Revisi White Paper Jokowi: Rismon Sianipar Terbitkan Mei, Andi Azwan Beberkan Rencana

Rismon Sianipar, tersangka ijazah palsu Jokowi, akan merevisi buku “Jokowi’s White Paper”. Ketum Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, mengumumkan ini di iNews TV (2/4/2026). Buku tersebut, hasil penelitian Rismon, Roy Suryo, dan Dokter Tifa, kini akan diperbarui. Rismon menempuh jalur restorative justice, sehingga status tersangkanya resmi gugur.

211
Rismon Sianipar Rilis Revisi White Paper Jokowi Mei, Andi Azwan Ungkap Rencana

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Rismon Sianipar, kini menyiapkan revisi buku kontroversial “Jokowi’s White Paper” setelah status tersangkanya gugur melalui jalur restorative justice. Informasi mengejutkan ini diungkap Ketum Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, Kamis (2/4/2026) malam di iNews TV.

Langkah Rismon ini memicu pertanyaan serius, mengingat “Jokowi’s White Paper” adalah inti dari tuduhan ijazah palsu yang menyeretnya bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Proses hukum yang berujung pada restorative justice seolah tak menghentikan agenda di balik publikasi tersebut.

Agenda Revisi di Tengah Restorative Justice

Revisi buku ini terjadi saat Rismon Sianipar baru saja menempuh restorative justice, sebuah mekanisme yang secara efektif membatalkan status tersangkanya. Publik mempertanyakan efektivitas dan tujuan restorative justice jika subjek yang terlibat dalam tuduhan serius justru melanjutkan riset yang melahirkan tuduhan itu.

“Jokowi’s White Paper” sendiri merupakan hasil penelitian yang secara kolektif ditulis oleh para tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Buku ini menjadi rujukan utama bagi pihak-pihak yang meragukan keabsahan ijazah Presiden.

Andi Azwan menyampaikan rencana revisi tersebut pasca pertemuan dengan Rismon. Ia menyebutkan Rismon langsung bertolak ke Balige, Sumatera Utara, untuk meneruskan pengerjaan buku yang disebutnya “on going” itu.

Keberlanjutan proyek revisi ini mengindikasikan bahwa inti dari tudingan ijazah palsu tidak mereda, bahkan setelah salah satu penulis utamanya “diselamatkan” dari jerat hukum formal. Ini menyoroti potensi celah dalam penanganan kasus yang melibatkan isu sensitif kenegaraan.

Keterlibatan Rismon Sianipar dalam kasus ini bermula dari laporan dugaan pemalsuan ijazah Jokowi yang menjadi polemik nasional. Tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh pihak istana dan Universitas Gadjah Mada, tempat Jokowi menempuh pendidikan.

Pengakuan Ketum Joman Nusantara Bersatu

Andi Azwan secara eksplisit membeberkan pertemuannya dengan Rismon sebelum pengumuman rencana revisi tersebut. “Kita (saya dan Rismon) makan siang bareng-bareng tadi jam satu ya sebelum beliau (Rismon) berangkat pulang ya ke Balige untuk membuat meneruskan buku yang on going itu, ya tuh revisinya ya apa Jokowi White Paper itu,” kata Andi dalam program Interupsi di iNews TV.

Pernyataan ini menegaskan koordinasi antara Rismon dan Andi Azwan terkait kelanjutan proyek “Jokowi’s White Paper”. Ini juga mengonfirmasi bahwa revisi bukan sekadar wacana, melainkan sebuah rencana konkret yang sedang berjalan.

Implikasi dari pernyataan Andi Azwan ini jauh melampaui sekadar informasi. Ini menunjukkan adanya dukungan dan kelanjutan narasi yang sebelumnya dianggap bermasalah secara hukum.

Latar Belakang Kontroversi Ijazah Jokowi

Kasus tudingan ijazah palsu Jokowi mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar menjadi figur sentral dalam penyebaran narasi keraguan atas keabsahan ijazah Presiden.

Meskipun telah ada bantahan resmi dan proses hukum terhadap para penuduh, revisi “Jokowi’s White Paper” oleh Rismon Sianipar mengisyaratkan bahwa polemik ini belum usai, justru mendapatkan babak baru yang lebih menantang.

More like this
9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian Pengadilan

9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian di Pengadilan

admin
WFH ASN Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi

WFH ASN Tiap Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi.

admin
Academics Urge ASEAN Centrality, UNCLOS as SCS Code of Conduct Foundation Amid Tensions

LCS Memanas, Akademisi Serukan Sentralitas ASEAN dan UNCLOS sebagai Fondasi Kode Etik

admin