Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng

Ketua TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, berkolaborasi dengan BKKBN Jawa Tengah. Sinergi ini memperkuat program pembangunan keluarga berkualitas, fokus pada pencegahan stunting, penurunan AKI/AKB, dan layanan kesehatan mental. Kolaborasi ini mengintegrasikan berbagai inisiatif untuk dampak lebih luas di masyarakat Jawa Tengah.

116
BKKBN Jateng & Nawal Yasin: Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng

Semarang, 2 April 2026 – Setelah bertahun-tahun program berjalan sendiri-sendiri, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, akhirnya menjajaki kolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah. Langkah ini, yang dilakukan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis, muncul di tengah desakan untuk mengatasi krisis stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang tinggi, serta kerentanan kesehatan mental generasi muda yang kian parah.

Penjajakan sinergi ini menyoroti fragmentasi program pembangunan keluarga berkualitas yang selama ini tumpang tindih antara TP PKK, TP Posyandu, dan BKKBN. Integrasi program-program yang “saling beririsan” ini diharapkan mampu menambal celah efektivitas yang mungkin terjadi akibat kurangnya koordinasi sebelumnya, meski pertanyaan tentang mengapa kolaborasi ini baru terwujud sekarang tetap menggantung.

Tumpang Tindih Program Krusial

Tumpang tindih program terlihat jelas dalam upaya pencegahan stunting. TP PKK dan TP Posyandu memiliki program “Kencan Bumil” (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), sementara BKKBN menjalankan “Genting” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), “Dahsyat” (Dapur Sehat Atasi Stunting), serta penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD. Dua entitas ini bergerak di ranah yang sama, namun dengan nama dan pendekatan terpisah.

Situasi serupa terjadi pada layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pengasuhan keluarga. BKKBN memiliki program “Tamasya” (Taman Asuh Sayang Anak), sementara PKK dan Posyandu mengelola “PAUD Emas” di Posyandu. Dalam pengasuhan di era digital, program “Paaredi” (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) PKK Jateng dan “Cilukba” (Crito lan Dolanan Kaliyan Bapak) TP Posyandu akan disinergikan dengan “Gerakan Ayah Teladan Indonesia” (GATI) milik BKKBN.

Kolaborasi ini juga mencakup program pencegahan perkawinan anak, perlindungan lansia, serta layanan kesehatan mental bagi anak, perempuan, remaja, penyandang disabilitas, dan keluarga. Semua ini diklaim mendukung program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menunjukkan adanya dorongan politik di balik upaya sinergi ini.

Fokus mendesak lainnya adalah kesehatan mental. Nawal Yasin menyor

Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
Nawal Yasin & BKKBN Jateng Ungkap Strategi Jitu Perkuat Keluarga Berkualitas di Jateng
More like this
Diplomasi Soft Power Jawa Tengah: Senjata Baru Pengaruh Global

Jawa Tengah: Diplomasi Soft Power, Senjata Baru Pengaruh Global

admin
Central Java's Food Self-Sufficiency Push: Key Government Strategies Revealed

Jawa Tengah Gencar Kejar Swasembada Pangan: Terungkap, Strategi Kunci Pemerintah.

admin