Pemerintah Gabungkan 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas, Target Selesai dalam Sebulan ke Depan
Badan Pengaturan BUMN mempercepat konsolidasi 15 BUMN sektor logistik menjadi satu badan usaha. Proses ini ditargetkan rampung dalam sebulan, bertujuan memperkuat daya saing dan mengoptimalkan bisnis BUMN. PT Pos Indonesia diharapkan menjadi perusahaan jangkar. Konsolidasi ini bagian restrukturisasi untuk efisiensi dan manfaat masyarakat. Presiden Prabowo mendukung.
El Nino Mengintai: Pemerintah Kencangkan Pengawasan Harga Pangan Nasional
Pemerintah memperketat pengawasan harga pangan di tengah potensi dampak El Nino serta gangguan pasokan global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas strategis seperti kedelai. Menteri Amran sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah memperketat pengawasan harga pangan di tengah potensi dampak El Nino serta gangguan pasokan global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas strategis seperti kedelai.
“Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” kata Menteri Amran sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4).
Ia juga mengimbau para importir kedelai untuk mengedepankan empati terhadap masyarakat dengan turut menjaga stabilitas harga pangan. Untuk memastikan langkah tersebut berjalan efektif, Amran menambahkan, Kementerian Pertanian akan melakukan pemantauan serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.
Menteri Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengawasan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan pokok utama tetap terjaga, terutama beras.
“Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino,” ujar Amran.
Sementara itu, kondisi stok pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat dan akan dilaporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas.
“Alhamdulillah, stok beras kita mencapai 4,6 juta ton hari ini. Pada April, insya Allah bisa mencapai 5 juta ton. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, pada April hanya sekitar 1,5 hingga maksimal 2 juta ton. Artinya, sekarang hampir tiga kali lipat dan patut kita syukuri,” jelasnya.
Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan. “Stok kita nanti sekitar 5 juta ton. Kemudian di sektor horeka (hotel, restoran, dan katering) terdapat sekitar 12,5 juta ton.”
“Selain itu, standing crop atau tanaman yang siap panen saat ini mencapai sekitar 11 juta ton. Totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan,” ungkapnya.
Dengan proyeksi kebutuhan selama musim kemarau, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Pada musim kemarau sekitar enam bulan, berdasarkan pengalaman saat El Nino, kebutuhan sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton. Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup. Apalagi puncak panen terjadi pada Maret dan periode kering hanya enam bulan, sehingga kondisi tetap aman,” ujarnya. (her/dav)
Uji B50 Sukses, Indonesia Makin Dekat dengan Swasembada Energi
Pemerintah akan menerapkan B50 pada Juli 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi impor BBM sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Kementerian ESDM tengah melakukan uji coba penerapan B50 pada kendaraan. Sebelumnya, pada 2025, pemerintah telah mengimplementasikan B40 secara nasional. Hal itu dikatakan Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah akan menerapkan B50 pada Juli 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi impor BBM sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Kementerian ESDM tengah melakukan uji coba penerapan B50 pada kendaraan. Sebelumnya, pada 2025, pemerintah telah mengimplementasikan B40 secara nasional.
Hasil uji B50 pada mesin diesel kendaraan pertambangan yang saat ini masih berlangsung menunjukkan kinerja yang baik, baik dari sisi operasional maupun teknis.
“Hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin,” ujar Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (7/4).
Perlu diketahui, B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 50% biodiesel (B100) berbasis minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, dan 50% bahan bakar solar (B0).
Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Dalam pelaksanaannya, uji penggunaan B50 pada sektor alat berat pertambangan dilakukan secara komprehensif, mencakup pengujian kualitas bahan bakar, kinerja mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan.
Hingga akhir Maret 2026, pengujian ketahanan dinamis telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan pada mesin yang disebabkan oleh kualitas bahan bakar.
Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati para pemangku kepentingan sebagai standar bahan bakar uji, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan FAME.
Hal ini menegaskan kesiapan teknis B50 untuk diaplikasikan pada sektor non-otomotif dengan karakteristik beban kerja tinggi, seperti pertambangan.
“Pengembangan B50 menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tutur Eniya.
Ke depan, pemerintah akan terus melanjutkan rangkaian pengujian B50 pada berbagai sektor, termasuk transportasi, pembangkit listrik, kereta api, dan alat mesin pertanian. Dengan ini, maka Indonesia makin dekat dengan swasembada sektor energi. (her/dav)
Jaga Pasokan Protein, Kementerian KP Prediksi Produksi Ikan Nasional Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026
Dalam upaya menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan dan capaian produksi sektor kelautan dan perikanan tetap terjaga. Untuk periode April hingga Desember 2026, total produksi ikan nasional diproyeksikan mencapai 10,57 juta ton. Hal itu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Dalam upaya menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan dan capaian produksi sektor kelautan dan perikanan tetap terjaga. Untuk periode April hingga Desember 2026, total produksi ikan nasional diproyeksikan mencapai 10,57 juta ton.
“Prognosa produksi ikan nasional untuk periode April hingga Desember 2026, kami memproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton. Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4).
Pemerintah juga memastikan ketersediaan ikan nasional periode April-Juni 2026 dalam kategori aman dengan memantau ketersediaan kota-kota besar seperti Jakarta, Banjarmasin, Medan, Bandar Lampung, dan Surabaya.
Trenggono menyatakan di tengah berbagai tantangan global sekalipun, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional tetap menunjukkan tren positif. Produksi sektor ini tercatat meningkat secara konsisten, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen sepanjang 2025.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik. Di antaranya adalah produksi kelautan dan perikanan Indonesia secara konsisten terus mengalami kenaikan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen pada tahun 2025,” ujar dia.
Berdasarkan data KKP, pada 2025, total produksi mencapai 26,25 juta ton, yang terdiri dari 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya.
Dari sisi perdagangan, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun, hingga Februari 2026, nilai ekspor kelautan dan perikanan baru mencapai 950 juta dolar AS. Negara tujuan ekspor tertinggi yaitu AS, China, dan ASEAN dengan komoditas terbanyak udang, tongkol/tuna/cakalang, dan cumi/sotong/gurita.
Menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan perubahan iklim, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan, khususnya protein hewani dari sektor perikanan.
“KKP tetap berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Trenggono. (her/dav)
Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025
Kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Nilai ekspor produk perikanan nasional tercatat mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan capaian ekspor tahun lalu menjadi tonggak penting bagi industri perikanan nasional. Sebab, angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal itu dikatakan Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Nilai ekspor produk perikanan nasional tercatat mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan capaian ekspor tahun lalu menjadi tonggak penting bagi industri perikanan nasional. Sebab, angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Nilai ekspor produk perikanan Indonesia meningkat juga, mencapai 6,27 miliar USD di tahun 2025. Juga menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir,” kata Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (7/4).
Sementara itu, kinerja ekspor kelautan dan perikanan di tahun 2026 sejauh ini tercatat sebesar 950 juta dolar AS. Negara tujuan ekspor tertinggi yaitu AS, China, dan ASEAN dengan komoditas terbanyak udang, tongkol/tuna/cakalang, dan cumi/sotong/gurita.
Selanjutnya dari sisi produksi, sektor kelautan dan perikanan Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Sepanjang 2025, produksi mencapai 26,25 juta ton atau tumbuh rata-rata sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total produksi tersebut terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya. Kenaikan produksi ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik,” ujar Trenggono.
Trenggono pun menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap berkomitmen memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, khususnya dari sektor perikanan.
Pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah produk perikanan serta diversifikasi pasar ekspor guna menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kombinasi produksi yang stabil dan akses pasar yang semakin terbuka, sektor ini diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama ekspor nasional. (her/dav)
Produksi Perikanan RI Kian Melonjak: Target 26,25 Juta Ton di 2025, Pertumbuhan 3,8% Jadi Sorotan
Produksi kelautan dan perikanan nasional mencapai 26,25 juta ton pada 2025, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan 3,8 persen. Ekspor produk perikanan Indonesia juga meningkat signifikan, mencapai 6,27 miliar dolar AS. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional aman hingga Juni 2026.
El Nino Godzilla Mengintai, Pemerintah Tegaskan Jagung, Gula, Telur Surplus: Amankah Pasokan Pangan Nasional?
Kepala Bapanas Amran Sulaiman menyatakan komoditas pangan strategis seperti jagung, gula, telur, dan daging ayam diproyeksikan surplus hingga Mei 2026. Neraca pangan nasional menunjukkan surplus jagung 4,35 juta ton, gula 632 ribu ton, telur ayam 423 ribu ton, dan daging ayam 837 ribu ton.
Rekor Cadangan Beras Nasional Hari Ini: Strategi Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Hadapi El Nino
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa posisi cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 4,59 juta ton per 7 April 2026. Dengan demikian, ia menyebut posisi stok beras pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu dikatakan Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa posisi cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 4,59 juta ton per 7 April 2026. Dengan demikian, ia menyebut posisi stok beras pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Dengan capaian tersebut, ia meyakini stok beras nasional berada dalam kondisi sangat aman untuk mengantisipasi fenomena El Nino “Godzilla” yang diproyeksikan menyebabkan kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
“Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan. Jadi, insyaAllah pangan kita aman,” ujar Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4).
Lebih lanjut, Amran mengatakan bahwa Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun ini mulai April, yang diprediksi diawali di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Musim kemarau kemudian akan meluas secara bertahap ke provinsi lain dan mencapai puncaknya pada Agustus.
Dalam mengantisipasi hal tersebut sekaligus menjaga produksi pertanian domestik, ia menyebut bahwa Kementerian Pertanian telah meminta kepala daerah untuk melakukan pemetaan wilayah yang secara historis mengalami kekeringan, mempercepat masa tanam, mengoptimalkan pengelolaan air irigasi, serta merehabilitasi embung dan sumur.
“Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, handsprayer, transplanter, dan lain-lain,” jelasnya.
Menyambung pernyataan Amran, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa peningkatan CBP hingga level tertinggi tersebut tidak terlepas dari peran Bulog dalam melakukan pengadaan gabah dan beras secara intensif.
Adapun per 5 April 2026, Bulog telah menyerap 1,6 juta ton beras dan setara beras domestik, yang menurutnya menjadi realisasi penyerapan tertinggi sepanjang sejarah pada periode Januari hingga awal April.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa gudang Bulog masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung cadangan beras tersebut. Saat ini, lanjut Rizal, Bulog juga sedang dalam proses menyewa gudang berkapasitas 762 ribu ton serta membangun gudang baru berkapasitas 250 ribu ton.
“Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,” jelas Rizal. (her/dav)
Kesiapan Air Irigasi Menyambut El Nino Godzilla: Optimalisasi Waduk hingga Modifikasi Cuaca
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus mempersiapkan strategi untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi di sejumlah daerah pada April 2026. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan infrastruktur irigasi dan sarana pendukung lainnya.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga Desember 2026.
Lantas, bagaimana kesiapan sektor pengairan saat ini? Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air irigasi dalam kondisi siap menghadapi fenomena El Nino Godzilla, khususnya di wilayah Jawa Tengah yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa Waduk Gajah Mungkur akan memegang peranan penting dalam sistem irigasi.
Saat ini, waduk tersebut dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur.
Volume air yang tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik, dengan kapasitas tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik.
“Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kami menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir,” ujar Dody, Selasa (7/4).
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk, Kementerian PU melakukan berbagai upaya pengendalian sedimentasi guna memperpanjang usia layanan bendungan.
Salah satunya adalah dengan mengoperasikan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen di dalam waduk.
Selain itu, telah dibangun tiga unit closure dike yang berfungsi menahan sedimen dari aliran Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk, sehingga dapat mengurangi laju pendangkalan.
Upaya konservasi juga dilakukan di wilayah hulu melalui penanaman pohon oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama masyarakat, guna memperbaiki kondisi daerah tangkapan air.
“Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar yang masuk ke waduk lebih banyak air dibandingkan sedimen,” tambah Dody.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian, guna menjaga produktivitas pertanian nasional.
Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah optimistis dampak El Nino terhadap pasokan pangan nasional dapat diminimalkan. (her/dav)
Konflik Timteng Memicu Biaya Haji Melonjak, Presiden Perintahkan: Jemaah Tak Boleh Dibebani!
loading…
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto agar jemaah haji tak dibebankan biaya tambahan. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto agar jemaah haji tak dibebankan biaya tambahan. Hal itu jika biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 terjadi lonjakan imbas konflik di Timur Tengah (Timteng).
Gus Irfan mengatakan, pihaknya telah membicarakan kemungkinan adanya penambahan biaya haji tahun ini.
“Intinya presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan, beliau minta jangan dibebankan kepada jemaah haji kita,” ungkap Gus Irfan saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).