Ancaman erupsi Gunung Slamet kian nyata setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan peningkatan signifikan aktivitas gunung berapi tersebut. Suhu kawah melonjak drastis dari 280 derajat Celsius menjadi 460 derajat, disertai peningkatan gempa frekuensi rendah yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan. PVMBG telah memperluas radius bahaya dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah, meski status gunung masih bertahan di Level II (Waspada).
Menyikapi kondisi kritis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi mitigasi bencana geologi gunung api di Banyumas pada Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini, yang dihadiri BPBD dari lima kabupaten di kawasan Slamet, menekankan komitmen keselamatan masyarakat, namun pertanyaan muncul: apakah sosialisasi saja cukup menghadapi ancaman magma yang bergerak?
Ancaman Magma dan Kesiapan Mitigasi
Pemprov Jawa Tengah mengklaim telah memiliki rencana kontinjensi Gunung Slamet sejak 2021, namun dokumen ini terus diperbarui. Pembaruan tersebut, termasuk data jumlah penduduk dan potensi jalur aliran material vulkanik, seharusnya sudah matang












Leave a Reply