Sekolah Rakyat & Pemerintah: Kisah Nenek Dampingi Yatim Piatu Wujudkan Mimpi Jadi Tentara
Mbah Aina (73) di Surakarta mengasuh Aditya, anak yatim piatu. Ia berjuang membiayai pendidikan Aditya. Kini, Aditya bersekolah gratis di SMA Sekolah Rakyat 17 Surakarta, program Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini memfasilitasi Aditya mewujudkan cita-citanya menjadi tentara.
Sekolah Rakyat: Melampaui Asrama Gratis, Mengukir Bakat Siswa Miskin Lewat Taekwondo dan Seni Tari
Siswa Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi mencatat prestasi dari berbagai bidang. Mereka meraih 2 emas, 1 perak, 1 perunggu di Taekwondo Bekasi Open III 2026. Grup pencak silat dan seni tari juga memperoleh medali. Sekolah Rakyat mengembangkan minat bakat serta menyediakan pendidikan gratis bagi siswa.
Dari Gerobak Tahu Bulat ke Ruang Kelas: Kisah Inspiratif Dai Mengubah Hidup di Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat di Bekasi menyediakan pendidikan gratis bagi siswa putus sekolah. Daifulloh Afif (19) adalah salah satu peserta yang kini melanjutkan pendidikan di SRMA 13 Bekasi. Program ini membantu individu terkendala ekonomi untuk kembali bersekolah. Fasilitas pendidikan dan kebutuhan siswa disediakan gratis.
Sekolah Rakyat Ubah Nasib: Anak Ojol Lolos Kuliah Data Analyst di AS
Akbar Varel Areva (17) dari Bekasi, anak pengemudi ojek online, kembali bersekolah melalui program pemerintah Sekolah Rakyat. Program ini memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak keluarga miskin, memutus rantai kemiskinan. Di SRMA Bekasi, Akbar kini bercita-cita menjadi Data Science Analyst. Sekolah Rakyat memberikan pendidikan berasrama gratis dengan fasilitas lengkap untuk masa depan siswa.
Prabowo Gagas Sekolah Rakyat di Tiap Kota/Kabupaten: Solusi Fundamental atau Ide Revolusioner Pendidikan?
Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di setiap kota/kabupaten. Program ini bertujuan menyelenggarakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan hal tersebut di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (16/4/2026), menegaskan ini sebagai perintah presiden.
Prabowo dan KSAD Evaluasi Mega Proyek: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah, Sejauh Mana Progresnya?
Presiden Prabowo Subianto menerima KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Pertemuan membahas perkembangan pelaksanaan tugas strategis TNI AD. KSAD melaporkan capaian konkret dalam pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil.
Fikri: Bagaimana Sekolah Rakyat Mengubah Jalan Hidup Pemulung, Mengembalikan Senyum dan Harapan
Dari memulung ke Sekolah Rakyat. Hal itu dialami Fikri bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat. (Foto Dok Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Sumedang, Idola 92.6 FM-Fikri tersenyum lebar saat tangannya sibuk mewarnai gambar di dalam kelas. Anak berusia 6 tahun itu kini menikmati hari-harinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat, sesuatu yang dulu terasa jauh dari kehidupannya.
Fikri adalah bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke sekolah.
Di ruang kelas, Fikri menjalani hari-hari seperti anak seusianya. Ia belajar membaca dan berhitung, menggambar, hingga bermain bersama teman-teman. Sesekali, ia mencoba permainan edukatif di papan tulis interaktif (interactive flat panel) atau bermain lego dengan penuh antusias.
“Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semuanya baik-baik,” ujar Fikri polos, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Tak hanya belajar, Fikri juga merasakan perhatian yang sebelumnya jarang ia dapatkan. Di sekolah, ia memperoleh makanan bergizi setiap hari. “Aku juga bisa makan. Makanannya enak banget. Badanku jadi kuat,” katanya sambil tersenyum.
Kini, perlahan, rasa percaya dirinya tumbuh. “Sekarang aku bisa belajar baca, belajar nulis, dan main lari-larian,” tuturnya.
“Aku Fikri, aku senang sekali di Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo, aku sayang Bapak,” ujarnya dengan suara lantang dan wajah ceria.
Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita mudah. Kehidupan di jalanan membuatnya harus kehilangan masa kecil yang semestinya diisi dengan bermain dan belajar. Kondisi itu kemudian menarik perhatian aparat kepolisian yang membantu memulangkannya ke kampung halaman di Sumedang.
Sejak saat itu, berbagai bentuk pendampingan diberikan. Pemerintah memastikan Fikri mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus dukungan kebutuhan dasar untuk keluarganya. Tak hanya Fikri, adiknya, Naufal, juga kini didaftarkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar keduanya bisa tumbuh dengan hak pendidikan yang terpenuhi sejak dini.
Bantuan lain turut mengalir, mulai dari kebutuhan pokok, pengurusan administrasi kependudukan, hingga jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. Bahkan, rumah keluarga Fikri juga mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Sang ibu pun memperoleh bantuan modal usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Kini, langkah kecil Fikri di ruang kelas menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah. Dari jalanan yang keras, ia menemukan harapan baru, di bangku sekolah, bersama mimpi-mimpi yang perlahan tumbuh. (her/dav)
Bupati Magelang Lantik 293 Kepala Sekolah: Integritas dan Profesionalisme Kunci Mutu Pendidikan
MUNGKID – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, melantik sebanyak 293 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, terdiri dari 247 kepala Sekolah Dasar (SD), dan 46 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan berlangsung di GOR Gemilang Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Grengseng menegaskan, pelantikan itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Bupati memastikan, proses pengangkatan kepala sekolah telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, para kepala sekolah yang dilantik merupakan figur yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.
Lebih lanjut, Grengseng menjelaskan, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai penggerak inovasi di lingkungan sekolah.Kepala sekolah dituntut mampu mengelola sumber daya manusia, sarana prasarana, serta keuangan sekolah secara profesional dan akuntabel. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat mendorong inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas guru, serta memperkuat kolaborasi di lingkungan pendidikan.
Grengseng menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjauhkan diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya mewujudkan visi Kabupaten Magelang dalam mencetak generasi yang “pinter ngaji, pinter sekolah bocahe”, yakni generasi yang unggul secara akademis, sekaligus memiliki karakter dan landasan spiritual yang kuat.
“Kepala Sekolah adalah ujung tombak dalam mewujudkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Pendidikan harus mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan, seluruh proses pelantikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang dilakukan secara bersih dan bebas dari praktik gratifikasi.
“Saya tegaskan, apabila ada pihak yang meminta imbalan atau melakukan penyalahgunaan wewenang, segera laporkan agar dapat ditindak sesuai ketentuan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Grengseng mengajak para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk memperkuat komitmen dalam mencetak generasi Magelang yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan keikhlasan,” pungkasnya.
Visi Mendikdasmen: Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, Sehat, dan Berkelanjutan untuk Masa Depan Pendidikan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan USB SMA Sainstek Ahmad Dahlan, Salatiga pada 13 April 2026. Kunjungan ini menguatkan revitalisasi pendidikan di Salatiga, didampingi Wali Kota Robby Hernawan. Mu’ti menekankan pentingnya sekolah aman, sehat, dan ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah serta budaya 3R. Kunjungan dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Salatiga.
Sekolah Rakyat Boyolali: Pembuka Asa Baru Anak Pedagang Cilok.
Muhammad Fauzan (46), penjual cilok di Boyolali, berjuang menghidupi tiga anaknya. Dengan keterbatasan penglihatan, ia bersyukur anaknya, Fathul Mu’in, kini bersekolah di Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat berasrama gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini membantu akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.