Microsoft Forces Windows 11 25H2 AI Update, No Opt-Out

Microsoft Paksa Update Windows 11 25H2 dengan AI, Pengguna Tak Bisa Tolak

Microsoft secara paksa menginstal pembaruan Windows 11 versi 25H2 ke sejumlah perangkat pengguna, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis machine learning. Kebijakan tanpa persetujuan ini menargetkan komputer yang masih menjalankan Windows 11 versi 24H2, memicu kekhawatiran serius di kalangan pengguna terkait kontrol dan rekam jejak pembaruan Microsoft yang kerap bermasalah.

Perusahaan raksasa teknologi itu mengonfirmasi sistem AI akan mengunduh dan menginstal pembaruan secara otomatis jika mendeteksi perangkat “siap”. Ini berlaku untuk pengguna edisi Home dan Pro yang sistemnya tidak dikelola administrator IT. Langkah paksa ini diambil menjelang berakhirnya masa dukungan (end of support) Windows 11 versi 24H2 pada 13 Oktober 2026, setelah itu perangkat tidak lagi menerima pembaruan keamanan dan dukungan teknis.

Pembaruan Otomatis Paksa dan Target Pengguna

Pembaruan ini mengarahkan pengguna ke Windows 11 versi 25H2, yang dirilis Oktober 2025 dan akan didukung hingga 12 Oktober 2027. Namun, implementasi otomatis ini menghilangkan pilihan pengguna untuk menolak transisi. Microsoft hanya memberikan kewenangan kepada pengguna untuk menjadwalkan restart atau menunda instalasi untuk sementara waktu, bukan menolaknya sepenuhnya.

Ancaman Rekam Jejak dan Kontrol Pengguna

Kebijakan ini kian mengkhawatirkan mengingat rekam jejak pembaruan Microsoft yang sering dilaporkan mengalami masalah atau gagal terinstal. Penggunaan machine learning untuk memutuskan kesiapan perangkat, tanpa input pengguna, meningkatkan risiko masalah stabilitas dan kompatibilitas yang tidak diinginkan. Banyak pengguna kini terpaksa mencari perangkat lunak pihak ketiga demi memblokir fungsi pembaruan otomatis Windows secara keseluruhan, demi mempertahankan kontrol atas sistem mereka.

Secara fundamental, Microsoft memaksakan pembaruan demi menjaga ekosistemnya tetap “terbarui”, namun dengan mengorbankan otonomi pengguna dan berpotensi menciptakan masalah baru pada perangkat yang seharusnya berfungsi optimal. Ini adalah langkah yang menggarisbawahi prioritas perusahaan di atas pengalaman dan kontrol pengguna.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *