Zulkifli Hasan Pasang Target 80 Juta Penerima MBG: Ambisi Besar untuk Jutaan Warga

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan 80 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juni 2026. Saat ini, 60 juta orang telah terjangkau. Zulkifli Hasan mengapresiasi pengelolaan SPPG Kalikajar 001 Wonosobo atas kebersihan dan higienitasnya. SPPG diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa.

1,287
Zulkifli Hasan Bidik 80 Juta Penerima MBG: Ambisi Besar untuk Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggebrak Wonosobo, Sabtu (10/1/2026), dengan klaim ambisius: program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan melayani 80 juta jiwa pada Juni 2026. Target ini, sebuah lompatan 20 juta penerima dalam lima bulan, melampaui capaian 60 juta jiwa saat ini, namun tanpa detail konkret bagaimana realisasi masif itu tercapai.

Ambisi Tanpa Rincian

Saat ini, program MBG disebut telah menjangkau hampir 60 juta penerima di berbagai daerah. Lonjakan 20 juta penerima dalam rentang waktu singkat dari Januari ke Juni 2026 menuntut kapasitas logistik dan anggaran yang luar biasa, yang belum dijelaskan secara transparan kepada publik.

Pernyataan Zulkifli ini terlontar saat ia meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 001 Kabupaten Wonosobo. Di sana, ia hanya mengapresiasi “kebersihan dan higienitas” pengelolaan SPPG, tanpa menyinggung infrastruktur pendukung untuk ekspansi puluhan juta jiwa.

Fokus pada tata ruang, proses pengolahan, dan penyimpanan pangan di satu SPPG kecil mengabaikan skala tantangan nasional. Pertanyaan krusial muncul: apakah model pengelolaan yang “bagus sekali” di Wonosobo ini sanggup direplikasi secara massal dalam tempo kilat, atau sekadar pencitraan di lokasi percontohan?

Klaim & Keraguan

Menurut Zulkifli, “Sekarang sudah hampir 60 juta penerima manfaat. Insyaallah nanti bulan Juni sudah bisa 80 juta penerima manfaat.” Pernyataan “insyaallah” ini justru menimbulkan keraguan, bukan kepastian, mengingat skala target yang sangat ambisius.

Ia juga memuji, “Tadi SPPG di sini saya lihat bagus sekali kebersihannya, cara mengolahnya, tata ruangnya, penyimpanannya. Ini penting karena melayani ibu hamil, balita, dan anak-anak kita.” Namun, pujian ini tidak menjawab bagaimana program serupa akan beroperasi secara efektif di puluhan ribu desa lain yang mungkin jauh dari standar ideal.

Janji Ekonomi Desa

Di tengah gelombang ambisi ini, Zulkifli juga sesumbar bahwa SPPG tidak sekadar pemenuhan gizi, melainkan “penggerak ekonomi desa.” Klaim ganda ini menambah daftar janji yang menuntut bukti konkret, bukan sekadar target angka di atas kertas.

More like this