DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan

loading…

Anggota DPR Komisi VII Novita Hardini mengingatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bangun konektivitas udara. Foto/SindoNews

JAKARTA – Anggota DPR Komisi VII Novita Hardini mengingatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana agar tidak terjebak dalam kepuasan semu atas capaian angka devisa organik dan jumlah kunjungan wisatawan foreign. Kementerian Pariwisata diminta berani memetakan posisi daya saing Indonesia secara riil di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Novita Hardini saat Rapat Kerja di Gedung Senayan, Jakarta. “Kita melihat banyak devisa yang masuk sepanjang 2025 serta tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, kita belum melihat bagaimana posisi Indonesia secara objektif di Asia Tenggara. Ada rumor besar di ASEAN bahwa sektor pariwisata Vietnam saat ini sudah jauh melampaui Indonesia,” tegas Novita, Kamis (4/6/2026).

Oleh karena itu, Novita mendesak agar dalam pertemuan-pertemuan berikutnya, kementerian wajib menyuguhkan data komparatif dengan negara-negara kompetitor tetangga. Hal ini krusial agar anggaran besar yang dialokasikan memiliki indikator capaian (output) yang terukur, dan tidak sekadar habis untuk kegiatan promosi rutin.

Baca juga: Menpar Widiyanti Sebut Minat Gen Z Berkarier di Dunia Pariwisata Tinggi

Guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan. Pertama, Akselerasi Konektivitas Udara (Air Connectivity): Promosi yang masif akan menjadi sia-sia jika tidak ditopang oleh akses penerbangan langsung (direct flight) yang memadai ke berbagai daerah.

278
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan

loading…

Anggota DPR Komisi VII Novita Hardini mengingatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bangun konektivitas udara. Foto/SindoNews

JAKARTA – Anggota DPR Komisi VII Novita Hardini mengingatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana agar tidak terjebak dalam kepuasan semu atas capaian angka devisa organik dan jumlah kunjungan wisatawan foreign. Kementerian Pariwisata diminta berani memetakan posisi daya saing Indonesia secara riil di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Novita Hardini saat Rapat Kerja di Gedung Senayan, Jakarta. “Kita melihat banyak devisa yang masuk sepanjang 2025 serta tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, kita belum melihat bagaimana posisi Indonesia secara objektif di Asia Tenggara. Ada rumor besar di ASEAN bahwa sektor pariwisata Vietnam saat ini sudah jauh melampaui Indonesia,” tegas Novita, Kamis (4/6/2026).

Oleh karena itu, Novita mendesak agar dalam pertemuan-pertemuan berikutnya, kementerian wajib menyuguhkan data komparatif dengan negara-negara kompetitor tetangga. Hal ini krusial agar anggaran besar yang dialokasikan memiliki indikator capaian (output) yang terukur, dan tidak sekadar habis untuk kegiatan promosi rutin.

Baca juga: Menpar Widiyanti Sebut Minat Gen Z Berkarier di Dunia Pariwisata Tinggi

Guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan. Pertama, Akselerasi Konektivitas Udara (Air Connectivity): Promosi yang masif akan menjadi sia-sia jika tidak ditopang oleh akses penerbangan langsung (direct flight) yang memadai ke berbagai daerah.

More like this
Di Balik Skandal Korupsi: Mengapa Kapasitas Negara Kini Benar

Di Balik Skandal Korupsi: Mengapa Kapasitas Negara Kini Benar

admin
Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat

Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat

admin
Sidang Roy Suryo & Dokter Tifa di Ambang Pintu: Pengacara Jokowi Beri Tanggapan Krusial

Sidang Roy Suryo & Dokter Tifa di Ambang Pintu: Pengacara Jokowi Beri Tanggapan Krusial

admin