MLFF Siap Diuji: Kesiapan Matang Sistem Tol Tanpa Berhenti Terungkap
Pemerintah akan melakukan uji coba kembali sistem pembayaran jalan tol nirhenti nirsentuh (MLFF). Kepala BPJT Wilan Oktavian menyatakan MLFF sempat mengalami stagnasi. BPKP merekomendasikan uji coba kembali karena terdapat klaim berbeda. BPJT rencanakan pengujian end-to-end, mencakup proses mengunduh aplikasi hingga pembayaran benar-benar diterima Badan Usaha Jalan Tol. Roatex siapkan TOR.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan rencana uji coba ulang sistem pembayaran jalan tol nirhenti nirsentuh (MLFF) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Langkah ini ditempuh setelah proyek vital tersebut stagnan dan dihantam klaim keberhasilan yang kontradiktif dari para pihak terlibat.
Kepala BPJT, Wilan Oktavian, tanpa ragu mengakui adanya “dua klaim yang berbeda” antara klaim kegagalan dari BPJT/Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan klaim keberhasilan dari Roatex, penyedia sistem. Rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memaksa uji coba “end to end” ini sebagai jalan keluar dari kebuntuan.
Klaim Kontradiktif dan Intervensi BPKP
Stagnasi proyek MLFF, yang seharusnya memodernisasi transaksi tol, menjadi sorotan tajam. Setelah berbulan-bulan tanpa kemajuan, BPKP turun tangan, merekomendasikan BPJT untuk segera melanjutkan pengujian demi kejelasan status sistem.
Kegagalan uji coba sebelumnya meninggalkan pertanyaan besar tentang kesiapan teknologi dan koordinasi antarpihak. Klaim Roatex tentang keberhasilan sistem berbenturan langsung dengan fakta lapangan yang dilaporkan oleh BPJT dan BUJT.
Uji coba ulang ini bukan sekadar formalitas. BPJT menegaskan pengujian akan dilakukan secara “end to end”, mencakup seluruh rangkaian proses. Ini berarti mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan sistem di gerbang tol, hingga memastikan pembayaran benar-benar masuk ke rekening BUJT.
Langkah ini krusial untuk membuktikan fungsionalitas MLFF secara menyeluruh, bukan hanya pada bagian-bagian tertentu yang mungkin telah diuji terpisah. Transparansi proses menjadi taruhan utama pemerintah dalam proyek ini.
Tahap pra-uji coba akan segera dimulai. Roatex, sesuai kontrak, memikul tanggung jawab untuk menyiapkan Term of Reference (TOR) uji coba. Ini menjadi bukti awal keseriusan dan komitmen mereka dalam menyelesaikan masalah teknis yang ada.
Pengakuan Kepala BPJT
“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda,” kata Wilan Oktavian, mengakui akar masalah stagnasi.
Ia melanjutkan, “di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil.” Pengakuan ini menelanjangi ketidaksepahaman fundamental antar mitra kerja.
Wilan menekankan, rencana uji coba kembali yang dilakukan secara “end to end” adalah satu-satunya cara untuk memverifikasi klaim tersebut dan memastikan sistem benar-benar berfungsi sebelum diterapkan ke publik.
Taruhan Masa Depan Tol Nirsentuh
Sistem MLFF dirancang untuk menghilangkan antrean di gerbang tol, mempercepat waktu tempuh, dan meningkatkan efisiensi. Namun, janji-janji ini terancam oleh serangkaian kendala teknis dan administrasi yang belum tuntas.
Kegagalan berulang dalam implementasi MLFF bukan hanya merugikan waktu dan anggaran, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam menghadirkan inovasi infrastruktur yang dijanjikan.