Ini 8 Olahraga yang Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang, Ada Favoritmu?

Teknologi.id – Rutin berolahraga memang sudah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Namun, sebuah penelitian jangka panjang mengungkap bahwa beberapa jenis olahraga ternyata berkaitan dengan peningkatan harapan hidup hingga hampir 10 tahun dibandingkan orang yang tidak aktif berolahraga.
Temuan ini berasal dari Copenhagen City Heart Study, salah satu studi kesehatan terbesar di Denmark yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Lantas, olahraga apa saja yang memberikan manfaat paling besar?
Baca juga:BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada
Studi Melibatkan Ribuan Peserta Selama 25 Tahun
Penelitian ini dimulai pada 1991 dan berlangsung hingga 2017 dengan melibatkan 8.577 peserta. Para peneliti memantau kondisi kesehatan, gaya hidup, dan angka kematian peserta selama sekitar 25 tahun.
Hasil utama penelitian kemudian dipublikasikan oleh Mayo Clinic Proceedings pada 2018.
Penelitian membandingkan tingkat kematian antara orang yang kurang aktif dengan mereka yang rutin berolahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara konsisten berkaitan dengan usia harapan hidup yang lebih panjang.
Daftar Olahraga yang Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang
Berdasarkan hasil penelitian, berikut olahraga yang dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup:
| Jenis olahraga | Perkiraan tambahan harapan hidup |
|---|---|
| Tenis | 9,7 tahun |
| Bulu tangkis | 6,2 tahun |
| Sepak bola | 4,7 tahun |
| Bersepeda | 3,7 tahun |
| Berenang | 3,4 tahun |
| Jogging | 3,2 tahun |
| Senam | 3,1 tahun |
| Aktivitas di klub kebugaran | 1,5 tahun |
Perlu dipahami bahwa angka tersebut merupakan hubungan yang ditemukan dalam penelitian (asosiasi), bukan berarti olahraga tersebut secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih lama.
Mengapa Tenis dan Bulu Tangkis Berada di Peringkat Atas?
Pakar Blue Zones, Dan Buettner, menilai manfaat olahraga seperti tenis dan bulu tangkis bukan hanya berasal dari aktivitas fisiknya.
Olahraga tersebut biasanya dilakukan bersama orang lain sehingga mendorong interaksi sosial, memperluas pertemanan, dan membantu mengurangi rasa kesepian.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesepian dan minimnya interaksi sosial berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit hingga kematian dini. Karena itu, kombinasi antara aktivitas fisik dan hubungan sosial diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap usia yang lebih panjang.
Kemenkes RI Tetap Anjurkan Aktivitas Fisik Rutin
Terlepas dari jenis olahraga yang dipilih, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap aktif setiap hari.
Aktivitas fisik tidak selalu harus berupa olahraga berat. Jalan kaki, menaiki tangga, berkebun, hingga peregangan juga termasuk aktivitas yang membantu tubuh membakar kalori.
Kemenkes merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan:
- 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau
- 75 menit aktivitas fisik intensitas berat per minggu.
Selain rutin dilakukan, intensitas olahraga juga disarankan meningkat secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Baca juga:MySpace Bakal Bangkit Lagi? Raja Medsos yang Pernah Kalah dari Facebook Comeback
Contoh Aktivitas Fisik Intensitas Sedang dan Berat
Aktivitas fisik intensitas sedang meliputi:
- Jalan cepat
- Berenang santai
- Bersepeda di bawah 15 km/jam
- Menari
- Berkebun
- Tenis ganda
Sementara aktivitas dengan intensitas tinggi meliputi:
- Lari
- Hiking sambil membawa beban
- Zumba
- Tenis tunggal
- Lompat tali
Kesimpulan
Penelitian Copenhagen City Heart Study menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga cenderung memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang kurang aktif. Dalam studi tersebut, tenis menjadi olahraga yang dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup terbesar, yakni sekitar 9,7 tahun, disusul bulu tangkis dan sepak bola.
Meski demikian, manfaat terbesar tetap berasal dari kebiasaan aktif bergerak secara konsisten. Apa pun jenis olahraganya, rutin beraktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca Berita dan Artikel yang lain diGoogle News.
(dwk)

Teknologi.id – Rutin berolahraga memang sudah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Namun, sebuah penelitian jangka panjang mengungkap bahwa beberapa jenis olahraga ternyata berkaitan dengan peningkatan harapan hidup hingga hampir 10 tahun dibandingkan orang yang tidak aktif berolahraga.
Temuan ini berasal dari Copenhagen City Heart Study, salah satu studi kesehatan terbesar di Denmark yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Lantas, olahraga apa saja yang memberikan manfaat paling besar?
Baca juga:BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada
Studi Melibatkan Ribuan Peserta Selama 25 Tahun
Penelitian ini dimulai pada 1991 dan berlangsung hingga 2017 dengan melibatkan 8.577 peserta. Para peneliti memantau kondisi kesehatan, gaya hidup, dan angka kematian peserta selama sekitar 25 tahun.
Hasil utama penelitian kemudian dipublikasikan oleh Mayo Clinic Proceedings pada 2018.
Penelitian membandingkan tingkat kematian antara orang yang kurang aktif dengan mereka yang rutin berolahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara konsisten berkaitan dengan usia harapan hidup yang lebih panjang.
Daftar Olahraga yang Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang
Berdasarkan hasil penelitian, berikut olahraga yang dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup:
| Jenis olahraga | Perkiraan tambahan harapan hidup |
|---|---|
| Tenis | 9,7 tahun |
| Bulu tangkis | 6,2 tahun |
| Sepak bola | 4,7 tahun |
| Bersepeda | 3,7 tahun |
| Berenang | 3,4 tahun |
| Jogging | 3,2 tahun |
| Senam | 3,1 tahun |
| Aktivitas di klub kebugaran | 1,5 tahun |
Perlu dipahami bahwa angka tersebut merupakan hubungan yang ditemukan dalam penelitian (asosiasi), bukan berarti olahraga tersebut secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih lama.
Mengapa Tenis dan Bulu Tangkis Berada di Peringkat Atas?
Pakar Blue Zones, Dan Buettner, menilai manfaat olahraga seperti tenis dan bulu tangkis bukan hanya berasal dari aktivitas fisiknya.
Olahraga tersebut biasanya dilakukan bersama orang lain sehingga mendorong interaksi sosial, memperluas pertemanan, dan membantu mengurangi rasa kesepian.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesepian dan minimnya interaksi sosial berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit hingga kematian dini. Karena itu, kombinasi antara aktivitas fisik dan hubungan sosial diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap usia yang lebih panjang.
Kemenkes RI Tetap Anjurkan Aktivitas Fisik Rutin
Terlepas dari jenis olahraga yang dipilih, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap aktif setiap hari.
Aktivitas fisik tidak selalu harus berupa olahraga berat. Jalan kaki, menaiki tangga, berkebun, hingga peregangan juga termasuk aktivitas yang membantu tubuh membakar kalori.
Kemenkes merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan:
- 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau
- 75 menit aktivitas fisik intensitas berat per minggu.
Selain rutin dilakukan, intensitas olahraga juga disarankan meningkat secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Baca juga:MySpace Bakal Bangkit Lagi? Raja Medsos yang Pernah Kalah dari Facebook Comeback
Contoh Aktivitas Fisik Intensitas Sedang dan Berat
Aktivitas fisik intensitas sedang meliputi:
- Jalan cepat
- Berenang santai
- Bersepeda di bawah 15 km/jam
- Menari
- Berkebun
- Tenis ganda
Sementara aktivitas dengan intensitas tinggi meliputi:
- Lari
- Hiking sambil membawa beban
- Zumba
- Tenis tunggal
- Lompat tali
Kesimpulan
Penelitian Copenhagen City Heart Study menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga cenderung memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang kurang aktif. Dalam studi tersebut, tenis menjadi olahraga yang dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup terbesar, yakni sekitar 9,7 tahun, disusul bulu tangkis dan sepak bola.
Meski demikian, manfaat terbesar tetap berasal dari kebiasaan aktif bergerak secara konsisten. Apa pun jenis olahraganya, rutin beraktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca Berita dan Artikel yang lain diGoogle News.
(dwk)