P2G Menguak Rekayasa Branding Proyek Chromebook Nadiem: Fakta di Balik Citra

P2G menyoroti indikasi manipulasi opini publik terkait proyek laptop Chromebook era Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek. Kejaksaan Agung mengusut skandal korupsi yang merugikan pendidikan ini. P2G menilai kebijakan digitalisasi tersebut tidak berdasar pedagogis kuat, memberatkan guru, serta mengabaikan hak anak di daerah 3T.

389
P2G Unveils Nadiem's Chromebook Branding: The Truth Behind the Image

loading…

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Foto: Nur Khabibi

JAKARTA – Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri membongkar adanya indikasi manipulasi opini publik secara masif yang dirancang untuk menutupi kebobrokan proyek pengadaan laptop Chromebook di era Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

P2G menegaskan bahwa langkah berani Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut tuntas skandal korupsi triliunan rupiah ini bukan sekadar penegakan hukum administratif, melainkan sebuah upaya untuk menuntut kembali hak-hak anak bangsa di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang anggarannya dirampok atas nama digitalisasi.

Dalam pemaparannya, Iman merasa prihatin dengan adanya upaya menggiring opini publik dalam kasus korupsi anggaran pendidikan. Narasi “kriminalisasi terhadap kebijakan inovatif” telah membuat publik melupakan kebijakan-kebijakan digitalisasi era Nadiem Makarim yang menyengsarakan guru. Selain menjadi beban digital, Nadiem memang pernah mengusulkan penghapusan tunjangan profesi guru melalui RUU Sisdiknas 2022. “Untung saja digagalkan banyak pihak, termasuk organisasi profesi guru,” ungkap Iman dalam keterangannya dikutip, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Pengamat Soroti Dukungan Sejumlah Driver Ojol untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook

Menurut P2G, narasi tersebut tidak mendidik publik karena proyek Chromebook sejak awal tidak dilandasi oleh dalil pedagogis (dasar ilmu pendidikan) yang kuat. “Tahun 2021 itu puncak pandemi, ribuan guru meninggal, dan internet di daerah 3T belum merata. Tapi kementerian mengunci aturan Asesmen Nasional harus berbasis internet, lalu menurunkan proyek Chromebook. Ini bukan inovasi, ini mengandung kesengajaan agar perangkat teknologi itu dibeli dan seolah-olah sejak awal dibutuhkan guru,” kata Iman.

More like this
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat Tersandung KPK: Pelayanan Publik Tetap Jalan, Integritas Diuji

Imigrasi Nonaktifkan Pejabat Tersandung KPK: Pelayanan Publik Tetap Jalan, Integritas Diuji

admin
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung

DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung

admin
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim

KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim

admin