Yusuf Hamka Puji Ketegasan Prabowo: Semua yang Rugikan Negara Disapu Bersih
Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar. Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki. Hal itu disampaikan Yusuf Hamka dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5). (Foto Dok. Podcast Close The Door)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar.
Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki.
Dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5), Yusuf Hamka menyebut kondisi Indonesia saat ini sudah terlalu banyak kerusakan yang harus dibenahi. Karena itu, ia menaruh harapan besar kepada Prabowo untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Semua ini udah terlalu hancur. Kita berharap kepada Pak Prabowo satu-satunya. Hanya beliau yang punya nyali besar, yang berani menghantam raja-raja semua,” ujar Yusuf Hamka.
Menurut dia, langkah tegas Prabowo terlihat dari upayanya menyapu bersih berbagai kelompok yang selama ini diduga menikmati keuntungan besar dari sektor strategis negara.
“Ada Raja Batu Bara, sapu semua. Raja Minyak, sapu. Raja Sawit, sapu. Nggak ada yang nggak disapu,” katanya.
Yusuf Hamka mengakui ketegasan tersebut membuat Prabowo menghadapi banyak serangan balik. Ia menilai serangan itu datang dari pihak-pihak yang merasa terganggu karena tidak lagi leluasa mengambil keuntungan dari uang negara.
Meski demikian, ia meyakini dukungan masyarakat kepada Prabowo jauh lebih besar dibandingkan suara-suara yang menyerang pemerintah. Menurutnya, rakyat dapat melihat keseriusan Prabowo dalam bekerja untuk kepentingan bangsa.
“Banyak orang yang bully tapi lebih banyak orang yang sayang kepada Bapak. Karena rakyat tahu beliau kerja buat negara,” katanya.
Yusuf Hamka juga menegaskan dirinya tetap terbuka untuk mengkritik pemerintah. Namun, ia mengingatkan kritik seharusnya dibarengi solusi, bukan sekadar hujatan.
“Saya juga sering kritik Pak Prabowo. Tapi kalau beliau benar, kita katakan benar. Kalau ada yang kurang, mari kita bantu. Kritik harus kasih solusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf Hamka turut menyoroti langkah diplomasi luar negeri yang dilakukan Prabowo. Ia menilai kunjungan luar negeri Presiden bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Bahkan, ia menyebut kepemimpinan Prabowo mengingatkannya pada sosok Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Pak Prabowo itu kayak Bung Karno. Dulu Indonesia dikenal di mana-mana walaupun negara kecil. Nah ini yang Pak Prabowo sedang bawa lagi,” pungkas Yusuf Hamka. (her/dav)
Google Kembangkan COSMO, Asisten AI Baru yang Disebut Lebih Cerdas dari Gemini
Foto: Android Headlines
Teknologi.id –Google dikabarkan tengah mengembangkan sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) baru bernama COSMO yang disebut-sebut memiliki kemampuan lebih proaktif dibandingkan Gemini. Teknologi ini muncul secara diam-diam melalui aplikasi eksperimental Android dan langsung menarik perhatian para pengamat teknologi karena membawa pendekatan AI yang berbeda dari asisten virtual pada umumnya.
Jika Gemini selama ini dikenal sebagai AI yang bekerja berdasarkan perintah pengguna, COSMO justru dirancang untuk memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan pengguna sebelum diminta. Kehadiran teknologi ini memperlihatkan arah baru Google dalam mengembangkan pengalaman AI yang lebih personal dan terintegrasi dengan perangkat Android.
Menurut laporan yang beredar, COSMO dikembangkan oleh tim Google Research dengan sistem hybrid yang menggabungkan pemrosesan lokal di perangkat dan komputasi cloud. Pendekatan ini memungkinkan AI tetap bekerja cepat tanpa selalu membutuhkan koneksi internet.
Ukuran aplikasi COSMO yang mencapai sekitar 1,13 GB menunjukkan bahwa teknologi yang dibawanya cukup kompleks.
Banyak pihak menduga Google memanfaatkan Gemini Nano sebagai otak pemrosesan on-device untuk mendukung berbagai tugas AI secara efisien langsung dari smartphone pengguna.
Dengan pemrosesan lokal, COSMO diyakini mampu memberikan respons lebih cepat sekaligus menjaga privasi data pengguna. Sementara itu, dukungan cloud dipakai untuk menangani tugas yang membutuhkan komputasi lebih berat dan analisis mendalam.
Dirancang Lebih Proaktif dari Asisten AI Biasa
Salah satu hal yang membuat COSMO menarik adalah konsep asisten AI proaktif. Berbeda dengan chatbot atau asisten virtual tradisional yang hanya merespons instruksi, COSMO dikembangkan untuk memahami kebiasaan dan konteks aktivitas pengguna.
AI ini dikabarkan dapat membantu mengatur aktivitas sehari-hari secara otomatis, mulai dari menyusun daftar tugas, membuat dokumen, hingga mengelola jadwal kalender tanpa perlu banyak perintah manual.
Kemampuan tersebut membuat COSMO lebih mirip asisten pribadi digital yang aktif membantu pengguna bekerja dan beraktivitas, bukan sekadar chatbot pencari jawaban.
Punya Fitur Recall dan AgenPeramban
COSMO juga dibekali sejumlah fitur produktivitas yang cukup canggih. Salah satunya adalah Recall, fitur yang memungkinkan AI mengingat aktivitas atau informasi yang pernah diakses pengguna untuk membantu pencarian konteks di kemudian hari.
Selain itu, terdapat pula fitur List Tracker yang berguna untuk memantau daftar pekerjaan dan aktivitas harian secara otomatis. Ada juga Document Writer yang memungkinkan AI membantu menyusun dokumen secara instan.
Fitur lain yang paling menarik perhatian adalah Agen Peramban atau browser agent.
Teknologi ini memungkinkan COSMO menjalankan tugas berbasis web secara mandiri tanpa campur tangan pengguna secara langsung.
Sebagai contoh, AI bisa membuka situs tertentu, mencari informasi, mengisi formulir, hingga menjalankan tugas online lain secara otomatis. Jika benar-benar diwujudkan secara penuh, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan internet.
Integrasi Mendalam dengan Android
Keunggulan lain dari COSMO adalah integrasinya yang disebut memiliki akses tingkat sistem di Android. Dengan akses tersebut, AI dapat memahami aplikasi yang sedang digunakan dan membaca konteks konten yang tampil di layar.
Integrasi semacam ini memungkinkan COSMO memberikan bantuan yang lebih relevan sesuai aktivitas pengguna saat itu. Misalnya, AI dapat langsung membantu merangkum dokumen, mengatur jadwal dari percakapan, atau membuat pengingat otomatis berdasarkan isi layar.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa Google tampaknya ingin menciptakan AI yang benar-benar menyatu dengan ekosistem Android, bukan hanya menjadi aplikasi tambahan semata.
Meski sudah mulai ramai dibicarakan, COSMO saat ini masih berstatus proyek eksperimental. Kemunculannya di Google Play Store hanya berlangsung singkat dan diduga merupakan bagian dari pengujian internal Google.
Sampai sekarang, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran global maupun detail integrasi COSMO ke perangkat Android. Namun, banyak pengamat memperkirakan teknologi ini akan diperkenalkan lebih lanjut dalam ajang tahunan Google I/O 2026.
Jika benar dirilis secara luas, COSMO berpotensi menjadi langkah besar Google dalam persaingan AI modern. Dengan kemampuan yang lebih proaktif dan integrasi mendalam ke Android, COSMO bisa menjadi evolusi baru asisten digital yang lebih pintar dan lebih memahami kebutuhan pengguna sehari-hari.
Hantavirus: Kupas Tuntas Fakta Krusial yang Tak Boleh Anda Abaikan
Kalian sudah dengar? Lagi ramai berita soal Hantavirus yang menyebabkan 3 orang di kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia. Kapal tersebut sempat ditolak beberapa negara untuk pemeriksaan dan karantina karena ada kekhawatiran penularan. Ngeri, ya?
Kalau kalian ketinggalan beritanya, biar saya ceritakan sedikit. Jadi, ada suami istri naik kapal pesiar, singgah di pulau-pulau terpencil, termasuk South Georgia dan Nightingale Island.
Ndilalah, di dua pulau ini, ada banyak banget satwa liar. Nah, ada kemungkinan, pasutri ini terkena Hantavirus pas lagi di sana. Meski, ada kemungkinan juga sudah kena sejak sebelum boarding. Soalnya, masa inkubasi virus ini cukup lama. Rata-rata 2-4 minggu, bahkan sampai 8 minggu.
Yang jelas, menurut kabar yang beredar, gejala awal infeksi Hantavirus pada pasutri ini sudah mulai terlihat 5 hari setelah kapal berangkat dari dari Ushuaia, Argentina, pada tanggal 1 April. Kemudian, pada tanggal 11 April, sang suami meninggal dan istrinya menyusul beberapa hari setelahnya.
Yang membuat keadaan semakin chaos adalah, ada penumpang lain yang terkonfirmasi tertular. Sampai saat ini di kapal pesiar tersebut, dengan 147 penumpang yang ada, dikabarkan ada 8 kasus Hantavirus.
Dan muncullah ketakutan itu. Ketakutan akan penularan antar manusia di kapal pesiar. Dalam skala yang lebih besar, ketakutan akan adanya pandemi jilid dua.
Apa sebenarnya Hantavirus?
Sebenarnya, Hantavirus bukan virus baru. Virus ini pertama kali ditemukan ketika Perang Korea tahun 1950-an. Setelah berbagai penelitian, barulah diketahui bahwa virus tersebut berasal dari tikus.
Kalau kalian pikir Hantavirus ini sama dengan Leptospirosis karena sama-sama disebabkan oleh tikus, nggak, ya. Keduanya berbeda.
Kalau Leptospirosis, disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira. Bakteri ini hidup di dalam ginjal hewan yang terinfeksi (seperti tikus, anjing, sapi, atau babi) dan dikeluarkan melalui urine mereka ke lingkungan. Gejala khas dari Leptospirosis ini adalah nyeri otot yang parah, terutama pada bagian betis dan punggung bawah.
Sedangkan Hantavirus disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus. Penularan Hantavirus bisa lewat kotoran, urine atau air liur tikus yang terinveksi. Gejalanya mulai dari demam tinggi, mual, lalu bisa cepat jadi sesak napas parah, hingga komplikasi pada ginjal. Pokoknya, perkembangan gejala dari awal ke kritis ini bisa sangat cepat.
Risiko global Hantavirus kabarnya masih rendah
Karena perkembangan gejala yang sangat cepat inilah, publik jadi resah dan gelisah. Mereka khawatir akan terjadi penularan ketika para penumpang sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Ya, saat ini WHO memang memberikan instruksi agar para penumpang kapal pesiar tersebut diisolasi selama 45 hari untuk dipantau perkembangannya.
Namun, apakah itu artinya Hantavirus ini tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi pandemi? Semoga tidak. Pasalnya, sejauh ini, kemungkinan Hantavirus menjadi pandemi masih tergolong kecil. Hal ini disebabkan oleh jendela penularan yang sempit, masa awal gejala yang singkat, serta perburukan kondisi ke gagal napas (ARDS) yang terjadi sangat cepat.
Sederhananya, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, virus ini bekerja cepat, bahkan terlalu cepat. Sehingga, penderitanya bisa langsung tumbang sebelum sempat jalan-jalan dan menularkan ke banyak orang. Umumnya, pasien Hantavirus biasanya sudah harus masuk rumah sakit atau menjalani isolasi karena kondisinya yang drop seketika.
Ibarat kata, Covid-19 itu seperti bara api dalam sekam yang asapnya tidak kelihatan tapi tau-tau sudah membakar seisi pasar. Sedangkan Hantavirus itu seperti ledakan petasan yang suaranya sangat keras dan dampaknya langsung terlihat. Itu sebabnya, WHO menilai risiko global dari event ini adalah rendah.
Tetap tenang, jangan panik
Nah, karena WHO sudah menilai bahwa risiko global dari event ini adalah rendah, maka, please, jangan panik. Ingat, dolar sudah nembus 17ribu. Kalau terjadi kepanikan, tentu tidak menguntungkan dari sisi ekonomi karena bisa menimbulkan panic buying.
Takutnya, situasi ekonomi jadi semakin sulit, dolar makin melejit. Jangan sampai ketakutan kolektif malah mengundang kebijakan ekstrem seperti lockdown jilid dua, yang akhirnya bikin tagar #dirumahsaja jadi kembali ramai. Duh, amit-amit. Nggak kebayang kalau setiap hari harus diisi lagi dengan mengaduk Dalgona.
Langkah terbaik saat ini adalah tetap tenang sambil terus memantau informasi tentang Hantavirus. Yang lebih penting, menjaga kebersihan diri, kebersihan rumah, dan tentu saja lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.
Jika menemukan ada kotoran atau air kencing tikus di rumah, sebaiknya jangan langsung kamu sapu dalam keadaan kering. Siram terlebih dahulu dengan disinfektan dan selalu gunakan masker saat bersih-bersih untuk mencegah terhirupnya partikel berbahaya.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu berdoa supaya kita dihindarkan dari segala marabahaya. Stay safe, ya, Guys!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Nostalgia Desain Nyeleneh: 5 Ponsel Paling Unik yang Pernah Dirilis
Foto: Slashgear
Teknologi.id– Pernahkah Anda membayangkan menggenggam ponsel yang bentuknya lebih mirip pena, lipstik, atau bahkan wadah bedak? Di era sekarang yang didominasi oleh desain layar sentuh persegi panjang, ide tersebut mungkin terdengar asing. Namun, pada awal tahun 2000-an, industri seluler pernah melewati fase eksperimen ekstrem di mana kreativitas desain tidak memiliki batas baku.
Fenomena ini muncul karena para produsen berlomba-lomba menarik perhatian pasar dengan bentuk yang ikonik dan berani. Dirangkum dari catatan sejarah teknologi, berikut adalah lima ponsel dengan desain paling tidak lazim yang pernah mewarnai pasar dunia:
Sesuai namanya, Haier P7 mengusung bodi tipis memanjang menyerupai pena. Meski ramping, ponsel ini tetap dibekali layar kecil di bagian atas dan sebuah kamera mungil. Walaupun secara fungsional tetap bisa digunakan untuk menelepon, perangkat ini kurang diminati pasar karena bentuknya yang dianggap terlalu janggal untuk digenggam secara nyaman.
2. Nokia 7600 (2003) – Desain Daun yang Ikonik
Foto: ebay
Nokia 7600 menjadi salah satu koleksi paling diingat karena bentuknya yang menyerupai daun atau tetesan air. Keanehan utamanya terletak pada tata letak tombol angka yang diletakkan mengelilingi layar persegi di bagian tengah. Desain ini dinilai tidak praktis karena menyulitkan pengguna saat ingin mengetik atau menelepon dengan satu tangan.
Ditujukan bagi para pengikut tren fashion, Nokia 7280 tampil sangat ramping tanpa keypad. Ponsel yang dijuluki “Lipstick Phone” ini menggunakan roda putar (dial) untuk navigasi menu. Estetikanya memang sangat elegan untuk masanya, namun minimnya tombol fisik membuatnya menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna yang ingin mengirim pesan dengan cepat.
Siemens melakukan langkah berani dengan merilis Xelibri 6 yang menyerupai wadah bedak (compact powder). Mengusung desain lipat (clamshell), ponsel ini bahkan dilengkapi dua cermin di bagian dalam, lengkap dengan efek pembesar. Siemens memposisikan perangkat ini sebagai aksesori fesyen ekstrem yang menggabungkan dunia kecantikan dengan teknologi seluler.
5. Toshiba G450 (2008) – Mirip Pemutar MP3
Foto: CNET
Alih-alih terlihat seperti ponsel, Toshiba G450 justru lebih mirip alat pemutar MP3 lawas. Perangkat ini memiliki tiga bagian lingkaran: lingkaran atas sebagai layar, sementara dua lingkaran di bawahnya berisi tombol angka yang terpisah. Angka 1 hingga 6 berada di lingkaran tengah, sedangkan 7 hingga 9 berada di lingkaran paling bawah. Desain ini menjadikannya salah satu ponsel paling unik sekaligus membingungkan yang pernah dirilis.
China Batasi Penggunaan OpenClaw, AI yang Bisa Mengendalikan Browser hingga Server
Foto: The Verge
Teknologi.id –Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI, pemerintah China mulai mengambil sikap lebih hati-hati terhadap kemunculan agen AI bernama OpenClaw. Teknologi berbasis open-source tersebut kini menjadi sorotan setelah sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan milik negara di China memperingatkan pegawainya agar tidak memasang aplikasi OpenClaw di perangkat kerja.
Langkah tersebut dilakukan karena adanya kekhawatiran terkait keamanan data dan potensi penyalahgunaan akses sistem. Meski sebelumnya sempat mendapat sambutan positif, kini OpenClaw justru dianggap memiliki risiko yang cukup serius bagi lingkungan pemerintahan dan sektor strategis.
Apa Itu OpenClaw?
OpenClaw Github
merupakan agen AI open-source yang dirancang untuk bekerja secara mandiri dalam menjalankan berbagai tugas digital. Berbeda dengan chatbot AI biasa yang hanya menjawab pertanyaan pengguna, OpenClaw dapat melakukan tindakan langsung di perangkat komputer atau server.
Teknologi ini mampu mengontrol browser, menjalankan terminal, mengelola file, hingga mengoperasikan sistem komputer secara otomatis.
Bahkan, pengguna dapat memberikan perintah melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram.
Karena kemampuannya tersebut, OpenClaw sering disebut sebagai “asisten digital otomatis” yang bisa bekerja selama 24 jam tanpa banyak campur tangan manusia.
Teknologi ini pertama kali muncul di GitHub pada November 2025 dengan nama Clawdbot. Seiring pengembangannya, proyek tersebut sempat berganti nama menjadi Moltbot pada Januari 2026 sebelum akhirnya resmi menggunakan nama OpenClaw.
Dalam waktu singkat, OpenClaw berhasil menarik perhatian komunitas teknologi global.
Banyak pengembang tertarik karena AI ini mampu membantu otomatisasi pekerjaan dengan lebih praktis dan efisien.
Popularitasnya juga meningkat karena sifatnya yang open-source, sehingga siapa pun dapat memodifikasi atau mengembangkan sistem sesuai kebutuhan masing-masing.
Sempat Didukung Pemerintah Daerah di China
Sebelum muncul kekhawatiran keamanan, OpenClaw sebenarnya sempat mendapat dukungan cukup besar di China. Berbagai startup AI, perusahaan teknologi, hingga pemerintah daerah mulai bereksperimen menggunakan teknologi tersebut.
Kota-kota pusat teknologi seperti Shenzhen bahkan disebut memberikan subsidi kepada perusahaan yang mengembangkan aplikasi berbasis OpenClaw.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional China bernama “AI Plus”, yaitu program yang bertujuan mempercepat pemanfaatan AI di berbagai sektor industri dan ekonomi.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, regulator pusat di Beijing mulai melihat adanya potensi ancaman keamanan yang tidak bisa diabaikan.
Kekhawatiran soal Akses Data dan Sistem
Menurut sejumlah laporan, pemerintah China khawatir OpenClaw memiliki akses terlalu luas terhadap perangkat pengguna. Agar dapat bekerja secara otomatis, AI ini memang membutuhkan izin untuk mengakses data, aplikasi lain, hingga jaringan internet.
Hal inilah yang memicu kekhawatiran terkait kebocoran data sensitif maupun penyalahgunaan akses oleh pihak luar.
Selain itu, para pakar keamanan siber juga menilai kombinasi antara akses sistem yang luas dan koneksi ke jaringan eksternal dapat membuka celah keamanan baru.
Risiko lain yang ikut disorot adalah kemungkinan penghapusan data secara tidak sengaja akibat kesalahan perintah atau proses otomatisasi AI.
Pegawai Pemerintah Mulai Dibatasi
Sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan milik negara di China kini mulai menerapkan pembatasan penggunaan OpenClaw. Pegawai disebut diminta untuk tidak memasang aplikasi tersebut di komputer kantor maupun perangkat pribadi yang terhubung dengan jaringan kerja.
Bahkan, beberapa pegawai yang sudah terlanjur menginstal aplikasi diminta melapor kepada atasan agar perangkat mereka dapat diperiksa lebih lanjut.
Dalam beberapa kasus, pembatasan juga disebut berlaku untuk keluarga personel militer demi mengurangi risiko keamanan tambahan.
Meski demikian, tidak semua lembaga menerapkan larangan total. Ada juga instansi yang masih mengizinkan penggunaan OpenClaw dengan syarat mendapatkan persetujuan khusus terlebih dahulu.
Menariknya, meski muncul pembatasan di tingkat pusat, beberapa pemerintah daerah di China masih tetap bereksperimen dengan teknologi AI agent seperti OpenClaw.
Salah satunya adalah distrik Futian di Shenzhen yang dilaporkan menggunakan teknologi tersebut untuk membantu pekerjaan administrasi pegawai pemerintah.
Hal ini menunjukkan bahwa China belum sepenuhnya menolak AI agent, melainkan mencoba mencari keseimbangan antara inovasi teknologi dan keamanan sistem.
Kasus OpenClaw memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa peluang besar, tetapi juga tantangan baru dalam hal keamanan digital.
Di satu sisi, teknologi seperti OpenClaw mampu meningkatkan efisiensi kerja dan otomatisasi sistem.
Namun di sisi lain, akses luas yang dimiliki AI tersebut juga menimbulkan risiko serius jika tidak diawasi dengan ketat.
Langkah hati-hati China ini menjadi gambaran bagaimana negara-negara mulai memikirkan regulasi dan batas penggunaan AI, terutama ketika teknologi tersebut memiliki kemampuan mengakses sistem penting dan data sensitif pengguna.
Bareskrim Tangkap Buronan Penipuan Internasional, Penasihat Ahli Kapolri: Bukti Kerja Sama yang Baik
loading…
Bareskrim Polri menangkap LCS, buronan Interpol kasus penipuan online lintas negara. Penangkapan ini bukti kerja sama Polri dan kepolisian luar negeri sangat baik terutama dalam pemberantasan kejahatan siber. Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews
JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap buronan Interpol kasus penipuan online lintas negara. Pelaku berinisial LCS dibekuk Bareskrim saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pelaku diamankan setelah Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian lintas negara. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja sama kepolisian Indonesia dan luar negeri sangat baik terutama dalam pemberantasan kejahatan siber, khususnya penipuan online yang banyak meresahkan masyrakat di berbagai negara,” ujar Penasihat Ahli Kapolri Edi Hasibuan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Edi, penjahat internasional ini diketahui banyak melakukan penipuan online dengan korban di berbagai negara. Cara penipuan sindikat nyaris sama. Jaringan penipuan online ini bermarkas di Kamboja.
“Seluruh jaringan pelaku juga tersebar di berbagai negara di dunia. Kita apresiasi kinerja Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono bersama stafnya yang sudah berhasil mengamankan buronan Interpol,” kata anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini.
Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, LCS ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 3 Mei 2026. LCS sebelumnya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
“Kasus ini tercatat memiliki 23 Laporan Polisi (LP) dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini bentuk keseriusan kami dalam menindak pelaku kejahatan siber, khususnya penipuan online yang merugikan masyarakat luas,” tegasnya.
IHEX 2026 di Tangerang Dorong Sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang Inklusif
loading…
MUKISI ke-6 International Islamic Healthcare & Expo (IHEX) 2026 yang digelar di Tangerang, Rabu (6/5/2026), menegaskan komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis nilai syariah yang inklusif. Foto: Ist
TANGERANG – MUKISI ke-6 International Islamic Healthcare & Expo (IHEX) 2026 yang digelar di Ballroom Novotel Tangerang, Rabu (6/5/2026), menegaskan komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis nilai syariah yang inklusif dan dapat diterapkan di berbagai jenis rumah sakit baik pemerintah maupun swasta.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menuturkan pendekatan religius dalam pelayanan kesehatan selaras dengan nilai dasar bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Setiap sendi kehidupan bernegara, termasuk pelayanan kesehatan tidak boleh terlepas dari nilai religius. Karena itu, kami menyambut baik upaya sertifikasi rumah sakit syariah yang dilakukan MUKISI bersama MUI,” ujarnya.
Sertifikasi rumah sakit syariah bukanlah konsep eksklusif untuk rumah sakit berbasis Islam semata, melainkan terbuka bagi semua. Prinsip halalan thoyyiban dalam layanan kesehatan dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga terus mendorong penguatan ekosistem halal, termasuk melalui sertifikasi produk farmasi. Saat ini, sekitar 24 ribu produk farmasi telah tersertifikasi halal dan jumlah tersebut akan terus bertambah.
Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) Masyhudi mengungkapkan saat ini terdapat 40 rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah, termasuk empat di antaranya milik pemerintah. Selain itu, sekitar 77 rumah sakit lainnya tengah dalam proses sertifikasi.
Tes Ishihara, Tes Konyol yang Membunuh Mimpi Banyak Manusia
Tes Ishihara tidak ada ubahnya membunuh mimpi manusia dengan cara yang paling konyol
Selama ini saya kira buta warna itu cuma soal tidak bisa membedakan merah dan hijau. Hal yang terasa sepele, bahkan sering tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari. Sampai akhirnya saya melihat sendiri bagaimana satu kondisi itu cukup untuk menutup satu pilihan. Adik saya gagal masuk jurusan kelistrikan karena dinyatakan mengalami buta warna parsial. Cerita ini sebenarnya sederhana, bahkan terlalu sering terjadi untuk dianggap luar biasa. Tapi justru dari situ, ada satu hal yang terasa janggal: keputusan sebesar itu ditentukan oleh sesuatu yang sangat kecil.
Semua drama ini bermuara pada satu musuh besar: Tes Ishihara. Tes yang isinya kumpulan titik warna yang menyembunyikan angka. Kalau mata kamu bisa menangkap angka di balik titik-titik itu, kamu dianggap “layak” jadi manusia produktif. Kalau tidak? Ya sudah, game over. Di situlah semuanya ditentukan—lulus atau tidak, layak atau tidak, boleh atau tidak. Padahal, bagi kami yang spektrum matanya sedikit berbeda, tes ini bukan sekadar tes kesehatan, tapi algojo yang siap memenggal cita-cita dalam hitungan detik.
Pertanyaannya sederhana: apa hubungannya kemampuan seseorang dengan profesi yang dia pilih, dengan kemampuannya membaca angka samar di antara titik-titik warna?
Apa relevansinya?
Kalau ini soal pekerjaan yang benar-benar bergantung pada warna secara presisi, argumennya masih bisa diterima. Tapi apakah semua yang masuk jurusan tersebut akan berakhir di posisi itu? Apakah seluruh proses belajar di sana sepenuhnya bergantung pada kemampuan melihat warna dalam format seperti itu? Atau jangan-jangan, kita hanya sedang memakai satu alat ukur yang sama untuk semua orang, tanpa benar-benar peduli apakah alat itu relevan atau tidak?
Masalahnya bukan pada tesnya, tapi pada cara sistem kita memperlakukannya. Tes seperti Ishihara awalnya dibuat untuk mendeteksi kondisi penglihatan, bukan untuk menjadi penentu mutlak masa depan seseorang. Tapi dalam praktiknya, tes ini sering dipakai seperti gerbang mutlak: sekali gagal, selesai. Seakan tidak ada ruang untuk penerimaan lagi.
Bayangkan, adik saya yang mungkin sudah khatam soal arus AC/DC dan paham skema rangkaian listrik, harus pulang dengan tangan hampa cuma karena matanya gagal mengenali angka “74” di balik tumpukan warna yang mirip tumpahan sambal kacang. Apakah kabel listrik di lapangan dibuat dalam bentuk titik-titik samar seperti tes itu? Tentu tidak. Kabel itu nyata, punya label, punya tekstur, dan punya posisi. Tapi birokrasi pendidikan kita tampaknya terlalu malas untuk membuat penilaian yang lebih kontekstual dan manusiawi.
Dan yang lebih aneh, kita jarang mempertanyakan itu. Padahal ini bukan cuma soal kelistrikan. Banyak bidang lain yang menerapkan hal yang sama, bahkan yang tidak selalu membutuhkan ketepatan warna seperti yang dibayangkan. Semua diminta ikut tes Ishihara, padahal jurusannya nggak ada urusannya dengan warna. Maksudnya, untuk apa anak Sastra diminta ikut tes seperti itu?
Dari sini dampaknya mulai terasa. Banyak orang bukan benar-benar gagal karena bodoh, mereka hanya dipaksa berbelok karena matanya nggak cocok sama “standar” yang kaku. Banyak mimpi yang gagal karena tes Ishihara, yang mungkin tak relevan, atau bahkan tak logis digunakan.
Di titik ini, rasanya wajar kalau muncul pertanyaan: apakah memang tidak ada cara lain? Apakah kemampuan seseorang harus selalu diukur dari pola titik-titik warna seperti itu?
Mimpi terkubur karena tes Ishihara
Sebenarnya, opsinya bukan tidak ada. Penilaian bisa dibuat lebih kontekstual, disesuaikan dengan kebutuhan bidangnya. Bisa lewat simulasi langsung, bisa dengan alat bantu digital yang sudah sangat masif di tahun 2026 ini, atau setidaknya ada tahap lanjutan sebelum keputusan benar-benar ditutup.
Karena yang dibutuhkan dunia kerja sebenarnya bukan sekadar kemampuan melihat warna, tapi kemampuan bekerja, memahami risiko, dan beradaptasi. Dan itu semua tidak selalu bisa diwakili oleh satu lembar gambar berisi titik-titik peninggalan zaman dulu.
Masalahnya, sistem kita sering memilih cara paling mudah: menyederhanakan sesuatu yang kompleks menjadi hitam-putih. Lulus atau tidak, boleh atau tidak. Padahal manusia tidak pernah sesederhana itu. Banyak orang mungkin tidak lolos bukan karena tidak mampu secara intelegensi, tapi karena tidak cocok dengan cara sistem mengukurnya. Dan itu dua hal yang berbeda, tapi sering diperlakukan sama oleh para pengambil kebijakan yang kurang piknik soal isu inklusivitas.
Yang hilang bukan cuma satu pilihan bagi adik saya, tapi banyak rencana anak bangsa yang akhirnya disesuaikan, bukan diwujudkan. Selama tes Ishihara ini masih dianggap cukup untuk menentukan segalanya tanpa ada ruang debat, maka cerita seperti ini akan terus berulang. Kita kehilangan banyak talenta hanya karena kita malas menggunakan sesuatu yang lebih terukur, dan memilih menyederhanakan semuanya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Prabowo Disambut Saranghae Siswa Jabar di Istana: Ungkapan Emosional yang Mencuri Perhatian
Ratusan pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) bersemangat saat menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung di tempat kerjanya. Para pelajar ini mendapat kesempatan mengikuti Istana Tour ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Ratusan pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) bersemangat saat menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung di tempat kerjanya. Para pelajar ini mendapat kesempatan mengikuti Istana Tour ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5).
Suasana hangat langsung terasa saat para pelajar bersalaman dengan Prabowo. Usai bersalaman, para siswa langsung menyampaikan ekspresi kekaguman dan kecintaan mereka secara spontan.
“Bapak, saranghae!” seru seorang pelajar. Kontan suasana ini semakin menambah akrab dan penuh kehangatan.
Belum turun kekagetan Prabowo diaduk oleh ucapan tersebut, para pelajar melanjutkan dengan ucapan yang hangat, “Bapak, rakyatmu mencintaimu, Pak!” ucap siswa lainnya, menambah haru momen kebersamaan tersebut.
Prabowo pun dengan riang gembira menyambut mereka dan menyalami mereka satu per satu dan sedikit berbincang dengan mereka. Momen kebersamaan itu juga diabadikan dalam foto bersama sebagai kenang-kenangan bagi para pelajar.
Istana Tour merupakan bagian dari program pemerintah berupa kunjungan edukatif ke lingkungan Istana Kepresidenan. Program ini ditujukan bagi para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program ini, para pelajar mendapat kesempatan melihat langsung bagaimana pusat pemerintahan sekaligus memahami peran Presiden dan nilai-nilai kebangsaan secara lebih nyata. (her/dav)
Ini 6 Rekomendasi Komisi Reformasi Polri yang Diserahkan ke Prabowo, Apa Saja?
loading…
Presiden Prabowo Subianto menerima 6 rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri yang diserahkan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Foto/BPMI Setpres
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah menerima 6 rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 6 rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden Prabowo tersebut termuat dalam laporan setebal 3.000 halaman.
“Kami sebenarnya tadi telah menyerahkan ada 7 jilid buku kepada Pak Presiden, mungkin sekitar 3.000 halaman ya. Ada yang ringkasannya, ada yang 13 halaman, dan ada yang hanya 3 halaman. Dan tadi sudah diserahkan kepada Bapak Presiden dan beliau sudah baca yang kesimpulannya adalah bahwa ada enam poin dari kesimpulan yang dicapai oleh Komite Percepatan Reformasi Polri,” kata Yusril Ihza Mahendra kepada awak media usai pertemuan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) itu mengatakan bahwa rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri telah dilaporan dan diterima oleh Presiden Prabowo.