Prabowo dan Jusuf Kalla Bedah Strategi: Isu Global & Kedaulatan Energi Indonesia

loading…

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026). JK didampingi putranya, Solihin Kalla. Foto/BPMI Setpres

JAKARTAPresiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah isu global termasuk konflik di Thailand, Afganistan, hingga Pakistan.

“Membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak tadi di Thailand dan di Afghanistan dengan Paskistan Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu,” ungkap JK usai bertemu dengan Prabowo.

Baca juga: Prabowo Bakal Bertemu JK

JK yang ditemani putranya Solihin Kalla yang merupakan CEO Kalla Group itu, juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dibahas mengenai swasembada energi.

“Untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi. Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG,” ujar JK.

JK mengatakan bahwa untuk pertumbuhan ekonomi negara 5-6% sampai 8% membutuhkan energi besar. “Karena itu tanpa energi itu, kita akan sulit untuk meningkatkan itu.”

258
Prabowo dan Jusuf Kalla Bedah Strategi: Isu Global & Kedaulatan Energi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Diskusi yang diklaim menyentuh isu perdamaian global di Thailand, Afghanistan, dan Pakistan itu, mendadak bergeser tajam ke agenda swasembada energi nasional dengan proposal proyek bernilai gigantis. Kehadiran Solihin Kalla, putra JK sekaligus CEO Kalla Group, menguatkan indikasi adanya kepentingan strategis di balik pertemuan ini.

Pertemuan tersebut, yang berlangsung tertutup, memunculkan pertanyaan tentang peran JK di era pemerintahan baru. Alih-alih hanya membahas geopolitik, fokus utama justru terseret pada rencana pembangunan kapasitas energi Indonesia, sebuah sektor yang secara tradisional lekat dengan jejaring bisnis Kalla Group.

Agenda Terselubung Energi

Perbincangan yang dimulai dengan konflik global, seperti yang diungkap JK, dengan cepat bermanuver ke arah kebutuhan energi dalam negeri. JK secara eksplisit menyoroti pentingnya swasembada energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Dia bahkan membeberkan kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sudah dibangun dan kesiapan untuk proyek-proyek PLTA dan PLTG baru dengan skala ribuan megawatt. Ini bukan sekadar diskusi, melainkan presentasi agenda konkret.

Usulan JK mengarah pada ambisi besar: membangun 2.000 megawatt PLTA dan PLTG tambahan, di atas 1.500 megawatt PLTA yang diklaim sudah beroperasi. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cetak biru potensi proyek infrastruktur energi raksasa yang membutuhkan investasi besar dan tentu saja, peluang bisnis signifikan. Pemerintahan Prabowo kini dihadapkan pada proposal energi yang datang langsung dari sosok yang punya rekam jejak kuat di sektor tersebut.

Kalla Menggenggam Narasi Strategis

Jusuf Kalla tegas menyatakan bahwa pembahasan mencakup “perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak tadi di Thailand dan di Afghanistan dengan Paskistan.” Namun, narasi utama yang ia sampaikan kepada publik justru berpusat pada energi. “Untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi,” ujar JK, menekankan bahwa “kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG.”

JK menambahkan, pentingnya energi bagi pertumbuhan ekonomi negara. “Karena itu tanpa energi itu, kita akan sulit untuk meningkatkan itu,” katanya, mengaitkan secara langsung ketersediaan energi dengan target pertumbuhan ekonomi 5-8%. Pernyataan ini jelas menempatkan isu energi sebagai prioritas mendesak yang memerlukan tindakan segera, lengkap dengan rekomendasi proyek berskala besar.

Pertemuan Tak Biasa Mantan Wakil Presiden

Pertemuan antara Presiden dan mantan Wakil Presiden selalu menarik perhatian, namun kehadiran putra JK, Solihin Kalla, seorang pebisnis ulung di sektor energi dan infrastruktur, memberikan dimensi berbeda. Ini bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan indikasi kuat adanya dorongan strategis dari lingkaran JK terkait proyek-proyek energi yang bisa menguntungkan Kalla Group.

Jusuf Kalla dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar di kancah politik dan bisnis Indonesia, bahkan setelah tidak menjabat. Kemunculannya di Istana dengan agenda yang begitu spesifik terkait energi, seiring dengan kehadiran putranya, menegaskan bahwa JK tetap menjadi pemain kunci yang aktif membentuk arah kebijakan, khususnya di sektor-sektor vital yang ia kuasai.

More like this
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest

Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest

admin
Nanik S Deyang di Istana: Sorotan Tajam Terhadap Efisiensi Anggaran MBG

Nanik S Deyang di Istana: Sorotan Tajam Terhadap Efisiensi Anggaran MBG

admin
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

admin