Qodari Pimpin Bakom: Gebrakan Optimalisasi Komunikasi Antar Kementerian

Qodari Pimpin Bakom: Gebrakan Kunci Optimalkan Komunikasi Antar Kementerian

Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru, langsung mematok misi ambisius: menyelaraskan seluruh komunikasi publik kementerian dan lembaga. Tujuannya jelas, memastikan program strategis Presiden Prabowo Subianto tersampaikan “utuh” kepada masyarakat.

Pernyataan ini meluncur usai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4) sore. Penugasan Qodari, yang ketiga kalinya di era Prabowo, menggarisbawahi urgensi penguasaan narasi pemerintah atas program-program yang ia sebut “masif dan fundamental.”

Strategi Penguasaan Narasi

Langkah Qodari ini memunculkan pertanyaan tentang batas antara informasi publik dan upaya pembentukan opini. Fokus pada penyampaian program “secara utuh” bisa diartikan sebagai upaya meminimalkan disonansi atau kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Bakom, di bawah kendali Qodari, kini menjadi garda depan dalam mengawal persepsi publik. Ini bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membentuk pemahaman tunggal atas kebijakan-kebijakan yang akan datang.

Qodari sendiri mengakui beban berat jabatan ini. Ia menyebut tugasnya “berat sekali,” sejalan dengan skala program-program Prabowo yang membutuhkan penjelasan “komprehensif.” Penjelasan ini, menurutnya, harus mengakar pada Pembukaan UUD 1945—melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan, dan ketertiban dunia.

Pernyataan tersebut menempatkan setiap program pemerintah dalam bingkai konstitusional, menyulitkan ruang sanggahan. Ini adalah strategi komunikasi yang kuat, namun berisiko membatasi debat publik.

Optimasi komunikasi publik yang dimaksud Qodari tidak bisa berjalan sendiri. Ia menekankan perlunya dukungan dari lintas kementerian, lembaga, dan terutama media massa. Ini mengindikasikan harapan besar agar media turut berperan aktif dalam menyukseskan agenda komunikasi pemerintah.

Pengakuan Qodari

Qodari menegaskan, “Karena komunikasi itu sebetulnya ada di semua kementerian/lembaga, di semua bagian. Insya Allah nanti bersama teman-teman kita akan lebih optimalkan lagi komunikasi kita ke depan.”

Ia juga mengungkapkan beban personalnya, “Saya pada hari ini mendapatkan tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Ini pelantikan yang ketiga untuk saya pribadi selama pemerintahan Bapak Prabowo dan rasanya tanggung jawab ini semakin meningkat. Terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang, karena berat, berat sekali.”

Qodari menambahkan, “Program-program yang harus dijelaskan latar belakangnya, sebab-sebabnya, yang pada dasarnya adalah bagaimana negara ini memenuhi tujuannya sesuai Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut berpartisipasi dalam ketertiban dunia.”

Latar Belakang Penugasan

Qodari, dengan rekam jejak panjang di dunia komunikasi publik, termasuk kedekatan dengan insan pers, kini memegang kendali atas narasi pemerintah. Pengalamannya diharapkan menjadi modal dalam mengarahkan arus informasi di tengah lanskap media yang kompleks dan potensi polarisasi.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *