Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu: Era Baru Dimulai 1 Juni, Pemerintah Jamin Kelancaran.
Pemerintah memastikan kebijakan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) satu pintu berlaku efektif 1 Juni 2026. Masa transisi hingga 31 Desember 2026 diberikan bagi pelaku usaha. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan kelancaran transisi. PT DSI akan memfasilitasi ekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit dan batu bara. Implementasi penuh dimulai 1 Januari 2027.
Perang Stunting Dimulai: BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Gizi Ibu Hamil & Balita, Ahli Gizi Paparkan Strategi Krusial
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026, berlaku efektif 2 Juni 2026. Setiap dapur MBG wajib melayani minimal 300 penerima manfaat dari kelompok rentan ini. Ahli gizi mendukung langkah evaluasi pemerintah untuk penurunan stunting.
Puncak Haji: Momen Krusial Dimulai, Pemerintah Kebut Layanan untuk Jutaan Jemaah Menuju Arafah
Pemerintah terus mematangkan layanan puncak haji yang akan berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan memasuki fase akhir menjelang keberangkatan ke Arafah. Hal itu dikatakan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, jelang pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai pada 8 Dzulhijjah atau Senin (25/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus mematangkan layanan puncak haji yang akan berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan memasuki fase akhir menjelang keberangkatan ke Arafah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengatakan pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai pada 8 Dzulhijjah atau Senin (25/5). Para jemaah akan diberangkatkan dalam tiga trip, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan secara bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria, dikutip pada Minggu (24/5).
Maria menjelaskan, sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna. Para petugas akan melakukan pengecekan akhir terhadap tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.
Fase Armuzna merupakan tahapan paling penting dan paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk.
Menjelang keberangkatan ke Arafah, pemerintah mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, makan secara teratur, mencukupi kebutuhan cairan, serta menyiapkan barang bawaan seperlunya.
Barang bawaan yang wajib dibawa meliputi dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, serta perlengkapan kebersihan pribadi.
“Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” kata Maria.
Ia juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan guna memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.
“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” ujar Maria. (her/dav)
Mikhael Sinaga & Gibran: Mantan Manajemen Buku Diperiksa, End Game Dimulai
loading…
Mantan manajemen buku Gibran End Game Arif Ikhsan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama pengacaranya, Razman Nasution. Foto: Ari Sandita
JAKARTA – Mantan manajemen buku Gibran End Game Arif Ikhsan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan YouTuber Michael Sinaga kepadanya. Dia tibabersama pengacaranya, Razman Nasution.
“Sesuai panggilan hari ini, saya mau memberikan keterangan, di mana Mikhael ini, semua yang dia tujukan pada saya itu fitnah, antara lain itu yang saya laporkan ini, dia menuduh saya sebagai sekretaris,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Dia mengatakan, Michael diduga memfitnah dia sebagai sekretaris dalam surat yang akan dikirimkan ke mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin bertemu. Fitnah itu disampaikan Mikhael melalui podcast miliknya.
Sidang Nadiem Dimulai, Surat Tuntutan Setebal 1.597 Halaman
loading…
Sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook dan chrome device management (CDM) dengan terdakwa mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim dimulai Rabu (13/5/2026) sore. Foto/Jonathan Simanjuntak
JAKARTA – Sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook dan chrome device management (CDM) dengan terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dimulai Rabu (13/5/2026) sore. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan kesiapannya untuk membacakan surat tuntutan.
Jaksa mengungkap surat tuntutan setebal 1.597 halaman itu kemudian akan diserahkan kepada majelis hakim. Jaksa menyebut surat tuntutan itu berisi fakta persidangan, analisis fakta, analisis yuridis, dan kesimpulan.
“Mengingat requisitor surat tuntutan ini setebal 1.597 halaman, yang secara sistematis kami susun dari pendahuluan, fakta persidangan, analisa fakta, analisa yuridis, dan kesimpulan,” kata jaksa Roy Riady di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Jaksa lantas meminta agar surat tuntutan yang dibacakan hanya poin-poin dalam surat tuntutan berupa pendahuluan dan analisis yuridis. Permohonan itu disetujui oleh Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah.
“Baik ya. Yang jelas pada intinya kan sudah termuat lengkap, ya. Mungkin juga nanti di analisa yuridis terhadap doktrin, pendapat-pendapat saya kira nggak perlu dibacakan,” kata Purwanto S Abdullah.
Sagara Jadi Rumah Talenta Digital, GoBIG Dimulai di Sini!
Foto: EdScoop
Teknologi.id -Jakarta telah lama menjadi magnet bagi talenta digital terbaik Indonesia. Namun Sagara Technology memiliki visi yang jauh lebih besar dari sekadar membangun perusahaan teknologi sukses di Ibu Kota, menciptakan ekosistem yang menjangkau dan memberdayakan talenta digital dari seluruh penjuru Indonesia, tidak peduli dari mana mereka berasal.
Di balik gedung-gedung yang menjulang dan dinamika bisnis Jakarta yang tidak pernah tidur, Sagara membangun sesuatu yang jauh lebih berharga dari aset fisik, sebuah ekosistem kepercayaan, pertumbuhan, dan peluang yang terbuka bagi setiap talenta digital Indonesia yang siap bermain di panggung yang lebih besar.
Realita yang menyakitkan dari industri teknologi Indonesia adalah ketimpangan akses yang masih sangat terasa: talenta dari Jakarta dan kota-kota besar memiliki akses yang jauh lebih mudah ke peluang, jaringan, dan pengembangan karir dibandingkan rekan-rekan mereka dari daerah. Padahal, tidak ada bukti bahwa talenta dari Makassar, Medan, Manado, atau Kupang lebih lemah dari mereka yang lahir dan besar di Jakarta.
Ketimpangan ini tidak hanya merugikan individu yang kehilangan peluang, tetapi juga merugikan Indonesia secara keseluruhan yang kehilangan kontribusi dari sumber daya manusia terbaiknya. Sagara Technology mengambil posisi yang jelas: ketimpangan ini harus diperbaiki, dan Sagara berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusinya.
Membangun Ekosistem Inklusif
Indonesia sedang berada dalam momen transformasi digital yang paling krusial sepanjang sejarahnya. Keputusan yang diambil hari ini tentang bagaimana ekosistem digital dibangun akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi pemain dominan di ekonomi digital Asia Tenggara, atau hanya menjadi pasar bagi produk digital negara lain.
Untuk memenangkan persaingan ini, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan talenta dari satu kota. Gerakan #GoBIGinDigital yang diperjuangkan Sagara adalah panggilan kepada seluruh talenta Indonesia untuk bangkit, mengembangkan diri, dan berkontribusi pada kemajuan digital bangsa dari manapun mereka berada.
Ekosistem Digital yang Tidak Mengenal Batas Geografis
Solusi untuk ketimpangan akses bukan memindahkan semua talenta ke Jakarta, melainkan membawa peluang Jakarta ke seluruh Indonesia. Ini membutuhkan infrastruktur digital yang kuat, program yang bisa diakses secara remote, dan komunitas yang menghubungkan talenta lintas daerah dalam satu jaringan profesional yang kohesif.
Sagara Technology membangun ekosistem yang tidak mengenal batas geografis. Berlokasi di Jakarta sebagai pusatnya, tetapi dengan jangkauan program dan komunitas yang mencakup seluruh Indonesia. Melalui model remote work dan distributed team, Sagara memastikan bahwa talenta dari Aceh hingga Papua memiliki akses yang sama ke proyek nyata dan peluang pengembangan karir.
Program Sagara Digital Talent dirancang dengan mempertimbangkan keberagaman latar belakang peserta. Modul pembelajaran tersedia secara online, sesi mentoring dilakukan secara virtual, dan proyek dikerjakan dalam tim yang terdistribusi secara geografis. Ini bukan hanya tentang akses, melainkan tentang mempersiapkan talenta Indonesia untuk bekerja dalam ekosistem kerja global yang memang sudah tidak mengenal batas geografis.
Komunitas Sagara yang aktif di berbagai platform digital menjadi ruang di mana talenta dari seluruh Indonesia bisa saling berbagi, belajar, dan berkolaborasi. Setiap anggota komunitas, tidak peduli dari kota mana, memiliki suara dan peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.
Manfaat Bergabung dalam Gerakan #GoBIGinDigital
Akses ke ekosistem profesional Jakarta tanpa harus meninggalkan kota asal
Bergabung dalam komunitas talenta digital Indonesia yang inklusif dan suportif
Peluang kerja remote dengan standar industri Jakarta
Program pengembangan yang bisa diikuti dari manapun di Indonesia
Jaringan profesional lintas daerah yang memperluas perspektif dan peluang
Kontribusi nyata pada gerakan transformasi digital Indonesia yang lebih merata
Perspektif dari Luar Jakarta
“Saya dari Surabaya dan selalu merasa bahwa peluang terbaik hanya ada di Jakarta. Bergabung dengan ekosistem Sagara mengubah perspektif saya secara total. Saya mengerjakan proyek untuk klien dari Jakarta, Singapura, dan bahkan Australia, semuanya dari kota saya sendiri. Sagara membuktikan bahwa di era digital, lokasi hanyalah koordinat GPS, bukan penentu kualitas atau peluang.” – Perspektif dari developer Sagara yang berbasis di luar Jakarta.
Bergabunglah dalam Gerakan Ini
Sagara Technology mengundang setiap talenta digital Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk bergabung dalam gerakan #GoBIGinDigital. Karena membangun Indonesia digital yang maju tidak bisa hanya dilakukan oleh satu kota. Ini adalah misi seluruh bangsa, dan Sagara hadir sebagai jembatannya.
Tuntas di Tapanuli Utara! 103 Huntap Siap Dihuni, Relokasi Dimulai Mei
BNPB mempercepat pembangunan 103 hunian tetap (huntap) di Desa Dolok Nauli, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Tujuh puluh unit pertama ditargetkan rampung Mei mendatang untuk relokasi pengungsi korban banjir bandang dan longsor. Pembangunan huntap ini terus berjalan, dengan 33 unit lainnya dalam proses.
Misi Haji Dimulai: Ratusan Petugas Gelombang Pertama Bertolak ke Madinah
Sebanyak 460 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diberangkatkan ke Madinah pada Jumat, 17 April 2026. Ini gelombang perdana petugas haji untuk musim haji 1447 H/2026. Mereka dilepas dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, termasuk petugas perlindungan jemaah.
CEO Nvidia Sebut Era AGI Sudah Dimulai, Benarkah AI Kini Setara Manusia?
Foto: Tangkapan Layar/ Youtube: Lex Fridman
Teknologi.id –Dunia teknologi tengah berada dalam pusaran diskusi panas setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, melontarkan pernyataan yang cukup provokatif: era Artificial General Intelligence (AGI) telah tiba. Pernyataan ini seketika menjadi sorotan global, bukan hanya karena profil Huang sebagai pemimpin perusahaan chip paling bernilai di dunia, tetapi juga karena klaim tersebut menantang definisi konvensional mengenai kecerdasan buatan.
Bagi banyak ilmuwan dan pengamat, AGI adalah titik puncak dalam riset AI sebagai sebuah kondisi di mana mesin tidak lagi hanya pintar dalam satu tugas, tetapi mampu berpikir dan belajar layaknya manusia. Namun, benarkah kita sudah sampai di tahap tersebut?
Memahami Konsep AGI: Lebih dari Sekadar Robot Pintar
Secara terminologi, Artificial General Intelligence (AGI) merujuk pada tahap perkembangan di mana sistem kecerdasan buatan memiliki kemampuan kognitif yang menyamai, atau bahkan melampaui, manusia dalam berbagai disiplin ilmu. Berbeda dengan Narrow AI (AI Sempit) yang kita gunakan saat ini seperti chatbot atau sistem pengenal gambar, AGI dibayangkan sebagai entitas yang fleksibel.
Mengacu pada penjelasan dari IBM, perbedaan mendasar AGI terletak pada kemampuan adaptasi lintas konteks. Jika Narrow AI hanya dirancang unggul di satu bidang spesifik, AGI mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan beragam persoalan secara umum tanpa perlu diprogram ulang untuk setiap tugas baru. Ia memiliki nalar dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dalam berbagai situasi yang berbeda.
Debat Definisi: Standar Operasional vs. Realitas Ekonomi
Ketegangan mengenai klaim Jensen Huang berakar pada perbedaan standar definisi. Dalam sebuah percakapan di podcast bersama Lex Fridman, terlihat jelas adanya dua perspektif yang saling berbenturan.
Lex Fridman mengajukan standar yang sangat tinggi untuk AGI. Ia menggambarkan AGI sebagai AI yang mampu memulai, membesarkan, hingga menjalankan sebuah startup unicorn (perusahaan dengan valuasi di atas US$ 1 miliar).
Definisi ini menuntut kecerdasan yang sangat kompleks, mulai dari kemampuan teknis, strategi bisnis, hingga kemampuan mengelola organisasi dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Namun, Jensen Huang menggunakan standar yang lebih longgar. Baginya, era AGI sebenarnya sudah tiba jika kita melihatnya dari kemampuan AI saat ini untuk melewati berbagai tes kecerdasan manusia secara kompetitif. Huang berpendapat bahwa kecerdasan tidak harus selalu diukur dari kemampuan mengelola perusahaan dalam jangka panjang.
Mengapa Pernyataan Huang Menuai Kontroversi?
Kritik terhadap pernyataan Huang muncul karena ia dianggap memakai pengertian yang lebih sempit dari konsep AGI yang sebenarnya. Kritikus berpendapat bahwa kemampuan menghasilkan nilai ekonomi dalam satu momen tertentu bukanlah indikator kecerdasan kognitif yang menyeluruh dan adaptif.
Jika merujuk pada standar IBM, AGI bukan sekadar AI yang sukses pada satu skenario ekonomi, melainkan sistem yang benar-benar memiliki kemampuan umum yang setara manusia dalam banyak tugas. Sebuah sistem yang mampu membuat aplikasi viral namun gagal berinteraksi secara sosial atau tidak bisa beradaptasi dengan perubahan konteks yang drastis, dinilai belum mencapai level AGI.
Bahkan, Huang sendiri mengakui keterbatasan teknologi saat ini. Ia menegaskan bahwa peluang bagi 100.000 agen AI untuk membangun perusahaan sekompleks Nvidia dari nol masih nol persen. Pengakuan ini menunjukkan bahwa meski ia mengklaim era AGI sudah tiba, AI masih jauh dari kemampuan manusia dalam menangani kompleksitas dunia nyata secara utuh.
Klaim Jensen Huang mengenai tibanya era AGI adalah pengingat bahwa perkembangan teknologi sering kali melaju lebih cepat daripada kesepakatan kita mengenai definisinya. Meski bagi sebagian pihak standar yang digunakan Huang dianggap terlalu longgar, pernyataannya menggarisbawahi bahwa AI telah masuk ke fase di mana dampaknya terhadap ekonomi dan produktivitas sudah sangat masif.
Apakah kita benar-benar sudah hidup di era AGI, atau kita baru sekadar melihat kemampuannya secara parsial? Perdebatan ini tampaknya masih akan terus berlanjut seiring dengan semakin canggihnya mesin meniru cara kerja otak manusia.
Bupati Sugiri Sancoko di Pusaran Korupsi: Sidang Segera Dimulai, Apa yang Terungkap?
Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko segera disidang terkait dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo. KPK telah melimpahkan perkara ini ke PN Ponorogo. JPU menunggu penetapan jadwal sidang perdana bagi Sugiri, Sekda Agus Pramono, dan Direktur RSUD Yunus Mahatma.