Fraksi PAN DPR: Israel Gempur Pasukan Perdamaian PBB, Kecaman Keras Dilontarkan!
Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon saat menjalankan misi UNIFIL sebagai pasukan perdamaian. Kematian mereka akibat serangan Israel memicu dukacita mendalam. Sekretaris Fraksi PAN DPR Ahmad Najib Qodratullah mengutuk keras insiden ini. Jenazah prajurit dipulangkan setelah upacara penghormatan di Beirut.
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon gugur akibat serangan Israel. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon tewas saat bertugas dengan Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Insiden mematikan ini memicu kutukan keras dari Jakarta, menuntut pertanggungjawaban atas agresi terhadap personel PBB yang menjalankan mandat perdamaian.
Detail Insiden
Ketiga prajurit TNI tersebut adalah bagian integral dari misi UNIFIL, yang bertugas menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah perbatasan Lebanon. Serangan Israel secara langsung menargetkan pasukan perdamaian, memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan personel PBB di zona konflik.
Jenazah para “patriot bangsa” ini telah menerima upacara penghormatan militer di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri. Prosesi tersebut mendahului pemulangan mereka ke Indonesia, di tengah duka cita mendalam yang dirasakan.
Sekretaris Fraksi PAN DPR, Ahmad Najib Qodratullah, menjadi salah satu suara yang paling lantang mengutuk serangan ini. Ia menyampaikan dukacita mendalam sekaligus mengecam keras tindakan Israel.
Reaksi Keras Jakarta
Najib, pada Jumat (3/4/2026), menegaskan, “Turut berduka cita atas gugurnya patriot bangsa yang bertugas sebagai pasukan perdamaian.” Pernyataannya menyoroti pengorbanan personel militer Indonesia di medan tugas internasional.
Ia tidak berhenti di sana, melontarkan kecaman tajam terhadap pelaku serangan. “Serangan Israel terhadap pasukan perdamaian di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) hingga menyebabkan tewasnya tiga prajurit TNI yang sedang bertugas disana adalah tindakan terkutuk,” kata Najib.
Kecaman ini menggarisbawahi kegagalan Israel menghormati status netral pasukan perdamaian PBB dan menuntut respons tegas dari komunitas internasional.
Ancaman Terhadap Misi Perdamaian
Misi UNIFIL, yang beroperasi di Lebanon selatan, memiliki mandat krusial untuk mengawasi penarikan pasukan Israel dari Lebanon dan membantu memulihkan perdamaian serta keamanan internasional. Serangan terhadap pasukan perdamaian ini merusak integritas misi tersebut.
Agresi Israel tidak hanya menelan korban jiwa dari pasukan perdamaian, tetapi juga secara fundamental mengancam stabilitas regional dan kredibilitas operasi PBB. Ini menuntut penyelidikan menyeluruh dan pertanggungjawaban tegas untuk mencegah insiden serupa terulang.