Indonesia Desak Investigasi Tuntas Penyerangan Prajurit Perdamaian di Lebanon

Pemerintah Indonesia menuntut investigasi menyeluruh penyerangan prajurit perdamaian di Lebanon. Tiga prajurit gugur saat bertugas dalam misi UNIFIL. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pentingnya jaminan keamanan. PBB diminta mengevaluasi keselamatan pasukan perdamaian global.

71
Indonesia Demands Thorough Investigation of Lebanon Peacekeeper Attack

Indonesia menuntut investigasi menyeluruh terhadap serangan brutal di Lebanon yang merenggut nyawa tiga prajurit perdamaiannya. Menteri Luar Negeri Sugiono mengeluarkan tuntutan keras ini di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4) malam, usai upacara pelepasan jenazah para pahlawan bangsa. Insiden mematikan ini membongkar kegagalan perlindungan terhadap pasukan PBB.

Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon gugur saat bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kematian mereka, dalam status sebagai penjaga perdamaian, menuntut pertanggungjawaban penuh dan evaluasi mendalam atas keamanan misi PBB.

Tuntutan Keamanan PBB

Pemerintah Indonesia mendesak adanya jaminan keamanan mutlak bagi pasukan perdamaian. Insiden ini secara telanjang mempertanyakan efektivitas dan komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam melindungi personelnya di zona konflik yang semakin bergejolak.

Sugiono menegaskan, pasukan perdamaian adalah “peace keeping, not peace making.” Mereka tidak dibekali untuk menghadapi situasi tempur, melainkan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian. Serangan terhadap mereka adalah pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi.

Serangan ini bukan sekadar insiden. Ini adalah tamparan keras bagi kredibilitas misi PBB dan menunjukkan betapa rentannya para penjaga perdamaian di lapangan. PBB harus mengakui kegagalannya dalam menyediakan lingkungan yang aman.

Indonesia mendesak PBB segera mengevaluasi ulang protokol keamanan dan keselamatan prajurit di semua misi UNIFIL, serta di seluruh dunia. Tanpa langkah konkret, nyawa prajurit perdamaian akan terus menjadi taruhan.

Suara Kritis Indonesia

“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tegas Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia menambahkan, para prajurit “tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ini.”

Sugiono juga menyampaikan duka mendalam: “Kita semua mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Berharap dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan yang Mahakuasa dan keluarganya diberi kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.”

Sebelumnya, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, di New York, Selasa (31/1), telah mengutuk keras serangan tersebut dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB. “Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan rasa duka, amarah, dan frustrasi 285 juta penduduk Indonesia,” ujarnya, mencerminkan kemarahan publik.

Latar Belakang Misi Berisiko

Indonesia telah menjadi kontributor aktif pasukan perdamaian PBB selama puluhan tahun, mengirim ribuan prajurit ke berbagai wilayah konflik dengan risiko tinggi. Insiden di Lebanon ini menyoroti risiko ekstrem yang terus-menerus dihadapi pasukan perdamaian Indonesia, memaksa PBB untuk bertindak nyata dalam melindungi mereka, bukan sekadar mengeluarkan janji.

More like this
9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian Pengadilan

9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian di Pengadilan

admin
WFH ASN Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi

WFH ASN Tiap Jumat: Mensesneg Soroti Peluang Transformasi Birokrasi.

admin
Academics Urge ASEAN Centrality, UNCLOS as SCS Code of Conduct Foundation Amid Tensions

LCS Memanas, Akademisi Serukan Sentralitas ASEAN dan UNCLOS sebagai Fondasi Kode Etik

admin