Sahroni Geram: Teror Air Keras ke Aktivis Terulang, Ini Teror Terstruktur yang Mengancam Semua Pihak

Kasus penyiraman air keras menimpa aktivis lingkungan Muhammad Rosidi di Toboali, Bangka Selatan, 17 Februari 2026. Rosidi alami luka bakar pada kaki, tangan, dan selangkangan. Diduga terkait kritik penambangan ilegal. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni geram dan mendesak Kapolda Bangka Belitung segera usut tuntas kasus ini.

35
Sahroni Geram: Teror Air Keras ke Aktivis Berulang, Sebut 'Teror Terstruktur' Ancam Semua

Seorang aktivis lingkungan, Muhammad Rosidi, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Toboali, Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung pada 17 Februari 2026. Teror brutal ini diduga kuat terkait sikap kritis Rosidi terhadap penambangan ilegal dan penyelundupan yang merajalela di wilayah tersebut.

Rosidi menderita luka bakar serius pada kaki, tangan, dan selangkangan akibat serangan keji ini. Insiden tersebut memicu kemarahan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, yang mendesak Kapolda Bangka Belitung untuk segera turun tangan menuntaskan kasus ini.

Pola Kekerasan Terus Berulang

Serangan terhadap Rosidi menambah panjang daftar kekerasan yang menimpa aktivis lingkungan di Indonesia, menunjukkan pola sistematis pembungkaman suara-suara kritis. Kasus ini menegaskan betapa rentannya pegiat lingkungan saat berhadapan dengan kekuatan korporasi atau kelompok terorganisir di balik perusakan alam.

Dugaan Rosidi bahwa teror ini bermotif balas dendam atas kritiknya terhadap penambangan ilegal dan penyelundupan bukan isapan jempol. Isu penambangan ilegal di Bangka Selatan telah lama menjadi sorotan, merusak lingkungan dan merugikan negara tanpa ada tindakan tegas yang berarti.

Luka bakar yang diderita Rosidi bukan sekadar cedera fisik, melainkan simbol nyata ancaman serius yang dihadapi mereka yang berani menyuarakan kebenaran. Serangan air keras adalah metode keji yang bertujuan mengintimidasi dan melumpuhkan korbannya secara permanen.

Kegagalan aparat dalam mengungkap dan menghukum tuntas pelaku serta dalang di balik serangan serupa di masa lalu telah menciptakan iklim impunitas. Kondisi ini justru memicu keberanian para pelaku kejahatan untuk terus meneror aktivis tanpa rasa takut.

Teror ini jelas merupakan upaya sistematis membungkam Rosidi, mengirim pesan menakutkan kepada aktivis lain agar berpikir dua kali sebelum menentang praktik ilegal. Ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan berpendapat dan hak untuk membela lingkungan.

DPR Desak Tindakan Tegas

“Saya geram dengan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis lingkungan Muhammad Rosidi. Ini tindakan pengecut dan biadab,” tegas Ahmad Sahroni, seraya menambahkan, “Kapolda Bangka Belitung harus turun langsung, usut tuntas, dan tangkap pelakunya sampai ke akar-akarnya.”

Desakan dari parlemen ini harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret, bukan sekadar respons retoris. Aparat penegak hukum wajib menunjukkan keseriusan dengan mengungkap tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga otak di balik serangan brutal ini.

Jika kasus ini tidak ditangani serius, akan menjadi preseden buruk yang mengikis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Ini akan semakin memperkuat anggapan bahwa negara lemah di hadapan kepentingan-kepentingan ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam nyawa aktivis.

Ancaman Nyata bagi Aktivis

Peristiwa yang menimpa Muhammad Rosidi menggarisbawahi ancaman nyata yang terus membayangi aktivis lingkungan di Indonesia. Mereka seringkali menjadi target kekerasan fisik saat berhadapan langsung dengan praktik-praktik eksploitasi sumber daya alam yang melanggar hukum.

Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera bertindak tegas, bukan hanya untuk Rosidi, tetapi untuk memastikan perlindungan bagi setiap warga negara yang berani menyuarakan kebenaran. Impunitas harus diakhiri, dan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

More like this
Vonis Arief Pramuhanto Diperberat Tanpa Bukti Aliran Dana, Keluarga Minta DPR Turun Tangan

Vonis Arief Pramuhanto Diperberat Tanpa Bukti Aliran Dana, Keluarga Minta DPR Turun Tangan

admin
ASN WFH Setiap Jumat Resmi Diberlakukan: Simak Detail & Dampaknya

Resmi Diberlakukan: ASN WFH Setiap Jumat, Ini Detail dan Dampaknya

admin
9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian Pengadilan

9 Jenderal Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya: Pakar Hukum Soroti Ujian di Pengadilan

admin