Pengangkatan Jumhur Hidayat, Pengamat: Tak Ada Dendam Politik dalam Kamus Prabowo
Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (27/4) kemarin. Pengangkatan Jumhur mendapat apresiasi dari kalangan pengamat. Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, melihat langkah Presiden RI Prabowo mengangkat Jumhur murni karena melihat kapabilitas. Hal itu dikatakan Bawono, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah.
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup diapresiasi. Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, melihat langkah Presiden RI Prabowo Subianto mengangkat Jumhur murni karena melihat kapabilitas.
“Pesan politik dari pengangkatan Jumhur, tidak ada istilah dendam politik di dalam kamus politik Presiden Prabowo,” kata Bawono, Selasa (28/4).
Menurutnya, Prabowo tak memandang latar belakang politik seseorang ketika dianggap layak.
“Demi menempatkan figur tepat dan kompeten sesuai bidang dan keahlian, maka semua diabaikan oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.
Pengangkatan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq menjadi salah satu yang menyita perhatian publik pada Senin (27/4) siang di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pasalnya, latar belakang politik Jumhur saat masa Pemilihan Presiden 2024 berseberangan dengan Prabowo. Jumhur saat itu menjabat sebagai Co-Captain atau orang nomor dua dalam Tim Nasional Pemenangan pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar.
Selain itu, Jumhur juga masih menjabat ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Organisasi itu menyokong penuh pasangan berakronim ‘Amin’ tersebut.
Jadi, kata Bawono, Jumhur bukanlah termasuk orang yang ‘berkeringat’ bagi pasangan Prabowo – Gibran di Pilpres 2024.
“Tapi fakta politik itu tidak lantas menutup keterbukaan hati serta pemikiran dari Presiden Prabowo untuk menunjuk Jumhur sebagai menteri di kabinet yang beliau pimpin,” kata dia. (her/dav)
Prabowo Disambut Hangat Warga Banyumas Saat Ziarah ke Makam Margono Djojohadikusumo, Warga: Sehat Selalu!
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disapa hangat dan antusias warga saat berziarah ke makam kakeknya, Margono Djojohadikusumo, di Kompleks Makam Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Banyumas, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disapa hangat dan antusias warga saat berziarah ke makam kakeknya, Margono Djojohadikusumo, di Kompleks Makam Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/4).
Kedatangan Prabowo yang telah menunggu. Warga tampak berjejer rapi di sepanjang area makam untuk melihat langsung dan menyampaikan doa.
Dengan senyum hangat, Prabowo menghampiri dan menyempatkan diri menyapa warga. Menyalami satu per satu serta menerima doa dan dukungan dari masyarakat. Suasana penuh keakraban dan haru terasa meski di bawah rintik hujan sore Banyumas.
“Pak Prabowo, salim, Pak. Sehat selalu, Pak!” seru para warga antusias.
Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai tokoh penting bangsa. Almarhum adalah salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) serta sosok yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Kehadiran Prabowo untuk berziarah menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga sekaligus penghargaan terhadap jasa para pendahulu bangsa. (her/dav)
Kekerasan Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Pemerintah di Lembaga Penitipan Anak
Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, kini telah terungkap. Polisi menggerebek lokasi pada Jumat (24/4/2026). Sebanyak 103 anak menjadi korban, 53 di antaranya mengalami luka fisik. Daycare beroperasi tanpa izin resmi, menyoroti lemahnya sistem perlindungan anak di Indonesia. Penegakan hukum yang tegas didorong untuk kejahatan serius ini.
Prabowo Dorong Inovasi Cerdas: Sampah Jadi Genteng, Terobosan Ekonomi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST Banyumas, mengapresiasi inovasi pengolahan sampah menjadi genteng daur ulang. Inovasi ini dinilai menciptakan nilai ekonomi dan solusi lingkungan. Genteng daur ulang efektif, ekonomis, serta berpotensi untuk program renovasi rumah, menghemat biaya. Pengelolaan sampah menjadi prioritas nasional.
Pengolah Sampah Terpadu Banyumas Jadi Prioritas Nasional, Masalah Sampah Ditarget Tuntas 2–3 Tahun
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan prioritas nasional karena dinilai efektif, sederhana, dan berbasis produk lokal. Hal itu dikatakan Prabowo di TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu) BLE (Berbasis Lingkungan & Edukasi) Banyumas Pusat Pengolahan Sampah, Selasa (28/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Banyumas, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, model pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan prioritas nasional karena dinilai efektif, sederhana, dan berbasis produk lokal.
Presiden menegaskan, pengelolaan sampah kini menjadi salah satu prioritas nasional. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan persoalan sampah di seluruh Indonesia harus mulai terkendali.
“Semua kita kembangkan, sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia ya,” tegas Prabowo di TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu) BLE (Berbasis Lingkungan & Edukasi) Banyumas Pusat Pengolahan Sampah, Selasa (28/4).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden meninjau langsung fasilitas TPST BLE Banyumas. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas atas terobosan pengelolaan sampah yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.
“Saya sangat terkesan dan saya terima kasih, Pak Bupati dan Kepala Dinas ya, ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten,” jelas Presiden.
Menurut Prabowo, sistem tersebut terbukti efektif dan berpotensi menjadi model bagi berbagai daerah di Indonesia, bahkan menarik perhatian dari negara lain.
“Jadi ini saya kira sangat efektif ya menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” lanjutnya.
Presiden juga menyatakan akan memberikan dukungan langsung dari pemerintah pusat untuk memperkuat dan memperluas sistem pengolahan sampah tersebut. Ia turut menyambut target Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencapai zero sampah pada tahun 2028. (her/dav)
Ekonom Global: Ekonomi Indonesia Sehat, Jadi Modal Kuat Genjot Pertumbuhan hingga 6%
Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid di tengah ketidakpastian global. Hal itu dikatakan Chief Economist Shan Saeed dari IQI Global, di Jakarta, Selasa (28/4). (Foto Dok. Istimewa/ RM.ID)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid di tengah ketidakpastian global.
Chief Economist Shan Saeed dari IQI Global menegaskan bahwa kekuatan fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga kisaran 6%.
Dalam pernyataannya, Shan Saeed mengingatkan bahwa dunia saat ini tidak berada dalam kondisi normal.
Tekanan global yang datang dari berbagai arah, mulai dari gejolak geopolitik hingga dinamika pasar keuangan, membuat hanya negara dengan fondasi kuat yang mampu bertahan dan melaju.
“Saya ingin mulai dengan satu hal: kita tidak hidup di masa yang normal. Di tengah kondisi global yang penuh tekanan seperti sekarang, negara yang punya demografi kuat, stabilitas makroekonomi, pertumbuhan yang konsisten, dan disiplin kebijakan—mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan ini,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menilai Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang memiliki daya tahan tersebut. Indikator makroekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga, mulai dari rasio utang terhadap PDB yang masih di bawah 40 persen, defisit anggaran di bawah 3 persen, hingga inflasi yang terkendali.
“Kalau bicara Indonesia, rasio utang terhadap PDB masih di bawah 40%, defisit anggaran di bawah 3%, inflasi juga terkendali. Bank Indonesia juga melakukan pekerjaan yang bagus menjaga inflasi di bawah 3,5%. Di banyak negara maju, inflasi sudah tembus 5–6%,” terangnya.
Menurutnya, kombinasi indikator tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi sehat.
Stabilitas ini menjadi faktor kunci yang mendorong kepercayaan pasar sekaligus membuka ruang untuk pertumbuhan yang lebih tinggi.
Shan Saeed menekankan bahwa ada empat pilar utama yang menopang optimisme terhadap Indonesia, yakni stabilitas makroekonomi, konsistensi pertumbuhan, disiplin fiskal, serta kemampuan dalam mengeksekusi kebijakan.
“Indonesia sejauh ini cukup solid. Dan saya tetap optimistis terhadap Indonesia karena empat hal utama: stabilitas makroekonomi, stabilitas pertumbuhan, disiplin fiskal, dan eksekusi kebijakan,” tambah Shan.
Ia juga menyoroti pentingnya kredibilitas dalam kebijakan ekonomi. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kredibilitas menjadi “modal baru” yang menentukan kepercayaan investor dan pelaku pasar.
“Sekarang ini, kredibilitas itu ibarat ‘modal baru’. Kalau kebijakan dijalankan dengan disiplin, kepercayaan akan terbentuk. Yang penting bukan cuma visi yang jelas, tapi juga keyakinan dan cara eksekusi yang cerdas,” katanya.
Lebih lanjut, ia melihat kondisi global saat ini memiliki kemiripan dengan periode krisis di masa lalu, seperti era 1970-an yang ditandai dengan lonjakan harga minyak dan tekanan geopolitik.
Karena itu, pembelajaran dari sejarah ekonomi dinilai penting dalam mengambil kebijakan yang tepat.
Di tengah dinamika tersebut, Shan Saeed tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5-6%. Bahkan, menurutnya, angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar yang melihat potensi pertumbuhan di atas 5,4%.
Ia menjelaskan, secara sederhana kesehatan ekonomi Indonesia tercermin dari keseimbangan antara pertumbuhan dan berbagai indikator lainnya.
“Kalau dijelaskan simpel, kondisi ekonomi Indonesia itu sehat. PDB sekitar 5%, suku bunga 4,75%, inflasi 3,5%, defisit 2,9%. Artinya, pertumbuhan lebih tinggi dari biaya hidup, biaya usaha, dan defisit pemerintah,” Shan melanjutkan.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga menjaga konsistensi pertumbuhan dalam jangka menengah.
“Jadi ekonomi Indonesia bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh secara konsisten. Itu yang bikin pasar percaya,” tutupnya. (her/dav)
Ekonom Global Sebut Program MBG Jadi Modal Investasi Jangka Panjang RI
Ekonom IQI Global, Shan Saeed, menilai fondasi ekonomi Indonesia solid di tengah ketidakpastian global. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang investasi jangka panjang untuk SDM dan ketahanan ekonomi. Kebijakan ini tidak instan, namun penting menjaga stabilitas pasokan dan kebutuhan dasar. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih tinggi.
Lindungi Industri dan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik
Pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG dari 5% menjadi 0% guna menjaga daya beli dan industri. Bea masuk bahan baku plastik seperti polypropylene juga dihapus untuk menekan kenaikan harga. LPG menjadi alternatif bahan baku petrokimia. Kebijakan ini berlaku enam bulan, bagian dari percepatan ekonomi.
KPK Kantongi Informasi Ada Oknum Klaim Bisa Kondisikan Kasus Bea Cukai
KPK mengantongi informasi oknum mengaku bisa mengondisikan kasus dugaan korupsi Ditjen Bea Cukai. Informasi ini, yang tersebar di Jawa Tengah, ditegaskan KPK tidak valid dan upaya penipuan. Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan proses hukumnya profesional, transparan, serta bebas intervensi.
Pangi Bongkar Penumpang Gelap di Balik Tudingan Penistaan Agama JK
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago meyakini mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak menista agama. Pangi menduga kuat ada motif politik di balik laporan polisi terhadap JK. Ia menilai JK sebagai tokoh rekonsiliasi, sehingga laporan penistaan agama tersebut dianggap tidak masuk akal.