Demi Cuan Usia Bukan Penghalang Untuk Belajar

KOTA PEKALONGAN – Hitungan usia bukanlah alasan untuk kehilangan semangat belajar. Terlebih, peningkatan kompetensi diri akan membuka peluang kerja yang dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga, alias menambah cuan.
Prinsip tersebut dianut oleh para peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, salah satunya Nanang Rusbianto. Di antara puluhan peserta lain yang mayoritas berusia lebih muda, pria berusia 51 tahun tersebut antusias mengikuti pelatihan kompetensi teknisi AC.
“Sebelumnya saya belum pernah menggeluti keterampilan ini. Ini menjadi kali pertama saya belajar teknisi AC,” ujarnya, saat diwawancari di lokasi pelatihan, Senin (18/5/2026).
Nanang mengungkapkan, ketertarikannya mengikuti pelatihan kompetensi teknisi AC disebabkan oleh keinginannya untuk memiliki kemampuan baru.
“Saya ingin tahu ilmu ini dan berharap nanti bisa mendapatkan pekerjaan dari keterampilan yang dipelajari, supaya bisa mencari nafkah,” katanya.
Kondisi ekonomi yang semakin sulit menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang harus kembali mencari pekerjaan di usia yang tidak lagi muda. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya patah semangat untuk terus belajar.
“Meskipun saya paling tua, saya tetap semangat karena merasa masih sehat dan kuat,” ungkap Nanang.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Komdigi Jateng
KOTA PEKALONGAN – Hitungan usia bukanlah alasan untuk kehilangan semangat belajar. Terlebih, peningkatan kompetensi diri akan membuka peluang kerja yang dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga, alias menambah cuan.
Prinsip tersebut dianut oleh para peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, salah satunya Nanang Rusbianto. Di antara puluhan peserta lain yang mayoritas berusia lebih muda, pria berusia 51 tahun tersebut antusias mengikuti pelatihan kompetensi teknisi AC.
“Sebelumnya saya belum pernah menggeluti keterampilan ini. Ini menjadi kali pertama saya belajar teknisi AC,” ujarnya, saat diwawancari di lokasi pelatihan, Senin (18/5/2026).
Nanang mengungkapkan, ketertarikannya mengikuti pelatihan kompetensi teknisi AC disebabkan oleh keinginannya untuk memiliki kemampuan baru.
“Saya ingin tahu ilmu ini dan berharap nanti bisa mendapatkan pekerjaan dari keterampilan yang dipelajari, supaya bisa mencari nafkah,” katanya.
Kondisi ekonomi yang semakin sulit menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang harus kembali mencari pekerjaan di usia yang tidak lagi muda. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya patah semangat untuk terus belajar.
“Meskipun saya paling tua, saya tetap semangat karena merasa masih sehat dan kuat,” ungkap Nanang.
Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Komdigi Jateng

