Sekolah Rakyat Jadi Penopang Harapan bagi Anak yang Tumbuh Tanpa Sosok Ibu di Pati
Suyanto (51 tahun) berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Berkat bantuan petugas tersebut, Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pati, Idola 92.6 FM-Suyanto (51 tahun) berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Berkat bantuan petugas tersebut, Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah.
“Saya terima kasih kepada pegawai PKH yang menyekolahkan (anak saya) di SR,” kata Suyanto, ditemui di rumahnya di Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.
Sudah tiga tahun Suyanto bekerja sendiri menghidupi tiga anaknya. Istrinya meninggal.
Sebagai buruh tani, khususnya menjadi pemotong kayu, penghasilan sehari rata-rata Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Itu pun tak tentu bergantung seberapa banyak yang membutuhkan jasanya.
Dari keadaan orang tuanya, Najijaten sangat layak masuk Sekolah Rakyat. Rumahnya pun seadanya. Dinding masih sebatas bata tanpa semen. Lantai rumah pun sangat sederhana tanpa keramik.
Keadaan dapur bahkan sangat sederhana. Hanya ada kompor gas yang sudah menghitam, sama hitamnya dengan bokong wajan. Ditambah sejumlah kecil perabotan dapur.
Suyanto berterima kasih anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. Apalagi Najijaten juga senang bersekolah di sana.
“Saya senang, di sana sudah dicukupi. Semua gratis, makan pun gratis,” kata dia.
Suyanto juga berterima kasih atas pemberian gergaji mesin dari Pemerintah. Gergaji itu membuat pekerjaannya lebih mudah. (her/dav)
Terbebani Biaya, Ibu Ini Bangkit! Asrama Gratis Sekolah Rakyat Selamatkan Pendidikan Anaknya
Ibu Sawinah, warga Pati, menghadapi keterbatasan ekonomi. Anaknya, Bayu Laksono, kini dapat melanjutkan pendidikan SMP berkat Sekolah Rakyat. Program ini, gagasan Prabowo Subianto, menyediakan asrama dan perlengkapan sekolah gratis. Ini meringankan beban keluarga serta meningkatkan kemandirian Bayu. Pendidikan kini terjamin.
Di Usia 70 Tahun, Nenek Samini Berharap Sekolah Rakyat Jadi Jalan Cucunya Keluar dari Kemiskinan
Nenek Samini (70) berharap cucunya sukses melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. Pendidikan dan fasilitas lengkap gratis kini diterima Hendi Saputro. Keluarga prasejahtera ini juga mendapat bantuan pemerintah. Program Kementerian Sosial ini bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga, mewujudkan masa depan lebih baik.
Dari Putus Sekolah ke Bangku Kelas: Anak Pemulung Boyolali Kini Raih Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat
Seorang pemulung di Boyolali, Sarjo (50), kini bisa menyekolahkan kembali anaknya yang sempat putus. Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, inisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, memfasilitasi pendidikan anak Sarjo. Fasilitas lengkap seperti tempat tinggal dan kebutuhan belajar disediakan, meringankan beban ekonomi keluarga.
Terobosan Pendidikan: Anak Pembuat Tungku Lolos SMA Berkat Sekolah Rakyat Gratis Pemerintah.
Sugiyanto, pembuat anglo dari Surakarta, Jawa Tengah, menghadapi tantangan ekonomi dalam menyekolahkan anaknya. Ia mendaftarkan Muhammad Roid ke Sekolah Rakyat. Program ini, diapresiasi Sugiyanto, menawarkan pendidikan gratis, fasilitas lengkap, dan meringankan beban biaya sekolah bagi keluarga dengan keterbatasan finansial di Surakarta.
Bukan Sekadar Gratis: Begini Sekolah Rakyat Pemerintah Selamatkan Pendidikan Rafika yang Terlantar
Rafika Nur Khasanah (16) dari Sragen hampir putus sekolah setelah ayah meninggal dan ibu merantau. Sekolah Rakyat terintegrasi di Sragen membantu Rafika melanjutkan pendidikan. Siswi ini kini mendapatkan fasilitas sekolah dan kebutuhan makan. Program ini memastikan Rafika dapat fokus belajar dan meraih cita-citanya.
Mantan Ketua MK: Denda Rp11,4 Triliun Bermanfaat bagi Rakyat dan Negara
loading…
Satgas PKH melaksanakan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kejaksaan Agung, Jumat, 10 April 2026. Foto: Dok Kejagung
JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva merespons penyerahan denda administratif pelaku pelanggaran kawasan hutan senilai Rp11,4 triliun. Penyerahan dilakukan di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang pelaksanaan teknisnya dikomandoi Kejagung banyak mengenakan sanksi denda administratif terhadap pelaku pelanggaran izin kawasan hutan. Jika tidak mau membayar denda administratif, mereka dikejar dengan tindak pidana.
Hamdan Zoelva melihat langkah Satgas PKH yang pelaksanaan teknisnya dikomandoi Kejagung dalam mengedepankan denda administratif triliunan rupiah akan lebih membawa kemanfaatan lebih besar bagi negara maupun masyarakat.
Bukan Konten Remeh! Tutorial Naik Pesawat Ini Esensial untuk Mayoritas Rakyat Indonesia
Konten tutorial naik pesawat milik Kak Desy Umbara sedang ramai di medsos. Tentu saja kalian bisa tebak kenapa ramai. Ada yang bilang norak, ada yang bilang amat helpful, dan ada yang bilang hidup Jokowi. Tentu saja yang terakhir saya bercanda. Jelas. Masak ya saya kudu klarifikasi sih.
Terus terang, menurut saya, konten tutorial Kak Desy itu nggak norak. Justru malah banyak sekali manfaatnya untuk umum. Terlebih konten tutorial naik pesawat ini.
Begini. Sebenarnya, banyak hal dalam hidup yang sebenarnya kita butuh, tapi kita nggak tahu caranya dan malu kalau mau tanya. Misal, cara pesen Starbucks. Atau, cara beli tiket KRL. Lho, buat orang yang daerahnya nggak ada KRL ini penting. Atau, cara memahami kenapa kawan kita ngomong proyek setinggi langit, tapi minta rokok.
Nah, makanya, saya bilang, sebenarnya, konten tutorial naik pesawat ini bagus banget.
Datang di tempat keberangkatan lebih awal
Perlu diketahui, proses naik pesawat jelas lebih lama ketimbang moda transportasi lain. Kalau moda transportasi lain tinggal beli tiket, kemudian menunggu sebelum jam keberangkatan. Kurang lebih hanya sesimpel itu saja. Kereta, bus, kapal, ya gitu-gitu aja.
Nah, proses naik pesawat itu beda. Check in-nya saja paling lambat sekitar 45-60 menit sebelum keberangkatan. Selain itu gate bandara biasanya tutup sekitar 10-30 menit sebelum keberangkatan.
Makanya, kalau saya pribadi ketika naik pesawat datang 2 jam sebelumnya. Mengingat biasanya saya bawa bagasi. Ditambah saya khawatir juga kalau jadwal keberangkatan dimajukan. Coba kalau naik bus/kereta, penumpang masih aman saja kalau tiba di tempat keberangkatan 15 menit sebelumnya.
Nah, tutorial naik pesawat jadi penting kan hanya dari memahami keberangkatan?
Peraturan naik pesawat lebih ketat daripada moda transportasi lain, makanya tutorial naik pesawat jadi penting
Peraturan naik pesawat jelas lebih ketat daripada naik moda transportasi lain. Ada banyak peraturan sederhana yang belum tentu orang banyak tahu. Bahkan untuk orang yang biasa naik pesawat sekalipun.
Salah satu peraturan naik pesawat yang kadang nggak diketahui atau lupa yaitu nggak boleh bawa korek gas, senjata tajam, dan korek elektrik ke kabin. Wajar sih kalau kadang penumpang lupa perkara ini. Soalnya, korek gas itu kan kecil, kadang kita saja lupa mengantongi barang itu di saku celana.
Peraturan macam ini sepertinya nggak ada di moda transportasi lain. Di transportasi lain malah lebih longgar lagi. Sampai-sampai di bus masih ada lho yang belum melarang penumpangnya merokok dalam perjalanan. Malah ada smoking room juga sih di bus.
Bandara itu luas banget
“Pangkalan” pesawat itu beda dari yang lain. Terutama dalam urusan luasnya. Rata-rata bandara internasional itu jauh lebih luas dari terminal maupun stasiun. Kalau kamu nggak biasa pasti akan bingung.
Lha gimana, wong di Bandara Soekarno-Hatta saja ada tiga terminal utama. Setiap terminal melayani rute dan maskapai yang berbeda-beda. Misal terminal 1 hanya melayani penerbangan domestik saja, sementara terminal 2 dan 3 melayani penerbangan domestik dan internasional.
Belum lagi kita berbicara gate di sana. Ada lebih dari 80 gate di pintu gerbang dunia internasional tersebut. Terdiri dari 21 gate di terminal 1, 21 gate di terminal 2 dan 38 gate di terminal 3. Jadi wajar banget kan kalau orang awam bingung naik pesawat? kita aja kadang bingung kok waktu naik bus di terminal besar.
Nggak semua orang punya kesempatan naik pesawat
Tiket pesawat itu mahal. Sekarang mahal banget malah. Lantaran harga tiketnya yang nggak murah, membuat nggak semua orang punya kesempatan naik moda transportasi ini. Orang yang punya budget pas-pasan tentu lebih memilih moda transportasi lain yang tiketnya lebih terjangkau. Macam bus, kereta atau kapal laut.
Malahan orang biasa kadang pertama kali naik pesawat ketika bertolak ke Tanah Suci. Untungnya pada momen ini mereka nggak sendiri. Ada pemandu dan teman rombongan yang menemani.
Terus terang, saya mendukung segala konten yang dibuat Kak Desy Umbara. Walaupun kontennya sederhana tapi sangat bermanfaat buat orang awam. Agar bisa menghindari dikatain ndeso oleh orang lain kalau nggak tahu berbagai hal yang dianggap sederhana.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Mensos Patok 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat di 2027: Terobosan Akses Pendidikan Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan target Presiden Prabowo Subianto: 100.000 siswa Sekolah Rakyat pada 2027. Tahun ini, alokasi peserta melebihi 30.000 siswa. Pemerintah membangun lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini. Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki setidaknya satu fasilitas.
Dulunya Terpaksa Kerja di Bengkel, Remaja Ini Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat dari Pemerintah
Hendi Saputro, remaja Sragen, sempat putus sekolah dan bekerja di bengkel karena kondisi keluarga. Kini, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. Program ini menyediakan pendidikan gratis serta fasilitas lengkap bagi anak prasejahtera. Hendi mempersiapkan masa depan.