Pamer Buku Pleidoi, Noel Ebenezer: Jangan Negara seperti Gangster

loading…

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel telah menyiapkan nota pembelaan atau pleidoi pribadi dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Foto: Nur Khabibi

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel telah menyiapkan nota pembelaan atau pleidoi pribadi dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Noel memamerkan buku pleidoinya berjudul ‘Membela Buruh yang Diperas Pengusaha Hitam, Malah Dituduh Secara Keji Memeras Pengusaha’.

Pleidoi tersebut telah ia cetak dalam bentuk buku dengan cover dirinya mengenakannya batik tengah mengepalkan tangan. “Ini pleidoi saya. Pleidoi saya judulnya, ‘Membela Buruh yang Diperas Pengusaha Hitam, Malah Dituduh Secara Keji Memeras Pengusaha’. Jadi tidak semua pengusaha itu hitam,” kata Noel di sela-sela persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026).

“Banyak juga pengusaha melakukan apa, memberi kesejahteraan untuk pekerja dan buruhnya. Jadi tidak semua, saya tidak mau menjeneralisir bahwa semua pengusaha itu hitamlah,” sambungnya.

Baca juga: KPK soal Selisih Duit Korupsi dan Tuntutan Noel: Semua Ada Parameternya

Selama menjabat sebagai Wamenaker klaim Noel, dirinya sering kali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dalam sidaknya itu, ia menemukan beberapa fakta. “Semua pengusaha yang saya sidak, selalu ada beking-bekingnya. Itu yang paling penting,” ujarnya.

“Kan tidak baik untuk kita bernegara. Jangan negara seperti gangster. Kita mau negara ya layaknya negara. Negara di situ ada warga negaranya, ada instrumen negaranya. Jadi kita mau bernegara itu yang benar, bukan seperti kelompok gangster,” sambungnya.

359
Pamer Buku Pleidoi, Noel Ebenezer: Jangan Negara seperti Gangster

Immanuel Ebenezer alias Noel, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), melancarkan manuver pembelaan pribadi di tengah pusaran kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026), Noel secara demonstratif memamerkan pleidoi yang ia klaim sebagai pembelaan terhadap buruh yang diperas “pengusaha hitam”, bukan sebaliknya.

Pleidoi tersebut, dicetak dalam bentuk buku berjudul ‘Membela Buruh yang Diperas Pengusaha Hitam, Malah Dituduh Secara Keji Memeras Pengusaha’, menjadi tantangan langsung Noel terhadap tuduhan pemerasan yang menjeratnya. Ia menegaskan dalihnya: membongkar praktik kotor pengusaha, kini justru menjadi terdakwa.

Dalih Pembelaan Noel

Inti pembelaan Noel menunjuk adanya “pengusaha hitam” yang memeras buruh, sebuah klaim yang kontras dengan tuduhan pemerasan yang ditujukan kepadanya. Ia menggarisbawahi bahwa tidak semua pengusaha berpraktik kotor, namun pernyataannya secara tajam menyoroti keberadaan pihak-pihak yang ia sebut “hitam”.

Selama menjabat Wamenaker, Noel mengaku rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dari sidak-sidak tersebut, ia menemukan pola mencurigakan: selalu ada “beking-beking” di balik setiap pengusaha yang ia periksa. Fakta ini, menurut Noel, merusak tatanan bernegara dan menciptakan lingkungan yang korup.

Ia menuding praktik “beking-beking” ini menciptakan negara yang mirip “gangster”, sebuah kritik pedas terhadap sistem yang ia klaim telah gagal. Manuver pleidoi ini adalah upaya Noel untuk membalikkan narasi, dari terdakwa pemerasan menjadi pembela keadilan.

Kutipan Kunci

“Ini pleidoi saya. Pleidoi saya judulnya, ‘Membela Buruh yang Diperas Pengusaha Hitam, Malah Dituduh Secara Keji Memeras Pengusaha’. Jadi tidak semua pengusaha itu hitam,” kata Noel di sela-sela persidangan.

Ia melanjutkan, “Banyak juga pengusaha melakukan apa, memberi kesejahteraan untuk pekerja dan buruhnya. Jadi tidak semua, saya tidak mau menjeneralisir bahwa semua pengusaha itu hitamlah.”

“Semua pengusaha yang saya sidak, selalu ada beking-bekingnya. Itu yang paling penting,” tegas Noel, seraya menambahkan, “Jangan negara seperti gangster. Kita mau negara ya layaknya negara… Jadi kita mau bernegara itu yang benar, bukan seperti kelompok gangster.”

Latar Belakang Kasus

Kasus ini berpusat pada dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3, sebuah isu krusial bagi keselamatan pekerja. Tuduhan terhadap Noel, yang pernah menduduki posisi strategis di Kementerian Ketenagakerjaan, menyoroti celah korupsi dalam birokrasi dan pengawasan industri. Pleidoi pribadi Noel kini menjadi sorotan utama dalam persidangan ini, mempertaruhkan kredibilitasnya dan mengungkap dinamika di balik tuduhan yang dihadapinya.

More like this
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat Tersandung KPK: Pelayanan Publik Tetap Jalan, Integritas Diuji

Imigrasi Nonaktifkan Pejabat Tersandung KPK: Pelayanan Publik Tetap Jalan, Integritas Diuji

admin
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung

DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung

admin
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim

KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim

admin