk multitasking maupun bermain game. Oppo bahkan menyebut Mobile Legends: Bang Bang dapat berjalan stabil di 60fps hingga tiga jam penggunaan.

Selain performa, pengalaman visual juga ditingkatkan melalui layar ultra cerah dengan refresh rate 120Hz. Teknologi ini membuat scrolling media sosial, bermain game, hingga menonton video terasa lebih mulus dibanding layar standar 60Hz.

Oppo A6c juga telah mengantongi sertifikasi Fluency Protection selama empat tahun yang diklaim mampu menjaga performa perangkat tetap stabil dalam penggunaan jangka panjang.

Tahan Percikan Air dan Tetap Responsif


Foto: Oppo

Untuk mendukung aktivitas sehari-hari, Oppo A6c dibekali sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air ringan.

Perangkat ini juga membawa fitur Splash Touch dan Oily-Hand Touch sehingga layar tetap responsif meski digunakan dengan tangan basah atau berminyak. Fitur tersebut berguna saat pengguna sedang memasak, selesai berolahraga, atau terkena hujan ringan.

Baca juga:Oppo Find X9s Pro, Performa Baterai 7000mAh dan Kamera Ganda 200MP!

Kamera 13MP dengan Fitur AI

Di sektor fotografi, Oppo A6c hadir dengan kamera utama 13MP Ultra-Clear yang didukung mode 50MP Hi-Res. Sementara di bagian depan terdapat kamera selfie 5MP untuk kebutuhan video call maupun swafoto.

Oppo turut menyematkan sejumlah fitur berbasis AI seperti AI Smart Image Matting 2.0, AI Clear Face, dan AI Eraser untuk mempermudah proses editing foto langsung dari smartphone.

Selain itu, perangkat ini sudah mendukung Google Gemini, Google Lens, dan Privacy Safe untuk menunjang produktivitas sekaligus keamanan pengguna.

Fitur kamera lain seperti Portrait Mode, Night Mode, dan Retouch juga tersedia untuk meningkatkan hasil fotografi dalam berbagai kondisi.

Harga Oppo A6c di Indonesia

Oppo A6c hadir dalam dua pilihan memori di Indonesia, yakni varian 4GB/64GB dengan harga Rp2.499.000 dan varian 4GB/128GB seharga Rp2.999.000.

Dengan kombinasi baterai besar 7.000 mAh, layar 120Hz, serta desain premium, Oppo A6c diprediksi akan meramaikan persaingan smartphone baterai jumbo di pasar Indonesia tahun ini.Oppo A6c Meluncur di Indonesia, Andalkan Baterai 7000 mAh dan Layar 120Hz

Baca Berita dan Artikel lainnya diGoogle News

(ir/sa)

291
Oppo A6c Rilis di Indonesia: HP Murah Baterai Jumbo 7000 mAh

Oppo resmi meluncurkan A6c di Indonesia, sebuah ponsel yang mengklaim menyasar pasar entry-level hingga menengah. Dengan banderol mulai Rp2,499 juta, perangkat ini menggadang-gadang baterai 7.000 mAh dan layar 120Hz, namun pilihan chipset Unisoc T7250 serta kamera utama 13MP mengundang keraguan tajam atas daya saingnya di tengah gempuran ponsel sekelas yang menawarkan spesifikasi lebih kuat. Oppo mencoba menarik perhatian konsumen dengan janji daya tahan dan desain premium, meski di balik itu tersembunyi kompromi spesifikasi yang patut dipertanyakan.

Baterai Jumbo dengan Pengisian Lambat

Oppo A6c memang menonjolkan baterai raksasa 7.000 mAh, menjadikannya salah satu yang terbesar di kelasnya. Klaim daya tahan hingga 28 hari dalam mode siaga atau 11,67 jam bermain Mobile Legends: Bang Bang menjadi daya pikat utama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Perangkat ini bahkan dibekali fitur 5W Reverse Wired Charging, memungkinkannya berfungsi sebagai power bank darurat. Namun, daya baterai sebesar itu hanya didukung pengisian cepat 15W—sebuah angka yang terbilang lambat. Mengisi daya dari 1 persen ke 21 persen membutuhkan 30 menit, dan pengisian penuh memakan waktu hampir tiga jam, jelas bukan solusi efisien bagi pengguna yang terburu-buru.

Desain “Flagship”, Performa Chipset Diragukan

Dari segi tampilan, Oppo A6c mengadopsi desain modern dengan sudut melengkung dan Feather Textured Finish yang diklaim terinspirasi ponsel flagship. Tersedia dalam tiga warna—ungu, putih, dan coklat—dengan efek 3D Dynamic Glow, Oppo jelas berupaya menyuguhkan estetika premium. Namun, di balik kemasan menarik itu, chipset Unisoc T7250 octa-core yang dipadukan dengan RAM 4GB dan penyimpanan hingga 128GB menjadi titik lemah. Klaim bahwa smartphone ini mampu menjaga performa lancar untuk multitasking dan bermain game, bahkan Mobile Legends: Bang Bang stabil di 60fps hingga tiga jam, sulit diterima mengingat reputasi chipset Unisoc yang kerap tertinggal dari kompetitor di segmen harga serupa.

Layar ultra cerah 120Hz memang menjanjikan pengalaman visual yang mulus, namun pertanyaan tetap muncul: apakah chipset tersebut mampu secara konsisten mendorong performa visual tersebut tanpa lag yang mengganggu? Oppo juga mengklaim sertifikasi Fluency Protection empat tahun untuk menjaga performa stabil jangka panjang, sebuah janji yang harus dibuktikan di lapangan, bukan sekadar di atas kertas.

Klaim Ketahanan dan Responsivitas

Untuk mendukung aktivitas harian, Oppo A6c mengantongi sertifikasi IP64 yang berarti tahan debu dan percikan air ringan. Fitur Splash Touch dan Oily-Hand Touch diklaim menjaga responsivitas layar meski tangan basah atau berminyak, menambah nilai fungsionalitas. Di sektor fotografi, kamera utama 13MP Ultra-Clear dengan mode 50MP Hi-Res (yang seringkali hanya upscaling perangkat lunak) serta kamera selfie 5MP terasa minim untuk ponsel di kisaran harga Rp2,5 juta ke atas. Fitur-fitur AI seperti AI Smart Image Matting 2.0 dan AI Eraser memang ada, namun tidak cukup menutupi keterbatasan hardware kamera.

Jiang Linlin, Chief Marketing Officer Oppo Indonesia, menegaskan, “Oppo A6c dirancang untuk pengguna aktif yang ingin tetap tampil modern tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.” Pernyataan ini kontras dengan pilihan chipset yang berpotensi menghambat kenyamanan tersebut, terutama bagi “pengguna aktif” yang mengharapkan performa gaming atau multitasking berat.

Harga yang Menguji Pasar

Oppo A6c tersedia dalam varian 4GB/64GB seharga Rp2.499.000 dan 4GB/128GB seharga Rp2.999.000. Dengan harga demikian, ponsel ini berhadapan langsung dengan pesaing yang menawarkan chipset lebih bertenaga dari Qualcomm atau MediaTek, kamera beresolusi lebih tinggi, dan teknologi pengisian daya yang jauh lebih cepat. Oppo A6c memang membawa baterai besar dan layar refresh rate tinggi, tetapi kombinasi spesifikasi lain, terutama chipset dan kamera, menempatkannya pada posisi yang sulit untuk bersaing di pasar smartphone Indonesia yang sangat kompetitif. Konsumen akan jeli membandingkan nilai yang ditawarkan dengan harga yang harus dibayar.

More like this
Instagram Plus Resmi Diluncurkan, Ini 11 Fitur Premium yang Didapat Pengguna

Instagram Plus Resmi Diluncurkan, Ini 11 Fitur Premium yang Didapat Pengguna

admin
SpaceX Siap IPO, Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia

SpaceX Siap IPO, Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia

admin
Dolar AS Tembus Rp18.000: Harga HP di Indonesia Terancam Melonjak

Dolar AS Jebol Rp18.000: Harga HP di Indonesia Terancam Kian Melambung

admin