DPR Lantang: Jangan Batasi Pembelian BBM, Stok Nasional Aman!

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan pemerintah tidak akan membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi pada April 2026. Stok BBM nasional dipastikan cukup. Pemerintah juga tidak akan menaikkan harga BBM pada periode tersebut.

255
DPR Tegaskan Stok BBM Aman: Jangan Batasi Pembelian BBM!

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan pemerintah tidak akan membatasi pembelian maupun menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi pada April 2026. Janji ini datang di tengah spekulasi kenaikan harga yang terus membayangi masyarakat.

Klaim tersebut dilontarkan Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Dasar jaminan ini adalah komunikasi Dasco dengan pihak pemerintah yang menyatakan ketersediaan stok BBM nasional “cukup,” meski tanpa detail konkret.

Jaminan Jangka Pendek

Dasco mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah, namun identitas pihak pemerintah yang dihubungi atau rincian pembicaraan tidak diungkap. Ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi di balik keputusan krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Pernyataan “stok kita cukup” diulang berkali-kali tanpa disertai data pendukung yang valid atau proyeksi konsumsi. Jaminan ini secara eksplisit hanya berlaku untuk bulan April 2026, membiarkan ketidakpastian harga dan ketersediaan BBM setelah periode tersebut.

Sejarah mencatat pemerintah kerap menunda atau menyangkal rencana kenaikan harga BBM sebelum akhirnya merealisasikannya. Pola ini memicu skeptisisme publik terhadap janji-janji jangka pendek yang seringkali hanya berfungsi meredam gejolak sesaat.

Isu pembatasan pembelian BBM, baik melalui sistem kuota maupun pembatasan jenis kendaraan, telah menjadi wacana berulang. Meskipun penolakan terhadap pembatasan ini melegakan, itu tidak menghilangkan potensi kebijakan serupa di masa depan jika klaim “stok cukup” terbukti rapuh atau tidak berkelanjutan.

Kehadiran jaminan ini, yang juga sebelumnya diperkuat oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengindikasikan adanya tekanan publik atau pasar yang kuat terkait isu BBM. Pemerintah terpaksa berupaya meredam “panic buying” yang mungkin timbul dari rumor kenaikan.

Klaim Narasumber

“Saya tadi tanya, sepertinya nggak (ada pembatasan),” ujar Dasco di Kompleks Parlemen. Ia menambahkan, “Karena kalau menurut dari pihak pemerintah, stok kita cukup.”

Dasco juga menegaskan, “Stok kita masih cukup.”

Namun, ketika didesak mengenai durasi jaminan ini, Dasco menjawab, “Jadi kan kalau kita tanya sampai berapa lama, kalau tanya saya, saya belum tahu, mungkin pemerintah yang tahu. Tapi yang pasti pemerintah konsentrasi untuk menjaga itu.”

Pertanyaan Tak Terjawab

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi juga mengeluarkan pernyataan serupa, menepis isu kenaikan harga BBM. Konsistensi pernyataan ini bertujuan meredakan kekhawatiran masyarakat, namun gagal memberikan gambaran jangka panjang kebijakan energi nasional.

Janji yang hanya berlaku untuk April 2026 ini sama sekali tidak menjawab kekhawatiran mendasar tentang subsidi energi yang membengkak, volatilitas harga minyak global, atau kebutuhan mendesak untuk reformasi kebijakan energi yang lebih berkelanjutan.

More like this
Istana Tunda Bahas UU KPK Lama, Usulan Krusial Menanti Kepastian

Istana Belum Sentuh Meja Bahas UU KPK Lama: Usulan Krusial Menggantung

admin
Rismon Sianipar Tegaskan: Format Skripsi Jokowi Tak Eksis di 1985

Rismon Sianipar Tegaskan: Format Skripsi Jokowi Tak Eksis di Tahun 1985

admin
Jokowi Diploma Lawsuit: Rismon Sianipar Affirms Right to Presidential Transparency

Sidang Gugatan Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Tegaskan Hak Warga atas Transparansi Presiden

admin