Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak

WONOSOBO – “Ibu-ibu tadi masak apa?”

Pertanyaan itu mengemuka dari Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Edy Purwanto, saat Sosialisasi Pencegahan Stunting “Partisipasi Penanganan Risiko Stunting melalui Posyandu”, di TPQ Darul Ulum, Dusun Serang, Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Rabu (17/6/2026). Dia menyampaikan itu di hadapan puluhan ibu dengan anak stunting di desa binaan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jawa Tengah ini.

Dijelaskan, angka stunting di Desa Derongisor mencapai 26,5 persen, atau terhitung tinggi. Karenanya, Edy mengajak warga setempat, agar menekan stunting di wilayah tersebut.

Pencegahan stunting, terangnya, sangat diperlukan agar perkembangan otak dan kecerdasan anak tidak terganggu. Edy membeberkan, perkembangan otak anak berlangsung pesat hingga usia lima tahun, yakni mencapai 92 persen.

Dari dalam kandungan hingga anak lahir, otak terbentuk 25 persen. Artinya, di masa kehamilan, gizi harus terpenuhi. Setelah lahir hingga usia satu tahun, pertumbuhan otak mencapai 70 persen, dan terbentuk sampai 85 persen pada usia tiga tahun, 92 persen pada usia lima tahun.

Menurutnya, pola asuh dalam pemberian makanan kepada anak, berpengaruh kepada tumbuh kembang anak. Bahkan bisa mengakibatkan stunting. Untuk itu, Edy mendorong para ibu, agar menyempatkan untuk memasak, demi memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Jangan sampai masak iya, atau masak bodoh. Beri anak protein hewani yang cukup. Kalau ada telur, kasihkan ke anak. Dapat nasi bancakan, telur atau ayamnya kasihkan ke anak. Bapak atau ibunya belakangan,” ujar Edy.

Dia yang juga ahli gizi ini mengingatkan para orang tua, agar menghindari memberikan makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) pada anak. Misalnya, cilok, seblak, makanan ringan, dan sebagainya. Sebab, jika anak terbiasa makan yang gurih-gurih yang tidak bergizi seperti itu, dikhawatirkan dapat membuat anak tidak menyukai masakan rumahan.

“Stunting tidak datang tiba-tiba. Maka, terus pantau tumbuh kembang anak dengan rutin ke Posyandu. Perhatikan tumbuh kembang anak pada KMS. Untuk bu bidan, saat PMT (pemberian makanan tambahan), sekaligus lakukan penyuluhan makanan tinggi protein. Jadi, saat pulang, ibu teringat anak kita makanannya seperti itu,” tegas Edy.

Sementara, Kepala Diskomdigi Jateng yang diwakili Sekretaris Diskomdigi Dikki Ruli Perkasa, menjelaskan, Desa Derongisor menjadi desa binaan Diskomdigi dalam satu tahun ini, yang diharapkan dapat membawa Jawa Tengah semakin sejahtera.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting diselenggarakan, untuk menambah pemahaman terkait masalah kesehatan anak, terutama mengenai gizi. Selain itu, dia berharap ada sinkronisasi data agar sesuai realita di lapangan.

Dalam pendampingan, kata Dikki, pihaknya juga akan melakukan sejumlah kegiatan. Antara lain, pendampingan UMKM, bantuan jamban, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga bantuan listrik desa bagi warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Derongisor Somadiyono menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan Diskomdigi.

“Semoga menjadi keberkahan, memberi semangat, rezeki, terutama bagi warga saya. Ini wujud pemerintah provinsi untuk menyosialisasikan agar putra putri ibu-ibu di sini menjadi anak yang lebih baik, sehat jasmani dan rohani,” tandas dia.

Dalam.kesempatan itu, juga dilakukan pemberian bantuan bahan pangan untuk anak stunting. (Ul, Diskomdigi Jateng)

226
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak

WONOSOBO – “Ibu-ibu tadi masak apa?”

Pertanyaan itu mengemuka dari Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Edy Purwanto, saat Sosialisasi Pencegahan Stunting “Partisipasi Penanganan Risiko Stunting melalui Posyandu”, di TPQ Darul Ulum, Dusun Serang, Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Rabu (17/6/2026). Dia menyampaikan itu di hadapan puluhan ibu dengan anak stunting di desa binaan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jawa Tengah ini.

Dijelaskan, angka stunting di Desa Derongisor mencapai 26,5 persen, atau terhitung tinggi. Karenanya, Edy mengajak warga setempat, agar menekan stunting di wilayah tersebut.

Pencegahan stunting, terangnya, sangat diperlukan agar perkembangan otak dan kecerdasan anak tidak terganggu. Edy membeberkan, perkembangan otak anak berlangsung pesat hingga usia lima tahun, yakni mencapai 92 persen.

Dari dalam kandungan hingga anak lahir, otak terbentuk 25 persen. Artinya, di masa kehamilan, gizi harus terpenuhi. Setelah lahir hingga usia satu tahun, pertumbuhan otak mencapai 70 persen, dan terbentuk sampai 85 persen pada usia tiga tahun, 92 persen pada usia lima tahun.

Menurutnya, pola asuh dalam pemberian makanan kepada anak, berpengaruh kepada tumbuh kembang anak. Bahkan bisa mengakibatkan stunting. Untuk itu, Edy mendorong para ibu, agar menyempatkan untuk memasak, demi memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Jangan sampai masak iya, atau masak bodoh. Beri anak protein hewani yang cukup. Kalau ada telur, kasihkan ke anak. Dapat nasi bancakan, telur atau ayamnya kasihkan ke anak. Bapak atau ibunya belakangan,” ujar Edy.

Dia yang juga ahli gizi ini mengingatkan para orang tua, agar menghindari memberikan makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) pada anak. Misalnya, cilok, seblak, makanan ringan, dan sebagainya. Sebab, jika anak terbiasa makan yang gurih-gurih yang tidak bergizi seperti itu, dikhawatirkan dapat membuat anak tidak menyukai masakan rumahan.

“Stunting tidak datang tiba-tiba. Maka, terus pantau tumbuh kembang anak dengan rutin ke Posyandu. Perhatikan tumbuh kembang anak pada KMS. Untuk bu bidan, saat PMT (pemberian makanan tambahan), sekaligus lakukan penyuluhan makanan tinggi protein. Jadi, saat pulang, ibu teringat anak kita makanannya seperti itu,” tegas Edy.

Sementara, Kepala Diskomdigi Jateng yang diwakili Sekretaris Diskomdigi Dikki Ruli Perkasa, menjelaskan, Desa Derongisor menjadi desa binaan Diskomdigi dalam satu tahun ini, yang diharapkan dapat membawa Jawa Tengah semakin sejahtera.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting diselenggarakan, untuk menambah pemahaman terkait masalah kesehatan anak, terutama mengenai gizi. Selain itu, dia berharap ada sinkronisasi data agar sesuai realita di lapangan.

Dalam pendampingan, kata Dikki, pihaknya juga akan melakukan sejumlah kegiatan. Antara lain, pendampingan UMKM, bantuan jamban, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga bantuan listrik desa bagi warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Derongisor Somadiyono menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan Diskomdigi.

“Semoga menjadi keberkahan, memberi semangat, rezeki, terutama bagi warga saya. Ini wujud pemerintah provinsi untuk menyosialisasikan agar putra putri ibu-ibu di sini menjadi anak yang lebih baik, sehat jasmani dan rohani,” tandas dia.

Dalam.kesempatan itu, juga dilakukan pemberian bantuan bahan pangan untuk anak stunting. (Ul, Diskomdigi Jateng)

Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
Tekan Stunting Ibu Ibu Di Desa Dampingan Diskomdigi Jateng Didorong Sempatkan Memasak Untuk Penuhi Gizi Anak
More like this
Jauh Lampaui Target Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E Learning Asn Berintegritas Dari Kpk

Jauh Lampaui Target Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E Learning Asn Berintegritas Dari Kpk

admin

Jateng Masih Gratiskan Pajak Kendaraan Bermotor Dan Bbnkb Kendaraan Listrik

admin
Perkuat Kolaborasi Pemprov Jateng Jadikan Riset Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Pembuatan Kebijakan

Perkuat Kolaborasi Pemprov Jateng Jadikan Riset Perguruan Tinggi Sebagai Dasar Pembuatan Kebijakan

admin